1.
Kebijakan yang ditempuh pemerintah Indonesia dalam konservasi sumber daya
alam dan lingkungan adalah sebagai berikut.
a.
Konservasi di dalam dan di luar kawasan
b.
Pembangunan taman nasional
c.
Pembinaan hutan lindung
d.
Pengembangan wisata alam
e. Penyuluhan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup kepada
masyarakat
f.
Pengawasan dampak lingkungan
g.
Perlindungan dan pengamanan hutan
h.
Kerjasama dengan pihak swasta dan luar negeri
3.
Empat contoh potensi kelautan Indonesia yang menunjang sektor pariwisata,
antara lain sebagai berikut.
a. Kekayaan taman bawah laut Indonesia sangat indah sehingga dapat mendukung
kegiatan menyelam.
b. Di beberapa pantai, ombaknya sangat cocok untuk berselancar (surfing).
c. Terdapat pantai pasir putih dan pantai karang (clif) yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung.
d. Hasil laut seperti mutiara dapat dijadikan sebagai perhiasan dan
cenderamata yang menarik.
4.
Berdasarkan UU No. 11 Tahun 1976 tentang Pertambangan di Indonesia,
dijelaskan bahwa barang tambang diklasifikasikan menjadi tiga golongan sebagai
berikut.
a.
Bahan galian golongan A (bahan galian strategis)
Merupakan barang tambang yang sangat penting untuk
pertahanan dan keamanan negara serta penting bagi stabilitas ekonomi nasional.
Pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah atau bekerjasama dengan pihak swasta,
dalam maupun luar negeri. Contoh barang tambang golongan A adalah minyak bumi
dan gas.
b. Bahan galian golongan B (bahan galian vital)
Merupakan barang tambang yang bisa memenuhi hajat hidup
orang banyak. Pengelolaan jenis barang tambang ini dilakukan oleh masyarakat
maupun pihak swasta yang diberi izin oleh pemerintah. Contoh barang tambang
golongan B diantaranya adalah emas, perak, besi, dan tembaga.
c.
Bahan galian golongan C (bahan galian industri)
Merupakan barang tambang untuk industri atau yang tidak
dianggap langsung memengaruhi hajat hidup orang banyak. Pengelolaan barang
tambang jenis ini dilakukan oleh masyarakat. Contoh barang tambang golongan C
diantaranya adalah pasir, batu kapur, asbes, dan marmer.
5.
Proses terbentuknya barang tambang mineral adalah sebagai berikut.
a.
Proses Magmatik
Proses magmatik merupakan proses pembentukan mineral dengan cara pemisahan
magma, yang diakibatkan oleh pendinginan dan membentuk beberapa jenis batuan
beku. Contoh mineral yang dihasilkan adalah platina, timah, intan, dan tembaga.
b.
Proses pengendapan dan pelapukan
Proses ini terjadi akibat perubahan sifat fisik dan kimia pada batuan
penyusun kerak bumi akibat pengaruh gaya eksogen. Contoh mineral yang
dihasilkan adalah kaolin.
c.
Proses Hidrotermal
Proses hidrotermal merupakan proses pengendapan larutan sisa magma yang
keluar melalui celah kulit bumi pada temperatur yang rendah. Contoh mineral yang dihasilkan yaitu
adalah kuarsa dan klorit.
d.
Proses Pegmatif
Proses ini merupakan kelanjutan dari proses magmatik yaitu ketika larutan
sisa magma mengalami pendinginan. Contoh mineral yang dihasilkan adalah emas
dan grafit.
e.
Proses Karbonatit
Proses karbonatit merupakan proses pembentukan batuan sedimen yang tersusun
atas mineral-mineral karbonat. Contoh mineral yang dihasilkan adalah dolonit.
f.
Proses Skarn
Proses ini merupakan proses pembentukan mineral sebagai efek dari kontak
antara hidrothermal yang mengandung silika dengan batuan sedimen yang
mengandung kalsium. Contoh mineral yang dihasilkan adalah garnet, klorit, dan
kalsit.
g.
Proses Sublimasi
Proses ini
merupakan proses pembentukan mineral yang terjadi akibat proses pemadatan
uap/gas yang berasal dari magma. Contoh mineral yang dihasilkan adalah sulfur.
6.
Daerah penghasil minyak bumi di Indonesia adalah sebagai berikut.
· Pulau Sumatra: Lhoksumawe (Aceh), Tanjung Pura (Sumatera Utara), Dumai
(Riau), Muara Enim (Sumatera Selatan)
· Pulau Jawa: Wonokromo (Jawa Timur), Cepu (Jawa Tengah), Majalengka (Jawa
Barat)
· Pulau Kalimantan: Balikpapan, P.Tarakan, P.Bunyu, Rantau, Tanjung, Amuntai
·
Kepulauan Maluku: P. Seram dan Tenggara
·
Papua: Sorong, Babo, Klamono
7.
Pulau-pulau di kepulauan Indonesia ditinjau dari segi terjadinya dapat
dikelompokkan ke dalam beberapa macam pulau, yaitu :
a. Pulau Kontinental, yaitu pulau-pulau yang pada mulanya merupakan satu
kesatuan dengan sebuah benua. Pulau baru terbentuk setelah peristiwa naiknya
permukaan laut karena es di kutub utara dan selatan mencair. Contoh pulau
kontinental adalah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, yang pada mulanya merupakan
satu daratan dengan benua Asia.
b. Pulau Oceanis, yaitu pulau yang terbentuk atau terletak di tengah lautan
dan sama sekali tidak berhubungan dengan suatu benua, walaupun mungkin letaknya
berdekatan. Pulau Oceanis ini dapat terbentuk karena adanya letusan gunung
berapi dan dapat pula terbentuk karena kegiatan binatang karang membuat
rumahnya. Pulau vulkanis misalnya Krakatau di Selat Sunda, pulau Ternate,
Tidore dan Kepulauan Sangihe. Sedangkan pulau Karang (Atol) banyak terdapat di
Laut Jawa.
c. Pulau Orogenetik, yaitu pulau yang terjadi karena adanya tenaga yang
mendorong suatu tempat sehingga dari padanya muncul sebuah pulau di permukaan
laut. Beberapa pulau di kepulauan Maluku diperkirakan terjadi karena proses
ini.
8.
Batas-batas wilayah negara Indonesia adalah sebagai berikut.
· Sebelah Utara berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Filipina, Laut Cina
Selatan, dan Samudera Pasifik.
·
Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia dan Australia
·
Sebelah Barat berbatasan dengan samudera Hindia
·
Sebelah Timur berbatasan dengan Timor Leste dan Papua Nugini
NILAI BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL
1.
Unsur-unsur budaya secara universal beserta contohnya adalah sebagai
berikut.
a. Bahasa
Bahasa merupakan alat pengantar
dalam berkomunikasi. Bahasa memiliki perbedaan untuk setiap wilayah di
Indonesia. Perbedaan bahasa ditentukan oleh adat istiadat, wilayah, dan
demografi. Seperti contohnya, penduduk yang tinggal di wilayah
pesisir,pegunungan, dan perkotaanmemiliki perbedaan tutur kata karena pengaruh
letak wilayah.
b. Sistem pengetahuan
Pengetahuan sangat berguna untuk
melahirkan ide-ide yang baru dan kreatif. Sehingga budaya tersebut dapat
dipertahankan. Tanpa adanya pengetahuan, budaya tersebut tidak akan tercipta
apalagi berkembang. Contohnya antara lain sistem pertanian dan pengetahuan astronomi.
c. Organisasi sosial
Manusia membutuhkan manusia lain
dalam hidupnya. Maka dari itu, organisasi sosial muncul untuk memenuhi
kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial. Contohnya antara lain dalam suatu suku terdapat kepala
suku dan bagian perangkat adat lainnya yang berfungsi sebagai sistem organisasi
sosial.
d. Peralatan hidup
dan teknologi
Manusia mengembangkan peralatan hidup dan teknologi
untuk dapat menyiasati lingkungan tempat tinggalnya. Seperti contohnya
masyarakat petani dan peladang membuat alat-alat pertanian untuk dapat membantu
mereka dalam bercocok tanam.
e. Mata pencaharian
Manusia memiliki naluri untuk dapat memenuhi
kebutuhan hidupnya. Maka dari itu manusia berusaha untuk mendapatkan mata
pencaharian untuk memenuhi kebutuhannya. Contoh mata pencaharian
antara lain sebagai petani, nelayan, pemahat, dan sebagainya.
f. Sistem religi
Sistem religi muncul untuk memenuhi kebutuhan
manusia akan Yang Kuasa. Manusia sadar terdapat dzat yang menguasai seluruh
bumi dan alam semesta. Contoh sistem religi antara lain
pada agama dan sistem kepercayaan yang dianut.
g. Kesenian
Manusia tidak hanya memerlukan
kebutuhan fisik tetapi juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka. Sehingga
manusiamenciptakan kesenian yang dapat
dirasa dan didengar. Contoh dari kesenian antara lain, seni musik, seni tari, dan sebagainya.
2.
Faktor-faktor yang memengaruhi keragaman kebudayan daerah Indonesia yang
berkaitan dengan batas-batas geografis adalah sebagai berikut.
a. Letak geografis
Indonesia terdiri
atas ribuan pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Keadaan geografis Indonesia yang luas
tersebut telah memaksa penduduk untuk menetap di daerah yang terpisah satu sama
lain. Keterbatasan
teknologi komunikasi pada masa lalu menyebabkan isolasi geografis antarmasyarakat yang tersebar di berbagai pulau.
Isolasi geografis tersebut mengakibatkan
penduduk yang menempati setiap pulau tumbuh menjadi kesatuan suku bangsa yang
hidup terisolasi dari suku bangsa lainnya Akibatnya, mereka mengembangkan kebudayaan masing-masing yang semakin
berbeda dengan kebudayaan asal.
Sebagai contoh,
kebudayaan suku Bajo berbeda dengan kebudayaan suku Dayak. Kebudayaan di Pulau
Sumatera berbeda dengan kebudayaan di Pulau Sulawesi dan sebagainya.
b. Posisi strategis
Menurut Koentjaraningrat budaya
lokal Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu-Buddha,
Islam, dan Eropa. Hal ini tidak terlepas dari posisi Indonesia yang berada
di jalur strategis, yaitu terletak di antara dua benua dan dua samudera yang
menjadi perlintasan hubungan antarbangsa.
Banyak bangsa-bangsa yang menjalin hubungan dengan penduduk Indonesia
baik untuk kepentingan ekonomi (gold),
kekuasaan (glory), dan agama (gospel). Kedatangan bangsa-bangsa ini
memberikan pengaruh yang besar terhadap kebudayaan.
Sebagai contoh,
kebudayaan di Pulau Timor yang dahulu dijajah oleh Portugis, berbeda dengan
kebudayaan di Maluku yang dahulu dijajah oleh Belanda. Latar belakang historis
penjajahan kedua wilayah yang berbeda tersebut berpengaruh terhadap kebudayaan
penduduk setempat.
c. Kondisi ekologis
Lingkungan
ekologis terbentuk dari struktur tanah, iklim, dan topografi memberikan
kontribusi bagi kondisi penduduk baik dari segi ekonomi, sosial, maupun budaya.
Perbedaan ekologis tersebut berpengaruh terhadap
kemajemukan budaya lokal di Indonesia. Penduduk mengembangkan budaya sesuai dengan kondisi ekologis wilayah
yang ditempatinya.
Sebagai contoh,terdapat perbedaan bahasa dan adat istiadat
antara suku bangsa Gayo-Alas di daerah pegunungan Gayo-Alas dengan penduduk
suku bangsa Aceh yang tinggal di pesisir pantai Aceh.
3.
Beberapa daerah di Indonesia yang telah mengembangkan ekonomi kreatif
sebagai potensi budaya tradisional adalah sebagai berikut.
a. Daerah Tapanuli, Sumatra
Utara
Di daerah ini berbagai budaya tradisional telah dikembangkan menjadi
ekonomi kreatif adalah tari tor-tor, rumah adat bolon, dan kain ulos. Usaha
kerajinan kain tenun Ulos dapat meningkatkan pendapatan serta memperbaiki
tingkat ekonomi penduduk, khususnya di daerah Tapanuli.
b. Daerah Kampung Laweyan
Solo, Jawa Tengah
Sejak abad XIV, Laweyan
sudah menjadi pusat perdagangan pakaian. Saat ini, Laweyan terkenal sebagai
kampung batik. Terdapat kurang lebih 70 pengrajin batik berskala kecil sampai
dengan menengah yang memproduksi beraneka macam kerajinan batik seperti kemeja,
selendang, sprei, sarung, dan sebagainya.
c. Suku Dayak, Kalimantan
Potensi budaya
tradisional yang dapat dijadikan sumber ekonomi kreatif pada masyarakat suku
Dayak di Kalimantan adalah hasil kerajinan tangan yang mempunyai corak yang
khas serta unik. Kerajinan tangan berupa tas dari anyaman rotan, kain tenun
dari serat daun doyo, serta kerajinan manik-manik merupakan hasil budaya
taridisional yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat suku Dayak.
d. Suku Toraja di Sulawesi
Suku Toraja terkenal
dengan ritual pemakaman, rumah adat tongkonan, dan ukiran kayunya. Hal tersebut
dapat dijadikan sebagai sumber ekonomi kreatif, salah satunya untuk
meningkatkan potensi perekonomian penduduk. Rambu Solo, upacara pemakaman yang
memakan biaya mahal serta berlangsung selama berhari-hari merupakan potensi
wisata budaya tradisional yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk
berkunjung.
e. Desa Ubud, Bali
Pesona Desa Ubud telah
diketahui hingga ke mancanegara, bukan hanya karena pemandangan alamnya namun
juga potensi budaya tradisionalnya. Pertunjukan seni seperti sendratari kecak
dan pameran lukisan juga pameran ukiran merupakan pertunjukan yang selalu
digelar setiap harinya di museum dan galeri di Desa Ubud. Selain itu, kekhasan
kulinernya seperti Bebek Bengil merupakan kekayaan tradisional yang dapat
menjadi potensi pengembangan ekonomi kreatif.
f. Kampung Sade, Nusa
Tenggara Barat
Kampung Sade merupakan
perkampungan suku Sasak dengan jumlah oleh penduduknya sekitar 700 jiwa.
Kampung Sasak memiliki kebudayaan tradisional yang masih dijaga kelestariannya.
Hal ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi kreatif yang dapat
meningkatkan perekonomian penduduknya. Salah satu budaya tradisional yang dapat
dikembangkan sebagai ekonomi kreatif adalah kerajinan tenun ikat dan tenun
songket khas suku Sasak.
g. Kampung Adat Bena, Nusa
Tenggara Timur
Kampung Adat Bena
memiliki kekhasan tersendiri yang dapat menarik minat wisatawan untuk
berkunjung. Kampung adat Bena didesain berbentuk perahu dan juga dapat
berfungsi sebagai benteng pertahanan. Selain keunikan tersebut, beberapa budaya
tradisional seperti kerajinan tenun ikat dapat menjadi potensi untuk
pengembangan ekonomi kreatif di daerah tersebut.
h. Pulau Morotai, Maluku
Utara
Pulau Morotai terkenal
dengan budaya tradisionalnya seperti upacara adat yang diperuntukkan agar terjadi keseimbangan
alam atas penggunaan sumber daya laut. Selain upacara adat, tarian tradisional
yang ada di Pulau Morotai seperti tarian Cakalele, Tode-tide, dan Salumbe
merupakan budaya tradisional yang melengkapi keindahan bahari Pulau Morotai. Di
samping budaya tradisional, peninggalan sejarah Perang Duni II seperti benteng,
mobil tanker, dan museum bawah laut dapat menjadi nilai potensi wisata untuk pengembangan
ekonomi kreatif di Pulau Morotai.
i. Raja Ampat, Papua
Wilayah raja Ampat
menyimpan potensi wisata yang sangat besar bahkan sudah dikenal di mancanegara.
Potensi wisata budaya tradisional untuk pengembangan ekonomi kreatif gencar
dilakukan. Mulai dari usaha kreatif rumahan yang membuat kerajinan dan ukiran
hingga penyelenggaraan festival Raja Ampat yang diadakan setiap tahunnya.
Selain itu pengembangan desa wisata terus dilakukan, diantaranya di Yenwaupnor,
Arborek, Yenbuba, sawinggrai, dan Sawandarek.
4.
Contoh kearifan lokal dalam pemanfaatan sumber daya alam yang terdapat di
Indonesia yang masih lestari adalah sebagai berikut.
a.
Konservasi laut Orang Bajo di Togean
Orang Bajo merupakan pelaut yang tangguh. Laut
merupakan bagian dari kehidupan mereka. Orang Bajau telah mengenal konsep
pemanfaatan tanah, air tawar, laut, dalam batas atau kadar sesuai kebutuhan.
Mereka mempunyai keyakinan bahwa penguasa laut memberikan hasil laut yang
melimpah kepada mereka. Sebagai timbal balik setelah
mereka menangkap ikan, setidaknya dua ekor ikan dilepas kembali
sebagai bentuk terima kasih kepada laut.
b.
Kepercayaan terhadap
alam di Papua
Di Papua
terdapat kepercayaan te aro neweak lako (alam adalah aku), dimana tanah adalah bagian dari hidup manusia.
Seperti pandangan mereka terhadap Gunung Erstberg dan Grasberg yang dipercaya
sebagai kepala mama (ibu). Pengambilan hasil alam dan pemanfaatannya harus dilakukan secara hati-hati.
c.
Dayak
Kenyah, Kalimantan Timur, terdapat tradisi tana‘ ulen.
Konsep
konservasi lingkungan telah dikenal lama oleh masyarakat Dayak yang disebut
dengan istilah Tana' Ulen. Dalam wilayah Tana’ Ulen, penduduk dilarang menebang
pohon, membakar hutan, membuat ladang, dan melakukan aktivitas-aktivitas lain
yang menimbulkan kerusakan hutan. Hasil hutan yang dapat diambil diantaranya
rotan, kayu manis, buah-buahan, ikan, dan binatang. Pengambilan hasil hutan
Tana’ Ulen hanya dimanfaatkan pada waktu-waktu tertentu saja, dan diperuntukkan
bagi kepentingan umum. Pengambilan hasil hutan untuk kepentingan pribadi sangat
dibatasi.
5.
Upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kerusakan pada lapisan ozon
adalah sebagai berikut.
a.
Melarangproduksi dan impor peralatan yang mengandung zat penyebab kerusakan
lapisan ozon.
b.
Mengembangkan sistem teknologi baru yang menggunakan alternatif pengganti
aerosol.
c.
Menanam pohon atau penghijauan dan juga reboisasi.
6.
Empat karakteristik utama dari perusahaan ekoefisien adalah sebagai
berikut.
a.
Perusahaan yang ekoefisien harus proaktif, bukan reaktif. Hal ini berarti
perusahaan ekoefisien selalu aktif untuk mengupayakan berbagai cara untuk
menjalankan prisip pembangunan berkelanjutan.
b.
Ekoefisiensi harus dirancang, bukan ditambahkan. Maksudnya adalah
perusahaan ekoefisien harus merancang dan merencanakan berbagai hal yang
mendukung proses pengembangan pembangunan berkelanjutan.
c.
Fleksibilitas adalah suatu keharusan dalam implementasi strategi yang
ekoefisien.
d.
Ekoefisiensi bersifat menyeluruh, tidak sporadis. Artinya dalam pelaksanaan
prinsip ekoefisien, perusahaan harus dapat menjalankannya secara menyeluruh dan
berkelanjutan.
7.
Masalah lingkungan hidup yang muncul akibat keterbatasan sumber daya adalah
sebagai berikut.
a.
Pencemaran lingkungan, yaitu keterbatasan sumber daya juga dapat berdampak
pada timbulnya berbagai pencemaran lingkungan berupa pencemaran udara, air,
suara, dan juga pencemaran tanah.
b.
Pembukaan hutan, yaitu dampak yang muncul akibat keterbatasan sumber daya
adalah kegiatan pembukaan hutan untuk berbagai kepentingan diantaranya kegiatan
pertanian dan perkebunan serta pembangunan permukiman dan lahan industri.
c.
Permasalahan sosial, maksudnya adalah bahwa keterbatasan sumber daya juga
berdampak pada permasalahan sosial yang berhubungan dengan masalah lingkungan,
diantaranya adalah penggunaan ruang terbuka hijau yang dijadikan lahan
pemukiman liar.
8.
Lima upaya pelestarian sumber daya udara adalah sebagai berikut.
a.
Melakukan penyaringan terhadap gas buang pada kendaraan bermotor dan
pabrik.
b.
Meminimalkan penggunaan kendaraan bermotor.
c.
Melakukan uji emisi kendaraan bermotor.
d.
Menanam pepohonan, terutama di sekitar wilayah yang tingkat pencemaran
udaranya tinggi.
e.
Tidak menggunakan semprotan yang mengandung gas CFC.
9.
Dampak dari pencemaran air terhadap kehidupan manusia antara lain sebagai
berikut.
a.
Terganggunya kualitas air bersih, terutama untuk sumber air minum.
b.
Sulitnya menemukan sumber air bersih.
c.
Munculnya penyakit yang berhubungan dengan pencemaran air, seperti; kutu
air, kolera, dan sebagainya.
10.
Contoh akibat yang akan terjadi jika hutan menjadi rusak adalah sebagai berikut.
a.
Terjadi perubahan iklim karena adanya gangguan pengaturan klimatologis.
b.
Terjadi lahan kritis sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik
c.
Rawan terjadi bencana kekeringan dan erosi.
d.
Terancamnya kehidupan flora dan fauna.
e.
Kerusakan akibat kebakaran hutan dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas
manusia.
3 siklus air:
BalasHapus1.siklus hidrologi pendek (siklus kecil)
Siklus hidrologi pendek/siklus kecil merupakan siklus yang paling sederhana karena hanya melibatkan beberapa tahapan saja.
2.siklus sedang
Siklus sedang tentunya memiliki proses yang sedikit lebih panjang dari pada siklus hidrologi pendek.
3.siklus hidrologi panjang/besar
Siklus hidrologi panjang/besar ini memiliki tahapan yang lebih kompleks daripada dua siklus di atas.
Macam Macam Danau Beserta Proses Terjadinya
•Danau Tektonik
Terjadi atau ada di karenakan penurunan muka bumi akibat terjadinya patahan atau pergeseran.
•Danau Vulkanik
Terjadi atau ada di karenakan aktivitas dari gunung berapi.
•Danqu Tektovulkanik
Terjadi atau ada akibat dari perpaduan antara aktivitas tektonisme dan vulkanisme.
•Danau Bendungan Alami
Terjadi atau ada karena lembah sungai yang terbendung oleh aliran lava saat erupsi sebuah gunung terjadi.
•Danau Karst
Pelarutan tanah kapur lah yang menyebabkan Danau Karst itu terbentuk dan terjadi.
•Danau Glasial
Terjadi atau ada karena mencari nya es, sehingga es yang jumlahnya banyak dan mencair itulah sehingga terbentuk sebuah danau.
•Danau Buatan
Merupakan sebuah danau yang memang sengaja di buat oleh manusia dengan cara membendung aliran air, contohnya yang banyak di Indonesia adalah Waduk.
Nama: Nurlita Atlada
Kelas:4 IPS 2
1. .
BalasHapus*A*. Bahan galian golongan A (bahan galian strategis)
Merupakan barang tambang yang sangat penting untuk pertahanan dan keamanan negara serta penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah atau bekerjasama dengan pihak swasta, dalam maupun luar negeri. Contoh barang tambang golongan A adalah minyak bumi dan gas.
*B*. Bahan galian golongan B (bahan galian vital)
Merupakan barang tambang yang bisa memenuhi hajat hidup orang banyak. Pengelolaan jenis barang tambang ini dilakukan oleh masyarakat maupun pihak swasta yang diberi izin oleh pemerintah. Contoh barang tambang golongan B diantaranya adalah emas, perak, besi, dan tembaga.
*C*. Bahan galian golongan C (bahan galian industri)
Merupakan barang tambang untuk industri atau yang tidak dianggap langsung memengaruhi hajat hidup orang banyak. Pengelolaan barang tambang jenis ini dilakukan oleh masyarakat. Contoh barang tambang golongan C diantaranya adalah pasir, batu kapur, asbes, dan marmer.
2
Proses terbentuknya barang tambang.
*A*. Proses Magmatik
Proses magmatik merupakan proses pembentukan mineral dengan cara pemisahan magma, yang diakibatkan oleh pendinginan dan membentuk beberapa jenis batuan beku.
*B*. roses pengendapan dan pelapukan
Proses ini terjadi akibat perubahan sifat fisik dan kimia pada batuan penyusun kerak bumi akibat pengaruh gaya eksogen
*C*. roses Hidrotermal
Proses hidrotermal merupakan proses pengendapan larutan sisa magma yang keluar melalui celah kulit bumi pada temperatur yang rendah.
*D*. Proses Pegmatif
Proses ini merupakan kelanjutan dari proses magmatik yaitu ketika larutan sisa magma mengalami pendinginan.
*E*. Proses Karbonatit
Proses karbonatit merupakan proses pembentukan batuan sedimen yang tersusun atas mineral-mineral karbonat
*F*. roses Skarn
Proses ini merupakan proses pembentukan mineral sebagai efek dari kontak antara hidrothermal yang mengandung silika dengan batuan sedimen yang mengandung kalsium.
*G*. roses Sublimasi
Proses ini merupakan proses pembentukan mineral yang terjadi akibat proses pemadatan uap/gas yang berasal dari magma.
Nama : Riki Rusandi
Kelas: XI IPS 1
good
Hapus1. Ada tiga golongan
BalasHapus-golongan A
Bahan galian yang strategis artinya bahan
ini bersifat strategis untuk pertahanan
dan keamanan negara.
Ex:minyak bumi,bitumen padat,batu bara
Golongan B
Golongan bahan galian vital yang artinya
Menjamin hajat hidup orang banyak
Ex:besi, bauksit,emas,Ardin
Golongan C
Bahan galian yang tidak termasuk bahan
galian A dan B.
Ex:nitrat-nitrat,asbes,pasir kwarsa.
2.terbentuknya bahan galian karena ada diff dari magma,pada waktu magma naik ke atas permukaan bumi,maka temperature dan tekanannya akan turun akibat terjadi kristalisasi di mana komponen yang sukar larut akan mengkristal lebih dahulu sabagai bentuk endapan bijih.
Nama:Hasna Sabila
HapusKelas:5ips2
Jawabannya yg di atas maap pak lupa gk di tulis nama
Nama:lailani rahmatillah
BalasHapusKelas:XI IPS 2
1. -bahan galian golongan A (bahan galian .
Strategis)
Merupakan barang tambang yang sangat.
penting untuk Pertahanan negara serta
penting untuk keamanan stabilitas ekonomi.
nasional
Pengelolahannya dilakukan oleh pemerintah
Dan bekerja sama dengan pihak swasta,dalam
maupun luar negri contoh minyak bumi dan.
gas
-bahan galian golongan b (bahan vital)
merupakan barang tambang yang memenuhi.
hajat hidup orang banyak barang tambang.
ini dilakukan oleh pihak swasta dan atas.
izin pemerintah contohnya emas perak besi.
dan tembaga
-bahan galian golongan industri merupakan.
barang tambang untuk industri atau yang.
tidak mempengaruhi hajat hidup.
penhelolaan barang tambang yang diproses
oleh masyarakat contoh pasir dan marmer
2.-proses magmatik
-proses pengendapan dan pelapukan
-proses hidrotermal
-proses pegmatif
-proses karbonat
-proses skran
-proses sublimasi
Ini tugas nya pak
mantap
HapusSyahrul Maarif
BalasHapusKelas:XI IPS 1
1. -bahan galian golongan A (bahan galian .
Strategis)
Merupakan barang tambang yang sangat.
penting untuk Pertahanan negara serta
penting untuk keamanan stabilitas ekonomi.
nasional
Pengelolahannya dilakukan oleh pemerintah
Dan bekerja sama dengan pihak swasta,dalam
maupun luar negri contoh minyak bumi dan.
gas
-bahan galian golongan b (bahan vital)
merupakan barang tambang yang memenuhi.
hajat hidup orang banyak barang tambang.
ini dilakukan oleh pihak swasta dan atas.
izin pemerintah contohnya emas perak besi.
dan tembaga
-bahan galian golongan industri merupakan.
barang tambang untuk industri atau yang.
tidak mempengaruhi hajat hidup.
penhelolaan barang tambang yang diproses
oleh masyarakat contoh pasir dan marmer
2.-proses magmatik
-proses pengendapan dan pelapukan
-proses hidrotermal
-proses pegmatif
-proses karbonat
-proses skran
-proses sublimasi
Nama : Azkal Azkiya Fauziah
BalasHapusKelas : 5 ips2
1)
Golongan A, yakni barang tambang strategis dan penting untuk perekonomian negara. Contohnya : minyak bumi, batubara, gas alam, bijih besi, tembaga, dan nikel.
Golongan B, yakni jenis barang tambang yang vital dan penting bagi kehidupan orang banyak atau penting untuk hajat hidup orang banyak. Contohnya yaitu emas, perak, belerang, fosfat, dan mangan.
Golongan C,yakni jenis barang tambang yang secara langsung dipakai untuk bahan keperluan industri. Contohnya yaitu batu gamping, kaolin, marmer, gips, dan batu apung.
2)
1. Proses pembentukan magma dalam perut bumi
2. Sublimisasi, penguapan langsung yg diikuti dengn pengendapan biji dr uap
3 Hydrothermal, dimana magma akan mulai keluar dr perut bumi sehingga berubah menjadi air panas
4. Berubah menjadi endapan sedimen, sehingga dihasilkan berbagai macam jenis barang tambang sesuai dngn kandungan dr sedimen
5. Metamorfosa, yaitu perubahan pada endapan akibat adanya unsur" kimia
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNida Pauziah
BalasHapusXI IPS 2
1)
-Bahan galian golongan A (bahan galian strategis)
Merupakan barang tambang yang sangat penting untuk pertahanan dan keamanan negara serta penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah atau bekerjasama dengan pihak swasta, dalam maupun luar negeri. Contoh barang tambang golongan A adalah minyak bumi dan gas.
-Bahan galian golongan B (bahan galian vital)
Merupakan barang tambang yang bisa memenuhi hajat hidup orang banyak. Pengelolaan jenis barang tambang ini dilakukan oleh masyarakat maupun pihak swasta yang diberi izin oleh pemerintah. Contoh barang tambang golongan B diantaranya adalah emas, perak, besi, dan tembaga.
-Bahan galian golongan C (bahan galian industri)
Merupakan barang tambang untuk industri atau yang tidak dianggap langsung memengaruhi hajat hidup orang banyak. Pengelolaan barang tambang jenis ini dilakukan oleh masyarakat. Contoh barang tambang golongan C diantaranya adalah pasir, batu kapur, asbes, dan marmer.
2)
-Proses magmatik
-proses pengendapan dan pelapukan
-proses hidrotermal
-proses pegmatif
-proses karbonat
-proses skran
-proses sublimasi
indah talita
BalasHapusXI IPS 2
1.golongan A:golongan bahan galian strategis,misalnya minyak bumi.
golongan B:golongan bahan galian vital,misalnya bauksit,emas.
golongan C:golongan bahan galian yang tidak termasuk dalam golongan A atau B misalnya pasir kwarsa.
2.-melalui proses komsentrasi magma
-proses sublimasi yaitu proses yang terjadi melalui penguapan langsung kemudian diikuti pengendapan biji baru pada temperature yang rendah.
-proses endapan sedimen
-proses hidrothermal
-proses metamorfosis
1)
BalasHapusA. Bahan galian golongan A (bahan galian strategis)
Merupakan barang tambang yang sangat penting untuk pertahanan dan keamanan negara serta penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah atau bekerjasama dengan pihak swasta, dalam maupun luar negeri. Contoh barang tambang golongan A adalah minyak bumi dan gas.
B. Bahan galian golongan B (bahan galian vital)
Merupakan barang tambang yang bisa memenuhi hajat hidup orang banyak. Pengelolaan jenis barang tambang ini dilakukan oleh masyarakat maupun pihak swasta yang diberi izin oleh pemerintah. Contoh barang tambang golongan B diantaranya adalah emas, perak, besi, dan tembaga.
C. Bahan galian golongan C (bahan galian industri)
Merupakan barang tambang untuk industri atau yang tidak dianggap langsung memengaruhi hajat hidup orang banyak. Pengelolaan barang tambang jenis ini dilakukan oleh masyarakat. Contoh barang tambang golongan C diantaranya adalah pasir, batu kapur, asbes, dan marmer.
2)
Proses terbentuknya barang tambang.
A. Proses Magmatik
Proses magmatik merupakan proses pembentukan mineral dengan cara pemisahan magma, yang diakibatkan oleh pendinginan dan membentuk beberapa jenis batuan beku.
B. roses pengendapan dan pelapukan
Proses ini terjadi akibat perubahan sifat fisik dan kimia pada batuan penyusun kerak bumi akibat pengaruh gaya eksogen
C. roses Hidrotermal
Proses hidrotermal merupakan proses pengendapan larutan sisa magma yang keluar melalui celah kulit bumi pada temperatur yang rendah.
D. Proses Pegmatif
Proses ini merupakan kelanjutan dari proses magmatik yaitu ketika larutan sisa magma mengalami pendinginan.
E. Proses Karbonatit
Proses karbonatit merupakan proses pembentukan batuan sedimen yang tersusun atas mineral-mineral karbonat
F. roses Skarn
Proses ini merupakan proses pembentukan mineral sebagai efek dari kontak antara hidrothermal yang mengandung silika dengan batuan sedimen yang mengandung kalsium.
G. roses Sublimasi
Proses ini merupakan proses pembentukan mineral yang terjadi akibat proses pemadatan uap/gas yang berasal dari magma.
Aura putri salsabillah
5ips2