Senin, 30 Maret 2020

GODAAN WANITA


Kisah  Orang Yang Suul Khotimah dan Khusnul Khotimah Dalam Sejarah

Hadirin yg berbahagia,pada  kesempatan kultum kali ini saya  akan berkisah  tentang dua  orang pemuda . Yang pertama   kisah seorang mujahid dan hafidz Quran yang tergoda wanita kafir , karya Dr. Hamid Ath –Thahir dalam buku “ Di bawah Kilatan   Pedang” , kisah  ini terdapat juga dalam  kitab  Al Bidayah wa An- Nihayah Ibnu Katsir.

Kisah Yang kedua   tentang  seorang   pemuda pendosa besar  yang khusnul khotimah  diambil dari kitab karya Al Imam Al Ghazali ,  Mukasyapah Al Qulub.
Sebelum  kita sampai pada kedua kisah tersebut yang  akan membuat kita terperangah dan kaget,  ada baiknya saya  membuat prolog dahulu.Ya seperti pemanasan terlebih dahulu agar kita dapat memahami peristiwa langka tersebut.

Hadirin yang berbahagia, sesungguhnya prilaku manusia itu pada dasarnya dikendalikan oleh dua kekuatan. Yaitu kekuatan napsu dan akal.
Aristoteles filosop Yunani pernah berkata “ manusia itu adalah hewan yang berfikir”. Atau menurut para akhli Mantiq/logika , sering dikatakan “ Al –insan hayawan natiq”. Manusia itu adalah mahluk yang berakal.

Inilah kelebihan manusia dibandingkan dengan mahluk lainnya -  yaitu perpaduan antara dimensi materi yang di dalam filsafat disebut dimensi hewani dengan  dimensi  akal /spiritual. Sementara Malaikat saja hanya memiliki satu dimensi , yaitu dimensi spirtual .
Pertarungan dua kekuatan antara  dimensi hewani  dengan dimensi akal – spiritual  akan terus  berjalan sepanjang  sejarah umat  manusia. Bahkan bisa saja dimensi hewani  yang memenangkan duel abadi ini.

Allah SWA berfirman  dalam QS 12 ayat 53....
“Sesungguhnya napsu itu cenderung mendorong  kepada  kejahatan, kecuali napsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku maha pengampun, maha penyayang.”
Hadirin yang berbahagia, dimensi hewani/napsu  dalam diri manusia  sering distilahkan dengan sebutan ; harta , tahta dan wanita. Tiga hal ini bukan menunjukkan  urutan rangking, bisa saja  napsu kepada  lawan jenis (wanita)  sebagai napsu yang pertama.
Allah SWA menggambarkan kecintaan   manusia kepada  wanita,harta ini dalam  Quran  surat Ali Imron ayat 14.” Dan dijadikan indah dalam pandangan manusia cinta kepada apa yang diinginkan berupa perempuan perempuan, anak-  a anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas, perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang.  Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.

Kesenangan  manusia kepada perempuan yang sangat alami ini Allah akomodasi dalam Al Quran sebagai balasan bagi mereka yang mengikuti Jalan Tuhannya. Setiap Allah menggambarkan surga selalu diikuti dengan pasilitas yang  begitu menarik yaitu bidadari bidadari yang bermata  indah ( hurun in ). Bidadari itu akan dipasangkan kepada  lelaki surga. Menurut satu hadits  dua bidadari untuk satu laki laki. Menurut hadits lain  72 bidadari untuk satu laki laki. Para bidadari itu sebaya dan penuh cinta dengan pasangannya ( uruban atraban )

Napsu sahwat  kepada lawan jenis  kalau tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan malapetaka yang sangat besar. Makanya kita  kaum Adam harus banyak berterima kasih kepada istri istri kita yang telah  berhasil menjinakan dimensi hewani kita. Bisa dibayangkan bagaimana  menderitanya hidup kita bila istri tidak ada disamping kita. Hanya kepadanyalah kita titipkan keturunan kita. Dan hanya kepadanyalah kita berlabuh .......

Hadirin yang berbahagia, sudah banyak contoh dalam kehidupan sehari hari akibat ketidakmampuan mengelola dimensi hewani  akan  berujung penyesalan. Ada guru SMA di Padang  berhubungan dengan muridnya. Ada  kaka perempuan  berhubungan dengan adik laki –lakinya yang masih Sekolah Dasar ,  DLL.

Apakah napsu ini hanya milik kaum Adam? Tidak  juga. Alquran dengan sangat halus menggambarkan bagaiamana  seorang perempuan menggoda laki laki.  Kecintaan dan keriduan seorang  perempuan yang sudah memuncak dengan cara mengunci pintu dan merayu , kemudian berkata.............. Haita laka..... mari mendekatlah kepadaku........ ( QS 12:23)

Sebenarnya bukan hanya perempuan  saja yang menginginkan , lelakinyapun demikian. Allah SWA
Menggambarkan “ Dan sungguh perempuan itu telah bermaksud kepadanya (Yusup) . Dan Yusup pun  bermaksud kepadanya sekiranya dia tidak melihat tanda dari Tuhannya  (QS 12:24). Tanda dari Tuhannya menurut sebagian mufasir, Nabi Yusup melihat  ayahnya  agar menolak ajakan wanita bangsawan tersebut.

Godaan perempuan   paling banyak menjatuhkan kaum Adam di seluruh dunia, hal ini pernah diisyaratkan oleh Nabi.
“ Tidak pernah kutinggalkan setelahku fitnah yang  lebih dahsyat bahayanya bagi kaum pria  yaitu finah/godaan wanita”

Hadirin yang berbahagia, sekarang marilah kita masuk ke inti cerita.
Kisah pertama tentang Hafidz dan Mujahid tergoda wanita
Peritiwa ini terjadi pada  masa tabiin ( 270 H ) Dialah lelaki gagah bernama  Abdah bin Abdurrahiim. Keimanannya tidak diragukan. Adakah di dunia ini seorang mujahid yang hafal Al Quran, terkenal akan keilmuannya, kezuhudannya, ibadahnya, puasa Daudnya serta ketaqwaan  dan keimanannya?

Namun tak disangka terjadi musibah di akhir hidupnya. Dia mati dengan  tidak  membawa iman islamnya.Dia murtad  dan hidup sebagai seorang  Nasrani .Padahal dahulu dia hafal semua isi Al Quran, namu semuanya hilang tak tersisa kecuali dua ayat saja. Inilah kisahnya;

Abdah bin Abdurrahiim  sedang bersama pasukan muslim berperang melawan Pasukan Romawi. Dengan gagah berani dia menebas leher musuh musuhnya untuk dihantarkan ke neraka. Dalam suatu kesempatan dia berperang di dekat benteng musuh. Tiba tiba mata Abdah tertuju dan beradu pandang dengan wanita Romawi  yang cantik jelita  di dalam benteng musuh. Daya pesona dan kecantikan wanita pirang itu begitu dahsat mengobrak abrik hatinya. Begitu bergeloranya asmara laki laki itu sehingga ia tak tahan memendam rasa cinta dan kemudian dia mengirim surat cinta kepada wanita itu.. Isinya kira kira begini...
“ Adinda bagimana caranya agar aku bisa sampai kepangkuanmu?”
Perempuan itu menjawab : “Kakanda, masuklah Agamaku dan aku jadi milikmu”

Syahwat telah memenuhi relung hati Abdah .Ia lupa dan tuli. Ia dibutakan oleh cintanya. Sebagaimana pepatah orang Arab. “ Apabila seorang laki laki telah dilanda cinta asmara yg mendalam , maka hilanglah dua per tiga akalnya”. Demi tubuh cantik dan fana  dia rela tinggalkan agamanya.

Singkat cerita menikahlah  Sang Mujahid dan Hafidz itu dengan wanita pujaannya. Dan kaum muslim
Yang menyaksikan peristiwa ini terguncang. Bagimana mungkin seorang hafidz yang hatinya dipenuhi Al Quran meninggalkan Allah?

Ketika dibujuk untuk tobat ia tak bisa. Ketika ditanyakan kepadanya,”Dimana Al Quran mu yang dahulu?
Ia Menjawab, “Aku telah lupa semua isi Al Quran, kecuali dua ayat saja yaitu ...

“ Orang orang kafir itu seringkali ( nanti di akhirat ) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia ) menjadi orang orang muslim” QS Al Hijr ayat 2
Dan QS  surta Al Hijr ayat 3  “ Biarkanlah mereka ( di dunia ) makan dan bersenang senang dan dilalaikan oleh angan angan kosong ( kosong), maka kelak mereka akan mengetahui ( akibat perbuatan mereka ).

Seolah olah ayat ini adalah hujjah untuk dirinya, kutukan, sekaligus peringatan Allah yang terakhir yang tak dihiraukan. Dan dia hidup bahagia berlimpah  harta dan keturunan bersama kaum nasrani, hingga ajal menjemputnya. Mati dalam keadaan  suul khotimah.

Kisah yang kedua tentang seorang pemuda penggali kubur, yang diambil dari kitab Mukasyafah Al Qulub karangan  Imam Al Ghazali.
Diriwayatkan pada jaman Rasulullah s.aw. Umar bin Khathab, salah seorang sahabat terdekat Rasulullah s.a.w  menangis di depan pintu rumah Rasulullah s.a.w. Mendengar suara Umar bin Khathab di luar, kemudian Rasulullah s.a.w bertanya “ Siapa di luar “ Kemudian Umar menjawab “ Aku Umar, dan bersamaku ada seorang pemuda yang telah membuat hatiku sedih dengan tangisannya”.

Lalu Rasulullah s.a.w memerintahkan Umar agar membawa masuk anak muda tersebut ke dalam . Atas perintah   tersebut, Umar lalu mengajak pemuda  yang datang bersamanya  masuk ke rumah Rasulullah s.a.w sambil  keduanya menangis.

Pemuda itu disuruh duduk di depan Rasulullah s.aw. dan sahabat  Umar duduk di sebelahnya.  Rasulullah s.a.w kemudian bertanya: “ Wahai pemuda , mengapa engkau menangis ?”

Pemuda itu menjawab sambil tetap menangis : “Wahai Rasulullah dosaku sangat besar dan aku takut Allah memurkaiku”
Kemudian Rasulullah  s.a.w. bertanya :  “Apakah engkau telah membunuh seseorang dengan alasan yang tidak benar”
“Tidak ya Rasulullah,” sahut pemuda tersebut sambil tetap menangis. Kemudian rasulullah s,a.w bertanya  lagi : “Apakah engkau telah menyekutukan Allah  atau musyrik “ 
Pemuda itu menjawab :” Tidak ya Rasulullah”  sambil tetap menangis.

Lalu Rasulullah s.a.w bersabda : “Sungguh dosamu sebesar apapun, Allah akan mengampuninya, sekalipun sepenuh langit dan bumi.
“ Sungguh dosaku lebih besar dari itu ya Rasul “ jawab pemuda itu.

Karena Rasulullah s.a.w tidak mengerti  maksud pengakuan dari pemuda itu , akhirnya Rasulullah s.a.w mendesaknya, “ Cobalah katakan dosa pa yang telah  engkau perbuat”
“ Aku malu mengatakannya ya Rasulullah “ kata si pemuda  itu.

Karena Rasulullah terus mendesak pemuda itu untuk mengatakan dosanya secara jujur. Maka dengan persaan malu  dan takut ,pemuda itu menceritakan dosa yang telah dilakukannya.

“Wahai Rasulullah, aku ini seorang penggali kubur, sejak tujuh tahun lalu. Hingga meningggalnya putri dari seorang sahabat Ansor. Melihat kecantikan dan kemontokan tubuhnya, nafsu birahiku memuncak. Setelah kuburan sepi, Aku bongkar kembali kuburnya  dan ku telanjangi mayat gadis itu. Setelah kucumbui nafsu berahiku tak dapat kutahan, lalu kusetubuhi.

Setelah itu saya terkejut dengan ijin Allah  mayat gadis itu berkata, “ Tidakkah engkau malu kepada Allah pada hari Allah menghukum orang orang  yang berbuat zalim, sementara engkau menelanjangiku dan menyetubuhiku. Dan engkau membuatku dalam  keadaan junub di hadapan Allah.

