Kisah Orang Yang
Suul Khotimah dan Khusnul Khotimah Dalam Sejarah
Hadirin yg berbahagia,pada kesempatan kultum kali ini saya akan berkisah
tentang dua orang pemuda . Yang
pertama kisah seorang mujahid dan hafidz Quran yang
tergoda wanita kafir , karya Dr. Hamid Ath –Thahir dalam buku “ Di bawah Kilatan Pedang” , kisah ini terdapat juga dalam kitab Al Bidayah wa An- Nihayah Ibnu Katsir.
Kisah Yang kedua tentang
seorang pemuda pendosa
besar yang khusnul khotimah diambil dari kitab karya Al Imam Al Ghazali ,
Mukasyapah Al Qulub.
Sebelum
kita sampai pada kedua kisah tersebut yang akan membuat kita terperangah dan kaget, ada baiknya saya membuat prolog dahulu.Ya seperti pemanasan
terlebih dahulu agar kita dapat memahami peristiwa langka tersebut.
Hadirin yang berbahagia, sesungguhnya
prilaku manusia itu pada dasarnya dikendalikan oleh dua kekuatan. Yaitu
kekuatan napsu dan akal.
Aristoteles filosop Yunani pernah berkata “
manusia itu adalah hewan yang berfikir”. Atau menurut para akhli Mantiq/logika ,
sering dikatakan “ Al –insan hayawan natiq”. Manusia itu adalah mahluk yang
berakal.
Inilah kelebihan manusia dibandingkan
dengan mahluk lainnya - yaitu perpaduan
antara dimensi materi yang di dalam filsafat disebut dimensi hewani dengan dimensi
akal /spiritual. Sementara Malaikat saja hanya memiliki satu dimensi ,
yaitu dimensi spirtual .
Pertarungan dua kekuatan antara dimensi hewani dengan dimensi akal – spiritual akan terus
berjalan sepanjang sejarah
umat manusia. Bahkan bisa saja dimensi
hewani yang memenangkan duel abadi ini.
Allah SWA berfirman dalam QS 12 ayat 53....
“Sesungguhnya napsu itu cenderung
mendorong kepada kejahatan, kecuali napsu yang diberi rahmat
oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku maha pengampun, maha penyayang.”
Hadirin yang berbahagia, dimensi
hewani/napsu dalam diri manusia sering distilahkan dengan sebutan ; harta ,
tahta dan wanita. Tiga hal ini bukan menunjukkan urutan rangking, bisa saja napsu kepada
lawan jenis (wanita) sebagai
napsu yang pertama.
Allah SWA menggambarkan kecintaan manusia kepada wanita,harta ini dalam Quran
surat Ali Imron ayat 14.” Dan dijadikan indah dalam pandangan manusia
cinta kepada apa yang diinginkan berupa perempuan perempuan, anak- a anak, harta benda yang bertumpuk dalam
bentuk emas, perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi
Allahlah tempat kembali yang baik.
Kesenangan
manusia kepada perempuan yang sangat alami ini Allah akomodasi dalam Al
Quran sebagai balasan bagi mereka yang mengikuti Jalan Tuhannya. Setiap Allah
menggambarkan surga selalu diikuti dengan pasilitas yang begitu menarik yaitu bidadari bidadari yang
bermata indah ( hurun in ). Bidadari itu
akan dipasangkan kepada lelaki surga.
Menurut satu hadits dua bidadari untuk
satu laki laki. Menurut hadits lain 72
bidadari untuk satu laki laki. Para bidadari itu sebaya dan penuh cinta dengan
pasangannya ( uruban atraban )
Napsu sahwat kepada lawan jenis kalau tidak dikelola dengan baik akan
menimbulkan malapetaka yang sangat besar. Makanya kita kaum Adam harus banyak berterima kasih kepada
istri istri kita yang telah berhasil
menjinakan dimensi hewani kita. Bisa dibayangkan bagaimana menderitanya hidup kita bila istri tidak ada
disamping kita. Hanya kepadanyalah kita titipkan keturunan kita. Dan hanya
kepadanyalah kita berlabuh .......
