Jumat, 03 April 2020

Dinamika dan Masalah Kependudukan di Indonesia


1.    DINAMIKA DAN MASALAH KEPENDUDUKAN
   Jenis-jenis piramida penduduk sebagai berikut.
a.Ekspansif, jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur muda. Ciri ini umumnya terdapat di negara yang mempunyai tingkat pertumbuhan penduduk tinggi  akibat dari masih tingginya angka kelahiran dan sudah mulai menurunnya angka kematian. Jadi angka kelahiran lebih tinggi daripada angka kematian. Ciri ekspansif ini terdapat di negara-negara yang sedang berkembang dengan struktur penduduk muda.
b.    Konstruktif, jika sebagian kecil penduduk berada dalam kelompok umur muda. Ciri ini terdapat di negara- negara dimana angka kelahiran turun dengan cepat dan angka kematian rendah. Jadi angka kelahiran lebih kecil daripada angka kematian. Ciri konstruktif ini terdapat di negara-negara maju dengan struktur penduduk tua.
c.Stasioner, jika banyaknya penduduk dalam tiap kelompok umur hampir sama, dan mengecil pada umur tua kecuali pada kelompok umur tertentu. Ciri ini terdapat di negara-negara yang mempunyai tingkat kelahiran dan kematian yang rendah. Jadi angka kelahiran sebanding dengan angka kematian. Ciri stasioner ini  terdapat di negara yang mengalami pertumbuhan penduduk relatif stabil.


Kegunaan piramida penduduk adalah untuk mengetahui struktue umur penduduk dan implikasinya terhadap tuntutan pelayanan kebutuhan dasar penduduk (baik balita, remaja, dewasa, laki-laki dan perempuan, serta lansia) sekaligus melihat potensi tenaga kerja serta memperkirakan kebutuhan menciptakan kesempatan kerja.

2.       Perbedaan pertumbuhan penduduk alami dengan pertumbuhan penduduk total adalah pada penggunaan perhitungan jumlah imigran dan emigran. Pada pertumbuhan penduduk alami, indikator yang digunakan hanya jumlah kelahiran dan kematian, sedangkan pada pertumbuhan penduduk total jumlah imigran dan emigran juga digunakan sebagai indikator dalam perhitungan pertumbuhan penduduk.

3.        Faktor-faktor pronatalitas:
·  Kawin usia muda
·  Tingkat kesehatan
·  Anggapan banyak anak banyak rezeki.

4.       Angka kematian kasar (crude death rate) adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian dari 1.000 penduduk per tahun.
5.       Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan jumlah rata-rata penduduk untuk tiap satuan luas pada suatu wilayah atau negara. Faktor-faktor yang memengaruhi kepadatan penduduk adalah sebagai berikut.
a.       Faktor fisiografis
Penduduk selalu memilih tempat tinggal pada lokasi yang baik, strategis, terdapat tanah yang subur, berelif datar dan halus, cukup air, dan nyaman untuk ditempati.
b.       Faktor biologis
Tingkat pertumbuhan penduduk di setiap daerah berbeda-beda. Hal ini disebabkan adanya perbedaan tingkat kematian, tingkat kelahiran, dan imigrasi.
c.       Faktor kebudayaan dan teknologi
Daerah dengan masyarakat yang memiliki pola pikir modern dan pembangunan fisik yang pesat akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan daerah lain.


6.       Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk atas dasar kriteria tertentu. Misalnya, secara biologis, penduduk dikelompokkan atas berdasarkan jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan.

7.       Usaha pemerintah untuk menaikkan tingkat pendidikan warga negara Indonesia antara lain sebagai berikut.
a.Mengimplementasikan UUD pasal 31 tentang pendidikan.
b.              Membangun sekolah-sekolah baru di daerah terpencil.
c.Mencanangkan program wajib belajar dan gerakan nasional orang tua asuh.
d.              Menambah kuantitas dan kualitas guru.
e.Memberikan beasiswa bagi siswa kurang mampu yang berprestasi.

8.       Contoh-contoh kebijakan umum yang dilakukan pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja adalah sebagai berikut.
a.       Kebijakan di bidang ekonomi dan sosial
Kebijakan ekonomi di bidang ekonomi diterapkan melalui kebijakan fiskal, moneter, dan investasi yang dapat menumbuhkan kesempatan kerja. Sementara pada bidang sosial diterapkan kebijakan kependudukan untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera.
b.       Kebijakan sektor produksi
Kebijakan pada berbagai sektor produksi diusahakan melalui kesempatan kerja dan peningkatan kapasitas produksi industri.
c.       Kebijakan regional (daerah)
Contoh kebijakan di tingkat daerah adalah pengerahan tenaga kerja dari daerah yang berkelebihan ke daerah yang membutuhkan.
d.       Kebijakan khusus
Pemerintah secara khusus menyediakan lapangan kerja bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, terutama masyarakat pedesaan.

9.       Contoh-contoh kebijakan umum yang dilakukan pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja adalah sebagai berikut.
a.       Mengurangi pengangguran di daerah-daerah berpenduduk padat, miskin, dan rawan bencana alam melalui berbagai program pembangunan.
b.       Meningkatkan penyaluran, penyebaran, dan pemanfaatan tenaga kerja melalui Program Penggunaan dan Penyebaran Tenaga Kerja (PPTK) dan bursa tenaga kerja.
c.       Meningkatkan keterampilan tenaga kerja yang berpengaruh pada peningkatan produktivitas melalui program pelatihan keterampilan tenaga kerja.
d.       Meningkatkan hubungan ketenagakerjaan yang mantap dan dinamis, serta membina kesejahteraan buruh dalam kegiatan pembangunan melalui program perlindungan tenaga kerja.

10.   Contoh-contoh masalah kependudukan di Indonesia dan usaha-usaha untuk mengatasinya adalah sebagai berikut.
a.       Jumlah penduduk besar, upaya untuk mengatasinya antara lain sebagai berikut.
· Mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional.
· Menetapkan Undang-Undang Perkawinan yang mengatur batas usia nikah.
· Membatasi pemberian tunjangan anak bagi pegawai negeri dan perwira TNI.
b.       Persebaran penduduk tidak merata, upaya untuk mengatasinya antara lain sebagai berikut.
· Melaksanakan program transmigrasi
· Melaksanakan program pemerataan pembangunan dengan cara mendirikan industri di pinggir kota.
· Menambah sarana dan prasarana umum, seperti transportasi dan pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahan Ajar Geomorfologi