Mendengar pengakuan dari si pemuda itu, Rasulullah s,aw, segera bangkit berdiri dan meninggalkannya, seraya berkata, “ Hai pemuda  fasik, pergilah dan jangan engkau dekati aku. Nerakalah tempatmu kelak “

Pemuda itu pun segera keluar meninggalkan rumah Rasulullah s.w. seraya menangis. Dia berjalan terus berhari hari dan sampailah dia di suatu  padang pasir yang panas dan  luas. Tujuh hari lamanya dia tidak makan dan minum sambil bersujud dan menangis  menyesali perbuatannya. Dan memohin ampun kepada Allah.

“Ya Allah sungguh Engkau Maha Pemurah kepada hamba hamba- Mu dan tiada tersisa harapanku kecuali kepada-Mu. Ya Allah Tuhanku sudilah menerima kehadiranku, kalau tidak datangkanlah api Mu dari sisi- Mu dan bakarlah tubuhku dengan api-Mu di dunia ini daripada  Kau bakar  tubuhku di akhirat nanti.”

Setelah  itu Malaikat Jibril  a.s datang kepada Rasulullah s.a.w. Usai menyampaikan salam dari Allah, Jibril a.s berkata: “ Wahai Muhammad , Allah s.w.t bertanya kepadamu, “ Apakah engkau yang menciptakan mahluk?”
Rasulullah s.a.w menjawab, “ Bahkan Dialah ( Allah ) yang menciptakan diriku dan mereka.

Kemudian Jibril bertanya lagi, “Apakah engkau yang memberikan rizku kepada manusia”
Rasulullah s.a.w menjawab: “ Bahkan  Dialah ( Allah ) yangmemberikan rizki kepadaku dan mereka

“Apakah engkau menerima taubat mereka?” Tanya jibril a.s untuk yang  kesekian kalinya bertanya
“Bahkan Dialah yang berhak menerima  tuabat dan mengampuni dosa dosa hamba-Nya” Jawab Rasulullah s.aw.

Jibril a.s lalu berkata. Allah berfirman kepadamu, Telah datang kepadamu seorang hamba-Ku dan dia menerangkan satu dosa dari bebrapa dosanya, maka kamu berpaling ( marah ) kepadanya dari dosanya,  maka bagaimana keadaan orang orang mumin kelak apabila mereka datang dengan dosa yang banyak lagi besar, ibarat gunung yang besar.

Engkau adalah utusan-Ku yang aku utus sebagai rahmat untuk seluruh alam. Maka jadilah kamu orang yang sayang menyayangi pada semua orang  yang beriman, menjadi penolong bagi orang orang yang berdosa dan memaafkan ketelanjuran dan kesalahan  ( hamba-Ku), karena sesungguhnya Aku telah mengampuninya ( menerima taubatnya) dan dosanya.

Kemudian Rasulullah s.aw. mengutus beberapa sahabat untuk menjemput pemuda tadi di padang pasir dan memberi kabar gembira kepadanya akan ampunan Allah  kepadanya atas dosa dosanya.
Kemudian para utusan membawa pemuda tersebut ke hadapan rasulullah. Ketika sampai Rasululllah saat itu sedang shalat maghrib dan  merekapun bermakmum di belakang Rasulullah. S.aw.

Ketika Rasulullah s.aw. membaca  surat  Al Fatihah yang dilanjutkan dengan surat At Takatsur , sesampainya Rasulullah s.aw. pada ayat : “ Hattaa Zurtumul Maqaabir “ ( Kamu telah dilalaikan hingga kamu masuk lian kubur., maka menjeritlah pemuda tersebut dan langsung jatuh. Ketika shalat telah selesai, meraka  dapati pemuda tersebut telah meninggal dunia. Mereka menganggap pemuda tersebut meninggal dalam apunan dan magfirah Allah SWA alias khusnul khotimah berbanding terbalik dengan Abdah bin Abdurrahiim sang mujahida  dan Hafidz yang meninggal dalam keadaan suul khotimah..

Mudah mudah  Allah SWA. Mengampuni dosa kita semua. Aamiin
(Kultum Penulis di Pengajian DA ,Februari 2020)









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahan Ajar Geomorfologi