Hadirin yang berbahagia, sudah banyak
contoh dalam kehidupan sehari hari akibat ketidakmampuan mengelola dimensi
hewani akan berujung penyesalan. Ada guru SMA di Padang berhubungan dengan muridnya. Ada kaka perempuan berhubungan dengan adik laki –lakinya yang
masih Sekolah Dasar , DLL.
Apakah napsu ini hanya milik kaum Adam?
Tidak juga. Alquran dengan sangat halus
menggambarkan bagaiamana seorang
perempuan menggoda laki laki. Kecintaan
dan keriduan seorang perempuan yang
sudah memuncak dengan cara mengunci pintu dan merayu , kemudian
berkata.............. Haita laka..... mari mendekatlah kepadaku........ ( QS
12:23)
Sebenarnya bukan hanya perempuan saja yang menginginkan , lelakinyapun
demikian. Allah SWA
Menggambarkan “ Dan sungguh perempuan itu
telah bermaksud kepadanya (Yusup) . Dan Yusup pun bermaksud kepadanya sekiranya dia tidak melihat
tanda dari Tuhannya (QS 12:24). Tanda
dari Tuhannya menurut sebagian mufasir, Nabi Yusup melihat ayahnya
agar menolak ajakan wanita bangsawan tersebut.
Godaan perempuan paling banyak menjatuhkan kaum Adam di
seluruh dunia, hal ini pernah diisyaratkan oleh Nabi.
“ Tidak pernah kutinggalkan setelahku
fitnah yang lebih dahsyat bahayanya bagi
kaum pria yaitu finah/godaan wanita”
Hadirin yang berbahagia, sekarang marilah
kita masuk ke inti cerita.
Kisah pertama tentang
Hafidz dan Mujahid tergoda wanita
Peritiwa ini terjadi pada masa tabiin ( 270 H ) Dialah lelaki gagah
bernama Abdah bin Abdurrahiim.
Keimanannya tidak diragukan. Adakah di dunia ini seorang mujahid yang hafal Al
Quran, terkenal akan keilmuannya, kezuhudannya, ibadahnya, puasa Daudnya serta
ketaqwaan dan keimanannya?
Namun tak disangka terjadi musibah di
akhir hidupnya. Dia mati dengan
tidak membawa iman islamnya.Dia
murtad dan hidup sebagai seorang Nasrani .Padahal dahulu dia hafal semua isi Al
Quran, namu semuanya hilang tak tersisa kecuali dua ayat saja. Inilah kisahnya;
Abdah bin Abdurrahiim sedang bersama pasukan muslim berperang
melawan Pasukan Romawi. Dengan gagah berani dia menebas leher musuh musuhnya
untuk dihantarkan ke neraka. Dalam suatu kesempatan dia berperang di dekat benteng
musuh. Tiba tiba mata Abdah tertuju dan beradu pandang dengan wanita
Romawi yang cantik jelita di dalam benteng musuh. Daya pesona dan
kecantikan wanita pirang itu begitu dahsat mengobrak abrik hatinya. Begitu
bergeloranya asmara laki laki itu sehingga ia tak tahan memendam rasa cinta dan
kemudian dia mengirim surat cinta kepada wanita itu.. Isinya kira kira
begini...
“ Adinda bagimana caranya agar aku bisa
sampai kepangkuanmu?”
Perempuan itu menjawab : “Kakanda,
masuklah Agamaku dan aku jadi milikmu”
Syahwat telah memenuhi relung hati Abdah
.Ia lupa dan tuli. Ia dibutakan oleh cintanya. Sebagaimana pepatah orang Arab.
“ Apabila seorang laki laki telah dilanda cinta asmara yg mendalam , maka hilanglah
dua per tiga akalnya”. Demi tubuh cantik dan fana dia rela tinggalkan agamanya.
Singkat cerita menikahlah Sang Mujahid dan Hafidz itu dengan wanita
pujaannya. Dan kaum muslim
Yang menyaksikan peristiwa ini terguncang.
Bagimana mungkin seorang hafidz yang hatinya dipenuhi Al Quran meninggalkan
Allah?
Ketika dibujuk untuk tobat ia tak bisa.
Ketika ditanyakan kepadanya,”Dimana Al Quran mu yang dahulu?
Ia Menjawab, “Aku telah lupa semua isi Al
Quran, kecuali dua ayat saja yaitu ...
“ Orang orang kafir itu seringkali ( nanti
di akhirat ) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia ) menjadi orang
orang muslim” QS Al Hijr ayat 2
Dan QS
surta Al Hijr ayat 3 “ Biarkanlah
mereka ( di dunia ) makan dan bersenang senang dan dilalaikan oleh angan angan
kosong ( kosong), maka kelak mereka akan mengetahui ( akibat perbuatan mereka
).
Seolah olah ayat ini adalah hujjah untuk
dirinya, kutukan, sekaligus peringatan Allah yang terakhir yang tak dihiraukan.
Dan dia hidup bahagia berlimpah harta
dan keturunan bersama kaum nasrani, hingga ajal menjemputnya. Mati dalam
keadaan suul khotimah.
Kisah yang kedua tentang seorang pemuda
penggali kubur, yang diambil dari kitab Mukasyafah Al Qulub karangan Imam Al Ghazali.
Diriwayatkan pada jaman Rasulullah s.aw.
Umar bin Khathab, salah seorang sahabat terdekat Rasulullah s.a.w menangis di depan pintu rumah Rasulullah
s.a.w. Mendengar suara Umar bin Khathab di luar, kemudian Rasulullah s.a.w
bertanya “ Siapa di luar “ Kemudian Umar menjawab “ Aku Umar, dan bersamaku ada
seorang pemuda yang telah membuat hatiku sedih dengan tangisannya”.
Lalu Rasulullah s.a.w memerintahkan Umar
agar membawa masuk anak muda tersebut ke dalam . Atas perintah tersebut, Umar lalu mengajak pemuda yang datang bersamanya masuk ke rumah Rasulullah s.a.w sambil keduanya menangis.
Pemuda itu disuruh duduk di depan
Rasulullah s.aw. dan sahabat Umar duduk
di sebelahnya. Rasulullah s.a.w kemudian
bertanya: “ Wahai pemuda , mengapa engkau menangis ?”
Pemuda itu menjawab sambil tetap menangis
: “Wahai Rasulullah dosaku sangat besar dan aku takut Allah memurkaiku”
Kemudian Rasulullah s.a.w. bertanya : “Apakah engkau telah membunuh seseorang
dengan alasan yang tidak benar”
“Tidak ya Rasulullah,” sahut pemuda
tersebut sambil tetap menangis. Kemudian rasulullah s,a.w bertanya lagi : “Apakah engkau telah menyekutukan
Allah atau musyrik “
Pemuda itu menjawab :” Tidak ya Rasulullah” sambil tetap menangis.
Lalu Rasulullah s.a.w bersabda : “Sungguh
dosamu sebesar apapun, Allah akan mengampuninya, sekalipun sepenuh langit dan
bumi.
“ Sungguh dosaku lebih besar dari itu ya
Rasul “ jawab pemuda itu.
Karena Rasulullah s.a.w tidak mengerti maksud pengakuan dari pemuda itu , akhirnya
Rasulullah s.a.w mendesaknya, “ Cobalah katakan dosa pa yang telah engkau perbuat”
“ Aku malu mengatakannya ya Rasulullah “
kata si pemuda itu.
Karena Rasulullah terus mendesak pemuda
itu untuk mengatakan dosanya secara jujur. Maka dengan persaan malu dan takut ,pemuda itu menceritakan dosa yang
telah dilakukannya.
“Wahai Rasulullah, aku ini seorang
penggali kubur, sejak tujuh tahun lalu. Hingga meningggalnya putri dari seorang
sahabat Ansor. Melihat kecantikan dan kemontokan tubuhnya, nafsu birahiku
memuncak. Setelah kuburan sepi, Aku bongkar kembali kuburnya dan ku telanjangi mayat gadis itu. Setelah
kucumbui nafsu berahiku tak dapat kutahan, lalu kusetubuhi.
Setelah itu saya terkejut dengan ijin Allah mayat gadis itu berkata, “ Tidakkah engkau
malu kepada Allah pada hari Allah menghukum orang orang yang berbuat zalim, sementara engkau
menelanjangiku dan menyetubuhiku. Dan engkau membuatku dalam keadaan junub di hadapan Allah.
Mendengar pengakuan dari si pemuda itu,
Rasulullah s,aw, segera bangkit berdiri dan meninggalkannya, seraya berkata, “
Hai pemuda fasik, pergilah dan jangan
engkau dekati aku. Nerakalah tempatmu kelak “
Pemuda itu pun segera keluar meninggalkan
rumah Rasulullah s.w. seraya menangis. Dia berjalan terus berhari hari dan
sampailah dia di suatu padang pasir yang
panas dan luas. Tujuh hari lamanya dia
tidak makan dan minum sambil bersujud dan menangis menyesali perbuatannya. Dan memohin ampun
kepada Allah.
“Ya Allah sungguh Engkau Maha Pemurah
kepada hamba hamba- Mu dan tiada tersisa harapanku kecuali kepada-Mu. Ya Allah
Tuhanku sudilah menerima kehadiranku, kalau tidak datangkanlah api Mu dari
sisi- Mu dan bakarlah tubuhku dengan api-Mu di dunia ini daripada Kau bakar
tubuhku di akhirat nanti.”
Setelah
itu Malaikat Jibril a.s datang
kepada Rasulullah s.a.w. Usai menyampaikan salam dari Allah, Jibril a.s
berkata: “ Wahai Muhammad , Allah s.w.t bertanya kepadamu, “ Apakah engkau yang
menciptakan mahluk?”
Rasulullah s.a.w menjawab, “ Bahkan Dialah
( Allah ) yang menciptakan diriku dan mereka.
Kemudian Jibril bertanya lagi, “Apakah
engkau yang memberikan rizku kepada manusia”
Rasulullah s.a.w menjawab: “ Bahkan Dialah ( Allah ) yangmemberikan rizki
kepadaku dan mereka
“Apakah engkau menerima taubat mereka?”
Tanya jibril a.s untuk yang kesekian
kalinya bertanya
“Bahkan Dialah yang berhak menerima tuabat dan mengampuni dosa dosa hamba-Nya”
Jawab Rasulullah s.aw.
Jibril a.s lalu berkata. Allah berfirman
kepadamu, Telah datang kepadamu seorang hamba-Ku dan dia menerangkan satu dosa
dari bebrapa dosanya, maka kamu berpaling ( marah ) kepadanya dari
dosanya, maka bagaimana keadaan orang
orang mumin kelak apabila mereka datang dengan dosa yang banyak lagi besar,
ibarat gunung yang besar.
Engkau adalah utusan-Ku yang aku utus
sebagai rahmat untuk seluruh alam. Maka jadilah kamu orang yang sayang
menyayangi pada semua orang yang
beriman, menjadi penolong bagi orang orang yang berdosa dan memaafkan ketelanjuran
dan kesalahan ( hamba-Ku), karena
sesungguhnya Aku telah mengampuninya ( menerima taubatnya) dan dosanya.
Kemudian Rasulullah s.aw. mengutus
beberapa sahabat untuk menjemput pemuda tadi di padang pasir dan memberi kabar
gembira kepadanya akan ampunan Allah
kepadanya atas dosa dosanya.
Kemudian para utusan membawa pemuda
tersebut ke hadapan rasulullah. Ketika sampai Rasululllah saat itu sedang
shalat maghrib dan merekapun bermakmum
di belakang Rasulullah. S.aw.
Ketika Rasulullah s.aw. membaca surat
Al Fatihah yang dilanjutkan dengan surat At Takatsur , sesampainya
Rasulullah s.aw. pada ayat : “ Hattaa Zurtumul Maqaabir “ ( Kamu telah
dilalaikan hingga kamu masuk lian kubur., maka menjeritlah pemuda tersebut dan
langsung jatuh. Ketika shalat telah selesai, meraka dapati pemuda tersebut telah meninggal dunia.
Mereka menganggap pemuda tersebut meninggal dalam apunan dan magfirah Allah SWA
alias khusnul khotimah berbanding terbalik dengan Abdah bin Abdurrahiim sang
mujahida dan Hafidz yang meninggal dalam
keadaan suul khotimah..
Mudah mudah Allah SWA. Mengampuni dosa kita semua. Aamiin
(Kultum Penulis di Pengajian DA ,Februari
2020)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar