1. DINAMIKA DAN MASALAH KEPENDUDUKAN
Jenis-jenis piramida penduduk sebagai berikut.
a.Ekspansif, jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur muda. Ciri ini
umumnya terdapat di negara yang mempunyai tingkat pertumbuhan penduduk
tinggi akibat dari masih tingginya angka
kelahiran dan sudah mulai menurunnya angka kematian. Jadi angka kelahiran lebih
tinggi daripada angka kematian. Ciri ekspansif ini terdapat di negara-negara
yang sedang berkembang dengan struktur penduduk muda.
b.
Konstruktif, jika sebagian kecil penduduk berada
dalam kelompok umur muda. Ciri ini terdapat di negara- negara dimana angka
kelahiran turun dengan cepat dan angka kematian rendah. Jadi angka kelahiran
lebih kecil daripada angka kematian. Ciri konstruktif ini terdapat di
negara-negara maju dengan struktur penduduk tua.
c.Stasioner, jika banyaknya penduduk dalam tiap kelompok umur hampir sama, dan mengecil
pada umur tua kecuali pada kelompok umur tertentu. Ciri ini terdapat di
negara-negara yang mempunyai tingkat kelahiran dan kematian yang rendah. Jadi
angka kelahiran sebanding dengan angka kematian. Ciri stasioner ini terdapat di negara yang mengalami pertumbuhan
penduduk relatif stabil.
Kegunaan piramida penduduk
adalah untuk mengetahui struktue umur penduduk dan implikasinya terhadap
tuntutan pelayanan kebutuhan dasar penduduk (baik balita, remaja, dewasa,
laki-laki dan perempuan, serta lansia) sekaligus melihat potensi tenaga kerja
serta memperkirakan kebutuhan menciptakan kesempatan kerja.
2.
Perbedaan pertumbuhan penduduk alami dengan pertumbuhan penduduk total
adalah pada penggunaan perhitungan jumlah imigran dan emigran. Pada pertumbuhan
penduduk alami, indikator yang digunakan hanya jumlah kelahiran dan kematian,
sedangkan pada pertumbuhan penduduk total jumlah imigran dan emigran juga
digunakan sebagai indikator dalam perhitungan pertumbuhan penduduk.
3.
Faktor-faktor pronatalitas:
· Kawin usia muda
· Tingkat kesehatan
· Anggapan banyak anak
banyak rezeki.
4.
Angka kematian kasar (crude death rate)
adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian dari 1.000 penduduk per tahun.
5.
Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan jumlah rata-rata penduduk
untuk tiap satuan luas pada suatu wilayah atau negara. Faktor-faktor yang
memengaruhi kepadatan penduduk adalah sebagai berikut.
a.
Faktor fisiografis
Penduduk selalu memilih
tempat tinggal pada lokasi yang baik, strategis, terdapat tanah yang subur,
berelif datar dan halus, cukup air, dan nyaman untuk ditempati.
b.
Faktor biologis
Tingkat pertumbuhan
penduduk di setiap daerah berbeda-beda. Hal ini disebabkan adanya perbedaan
tingkat kematian, tingkat kelahiran, dan imigrasi.
c.
Faktor kebudayaan dan teknologi
Daerah dengan masyarakat
yang memiliki pola pikir modern dan pembangunan fisik yang pesat akan tumbuh
lebih cepat dibandingkan dengan daerah lain.
6.
Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk atas dasar kriteria
tertentu. Misalnya, secara biologis, penduduk dikelompokkan atas berdasarkan
jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan.
7.
Usaha pemerintah untuk menaikkan tingkat pendidikan warga negara Indonesia
antara lain sebagai berikut.
a.Mengimplementasikan UUD
pasal 31 tentang pendidikan.
b.
Membangun sekolah-sekolah baru di daerah terpencil.
c.Mencanangkan program
wajib belajar dan gerakan nasional orang tua asuh.
d.
Menambah kuantitas dan kualitas guru.
e.Memberikan beasiswa bagi
siswa kurang mampu yang berprestasi.
8.
Contoh-contoh kebijakan umum yang dilakukan pemerintah untuk memperluas
kesempatan kerja adalah sebagai berikut.
a.
Kebijakan di bidang ekonomi dan sosial
Kebijakan ekonomi di
bidang ekonomi diterapkan melalui kebijakan fiskal, moneter, dan investasi yang
dapat menumbuhkan kesempatan kerja. Sementara pada bidang sosial diterapkan
kebijakan kependudukan untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera.
b.
Kebijakan sektor produksi
Kebijakan pada berbagai
sektor produksi diusahakan melalui kesempatan kerja dan peningkatan kapasitas
produksi industri.
c.
Kebijakan regional (daerah)
Contoh kebijakan di
tingkat daerah adalah pengerahan tenaga kerja dari daerah yang berkelebihan ke
daerah yang membutuhkan.
d.
Kebijakan khusus
Pemerintah secara khusus
menyediakan lapangan kerja bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah,
terutama masyarakat pedesaan.
9.
Contoh-contoh kebijakan umum yang dilakukan pemerintah untuk memperluas
kesempatan kerja adalah sebagai berikut.
a.
Mengurangi pengangguran di daerah-daerah berpenduduk padat, miskin, dan
rawan bencana alam melalui berbagai program pembangunan.
b.
Meningkatkan penyaluran, penyebaran, dan pemanfaatan tenaga kerja melalui
Program Penggunaan dan Penyebaran Tenaga Kerja (PPTK) dan bursa tenaga kerja.
c.
Meningkatkan keterampilan tenaga kerja yang berpengaruh pada peningkatan
produktivitas melalui program pelatihan keterampilan tenaga kerja.
d.
Meningkatkan hubungan ketenagakerjaan yang mantap dan dinamis, serta
membina kesejahteraan buruh dalam kegiatan pembangunan melalui program
perlindungan tenaga kerja.
10.
Contoh-contoh masalah kependudukan di Indonesia dan usaha-usaha untuk
mengatasinya adalah sebagai berikut.
a.
Jumlah penduduk besar, upaya untuk mengatasinya antara lain sebagai
berikut.
·
Mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional.
·
Menetapkan Undang-Undang Perkawinan yang mengatur batas usia nikah.
·
Membatasi pemberian tunjangan anak bagi pegawai negeri dan perwira TNI.
b.
Persebaran penduduk tidak merata, upaya untuk mengatasinya antara lain
sebagai berikut.
·
Melaksanakan program transmigrasi
·
Melaksanakan program pemerataan pembangunan dengan cara mendirikan industri
di pinggir kota.
·
Menambah sarana dan prasarana umum, seperti transportasi dan pendidikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar