RINGKASAN GEOGRAFI KELAS XI
BIOSFER
Adapun yang mempengaruhi perbedaan persebaran flora
dan fauna adalah:
a.
Faktor Iklim (
klimatik ) misalnya suhu, curah huajan,angina dan kelembaban udara
b.
Faktor Edatik (
tanah ) misalnya struktur tanah, tekstur tanah, kesuburan tanah, jenis tanah
c.
Factor Biotik
(makluk hidup ) misalnya hewan, tumbuhan dan manusia
d.
Faktor Fisiografi misalnya bentuk lahan dan ketinggian
tempat
Persebaran Flora di Dunia
a.
Gurun : persebaranya antara lain di Afrika, Asia ,
Amerika Selatan, dan Australia
b.
Sabana ( padang rumput ) : Amerika Selatan Afrika dan
Australia
c.
Hutan Tropik Basah : Indonesia, Malaysia, Madgaskar,
Afrika, Amerika Selatan, Semenajung Amerika Tengah
d.
Hutan Gugur/meranggas : Amerka dan kepulauan Inggris
e.
Hutan Evergrren : Eropa Bagian Tengah, bagian timur Asia,
Amerika Serikat
f.
Taiga : Erasia dan Amerika Utara antara lintang 45˚ – 47˚
LU
Persebaran fauna di dunia
Persebaran fauna di dunia secara umum dapat dikelompokkan
menjadi :
a.
Kawasan Neotropik : meliputi Amerika Selatan dan Ameika
Tengah. Jenis hewan kelelawar,tapir, kera, alpaca.
b.
Kawasan Austalian : Australia, Selandia Baru, Kepulauan
Pasifik. Jenis hewan kanguru, beruang emu
c.
Kawasan Neartik : meliputi Kawasan Amerika Utara. Jenis
hewan tikus berkantung, kelelawar, kelinci, tupai.
d.
Kawasan Paleartik : meliputi wilayah Eropa, Asia, Afrika.
Jenis hewan kambing, robin, sapi robin
e.
Kawasan Ethiopia
: meliputi wilayah Ethiopia dan Madagaskar. Jenis hewan Badak,Jerapah dan macam
macam burung.
f.
Kawasan Oriental : meliputi wilayah srilanka, India,
Indochina, Indonesia. Jenis hewan
gajah, harimau, oranguta
Persebaran Flora di
Indonesia.
Jenis Flora di Indonesia
secara garis besar di bagi menjadi tiga yaitu flora dataran Sunda, Flora
dataran Sahul, dan Flora Peralihan yang melipoti :
a.
Flora Sumatera – Kalimantan : hutan hujan tropis,
anggrek, meranti, cendawan, paku, mangrove, eboni, mahoni, kamper, kayu besi,
pinus, raflesia.
b.
Flora Jawa – Bali : Hutan Hujan tropis, hutan musim
savana tropik, dan magrove
c.
Flora Wallacea : savana tropis,hutan pegunungan,dan hutan
campuran rotan,meranti,sagu, rempah rempah,cendana, kayu putih.Terdapat di Nusa
Tenggara, Pulau Timor, Sulawesi, Kepulauan Maluku.
d.
Flora Irian Jaya : eucalyptus, nipah, sagu, damar dan
jenis anggrek
Persebaran Fauna di
Indonesia .
Secara garis besar fauna di Indonesia di bagi menjadi
tiga yaitu :
- Fauna Asiatik : Jenis fauna
adalah hewan menyusui yang besar misalnya badak, gajah,harimau, banteng,
tapir, kancil, siamang, trenggiling
- Fauna Peralihan Meliputi : Anoa, Babi rusa, Burung maleo, Komodo.
- Fauna Australis : Kasuari, Cendrawasih, Kakatua, Kuskus, kanguru
Usaha-usaha pelestarian flora
l Melakukan pengawasan secara
ketat, terutama kepada perusak hutan dan penebang liar
l
Melakukan reboisasi terhadap
hutan-hutan gundul
l Melarang penggembalaan yang
merusak hutan
l Menjaga agar tidak terjadi
kebakaran
l Menanam pohon pengganti
setelah pohon ditebang
l Melarang perladangan
berpindah
l Menetapkan hutan lindung
l
Melaksanakan tebang pilih dan
disesuaikan dengan kebutuhan
Faktor
penyebab kemusnahan fauna :
l
Faktor kematian akibat
dari pemangsaan, perburuan, penyakit,
kelaparan, kecelakaan
l
Faktor kesejahteraan :
menyangkut kuantitas dan kualitas lingkungan hidup fauna : makanan, air, tempat
hidup
l Faktor manusia adalah
kegiatan manusia sangat mempengaruhi kehidupan fauna
Usaha perlindungan fauna:
l Membuat Undang-undang
perburuan hewan yang membatasi jenis hewan yang boleh diburu
l Menyediakan habitat yang
sesuai untuk hewan-hewan tertentu secara alamiah dalam suatu areal yang luas
l Mengembangbiakkan
hewan-hewan yang hampir punah dan bila sudah banyak dilepas lagi ke hutan
l Menyediakan makanan secara
alamiah
Fauna
Indonesia – Fauna Asiatis, Peralihan, Australis & Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas
mengenai Fauna Indonesia yang
dimana dalam hal ini meliputi fauna asiatis, peralihan, australis dan contoh,
nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah
ini.
Fauna Indonesia
Daftar Isi
Artikel Ini :
Fauna Indonesia
memiliki keanekaragaman yang tinggi karena wilayahnya yang luas dan
berbentuk
kepulauan tropis.
Keanekaragaman yang tinggi ini disebabkan oleh Garis Wallace, membagi Indonesia
menjadi dua area; zona zoogeografi Asia, yang dipengaruhi oleh fauna Asia, dan
zona zoogeografi Australasia, dipengaruhi oleh fauna Australia. Pencampuran
fauna di Indonesia juga dipengaruhi oleh ekosistem yang beragam di antaranya:
pantai, bukit pasir, muara, hutan bakau, dan terumbu karang.
Masalah ekologi
yang muncul di Indonesia adalah proses industrialisasi dan pertumbuhan populasi
yang tinggi, yang menyebabkan prioritas pemeliharaan lingkungan menjadi
terpinggirkan. Keadaan ini menjadi semakin buruk akibat aktivitas pembalakan
liar, yang menyebabkan berkurangnya area hutan; sedangkan masalah lain,
termasuk tingginya urbanisasi, polusi udara, manajemen sampah dan sistem
pengolahan limbah juga berperan dalam perusakan hutan.
Baca Juga
Artikel yang Mungkin Berkaitan : Flora Dan Fauna
Asal Fauna
Indonesia
Asal mula fauna
Indonesia sangat dipengaruhi oleh aspek geografi dan peristiwa geologi di
benua Asia dan Australia. Pada zaman purba, pulau Irian (New Guinea) tergabung
dengan benua australia.
Hughasiusilum
Nama dari benua
Ausralia 12.000.000 tahun yang lalu untuk sebagai landasan benua Australia yang
akan dibentuk dari batuan yang umurnya muda yaitu kurang dari 2 juta tahun.
Benua Australia
membentuk superbenua yang dinamakan superbenua selatan Gondwana. Superbenua ini
mulai terpecah 140 juta tahun yang lalu, dan daerah New Guinea (yang dikenal
sebagai Sahul) bergerak menuju khatulistiwa. Akibatnya, hewan di New
Guinea berpindah ke benua Australia dan demikian pula sebaliknya,
menimbulkan berbagai macam spesies yang hidup di berbagai area hidup dalam
ekosistem. Aktivitas ini terus berlanjut dua daerah ini benar-benar terpisah.
Di lain pihak,
pengaruh benua Asia merupakan akibat dari reformasi superbenua Laurasia, yang
timbul setelah pecahnya Rodinia sekitar 1 milyar tahun yang lalu. Sekitar 200
juta tahun yang lalu, superbenua Laurasia benar-benar terpisah, membentuk
Laurentia (sekarang Amerika) dan Eurasia.
Pada saat itu,
sebagian wilayah Indonesia masih belum terpisah dari superbenua Eurasia.
Akibatnya, hewan-hewan dari Eurasia dapat saling berpindah dalam wilayah
kepulauan Indonesia, dan dalam ekosistem yang berbeda, terbentuklah
spesies-spesies baru.
Pada abad ke-19,
Alfred Russel Wallace mengusulkan ide tentang Garis Wallace, yang merupakan
suatu garis imajiner yang membagi kepulauan Indonesia ke dalam dua daerah,
daerah zoogeografis Asia dan daerah zoogeografis Australasia (Wallacea).
Garis tersebut
ditarik melalui kepulauan Melayu, di antara Kalimantan (Borneo) dan Sulawesi
(Celebes); dan di antara Bali dan Lombok. Walaupun jarak antara Bali dan
Lombok relatif pendek, sekitar 35 kilometer, distribusi fauna di sini sangat
dipengaruhi oleh garis ini. Sebagai contoh, sekelompok burung tidak akan mau
menyeberang laut terbuka walaupun jaraknya pendek.
Baca Juga
Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian,
Proses Terjadinya Dan Macam Jenis Hutan Di Indonesia
Fauna
Asiatis (Indonesia Bagian Barat)
Fauna Asiatis adalah Fauna
tipe Asiatis disebut juga fauna dataran sunda. Penyebaran Fauna Asiatis
terdapat sebelah barat yang meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali.
Jenis Fauna Asiatis atau contoh hewan asiatis antara lain adalah: Gajah,
Harimau, Badak Bercula Dua, Badak Bercula Satu, Orang Utan, Kancil, Beruang
Madu, Beo, Bekantan atau Kera.
Ciri-Ciri
Fauna Asiatis
Berikut ini terdapat beberapa
ciri-ciri fauna asiatis, terdiri atas:
Mamalia ukuran besar
(hariamau, gajah, tapir).
Berbagai jenis
kera.
Berbagai jenis
ikan air tawar.
Sedikit burung
berwarna (burung enggang) namun banyak yang bersuara merdu dengan ukuran kecil
sampai sedang (burung parkit).
Berbagai jenis
reptil.
Fauna endemik
(badak bercula satu, burung merak, jalak bali, orang utan).
Tidak ada
binatang berkantung.
Contoh
Fauna Asiatis Beserta Gambar
Berikut ini terdapat beberapa
contoh fauna asiatis beserta gambar, terdiri atas:
Mamalia
Paparan Sunda memiliki spesies
berjumlah total 381. Dari jumlah itu, 173 di antaranya merupakan spesies
endemik daerah ini. Sebagian besar dari spesies-spesies ini terancam
keberadaannya. Dua spesies orangutan, Pongo pygmaeus(orangutan Kalimantan)
dan Pongo abelii (orangutan Sumatra)
termasuk dalam daftar merah IUCN. Mamalia terkenal lain, seperti kera berhidung
panjang Kalimantan (Nasalis larvatus), badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis), dan Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) juga sangat terancam
jumlah populasinya.
Contoh Gambar Badak Bercula Satu
Contoh Gambar Badak Bercula Dua
Contoh Gambar Gajah Sumatera
Contoh Gambar Orang Utan
Contoh Gambar Bekantan
Contoh Gambar Harimau Sumatera
Contoh Gambar Tapir
Burung
Menurut Konservasi
International, sebanyak 771 spesies unggas terdapat di paparan Sunda. Sebanyak
146 spesies merupakan endemik daerah ini. Pulau Jawa dan Bali memiliki paling
sedikit 20 spesies endemik, termasuk Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dan Cerek Jawa (Charadrius javanicus).
Berdasarkan data dari Burung
Indonesia, jumlah jenis burung di Indonesia sebanyak 1598 jenis . Dengan ini
membawa Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara yang memiliki jumlah
jenis burung terbanyak se-Asia. Sejak tahun 2007, Burung Indonesia secara
berkala memantau status keterancaman dari burung-burung terancam punah yang
berada di Indonesia berdasarkan data dari BirdLife International. Tahun
2007-2009 terjadi penurunan status keterancaman burung secara berturut-turut
mulai dari 119 jenis (2007), 118 jenis (2008), dan 117 jenis (2009).
Baca Juga Artikel yang
Mungkin Berkaitan : Konsep Geografi
Contoh Gambar
Burung Enggang
Contoh Gambar
Burung Parkit
Contoh Gambar
Burung Jalak Bali
Contoh Gambar
Burung Beo
Reptil dan
Amfibia
Sebanyak 449 spesies dari 125 genus reptil diperkirakan hidup
di paparan Sunda. Sebanyak 249 spesies dan 24 genus di antaranya adalah
endemik. Tiga famili reptil juga merupakan endemik di wilayah ini:
Anomochilidae, Xenophidiidae and Lanthanotidae. Famili Lanthanotidae diwakili
oleh earless monitor (Lanthanotus borneensis), kadal coklat Kalimantan yang sangat langka dan jarang
ditemui. Sekitar 242 spesies amfibia dalam 41 genus hidup di daerah ini.
Sebanyak 172 spesies, termasuk Caecilian dan enam genus adalah endemik.
Contoh Gambar
Kadal Coklat Kalimantan
Ikan
Sebanyak hampir 200 spesies baru ditemukan di daerah ini
dalam sepuluh tahun terakhir. Sekitar 1000 spesies ikan diketahui hidup
di dalam sungai, danau, dan rawa-rawa di paparan Sunda. Kalimantan mempunyai
sekitar 430 spesies, dan sekitar 164 di antaranya diduga endemik. Sumatra
memiliki 270 spesies, sebanyak 42 di antaranya endemik. Ikan arwana emas (Scleropages formosus) yang cukup terkenal merupakan contoh ikan di daerah ini.
Contoh Gambar
Ikan Arwana Emas
2. Fauna Peralihan (Indonesia Bagian Tengah)
Pada fauna yang terdapat di daerah ini memiliki ciri khusus
yang berbeda dengan fauna dengan Asia dan Australia karena merupakan peralihan
dari fauna Asiatis dan fauna Australis. Adapun contoh fauna peralihan antara
lain seperti: komodo (hewan endemik), burung maleo, kuskus, babirusa dan anoa.
Dan untuk perbedaan karakteristik fauna antara fauna Asiatis (Indonesia Bagian
Barat) dengan fauna peralihan (Indonesia Bagian Tengah) dibatasi dengan garis
khayal yakni garis Wallacea.
Baca
Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Makalah Kingdom Animalia
Ciri-Ciri Fauna Peralihan
Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri fauna peralihan,
terdiri atas:
Hewannya endemic : hewan yang hanya ada di Indonesia
Hewan mirip dengan tipe asia / tipe Australia
Terdapat hewan langka
Binatangnya sebagai sisa hewan purba yang mampu bertahan
Contoh Fauna Peralihan Beserta Gambar
Berikut ini terdapat beberapa contoh fauna peralihan beserta
gambar, terdiri atas:
Mamalia
Wallacea mempunyai sejumlah 223 spesies asli mamalia.
Sebanyak 126 di antaranya merupakan endemik daerah ini. Sebanyak 124 spesies
kelelawar bisa ditemukan di daerah ini. Sulawesi, sebagai pulau terbesar di
daerah ini memiliki jumlah mamalia yang paling banyak.
Sejumlah 136 spesies, 82 spesies dan seperempat genus di antaranya
adalah endemik. Spesies yang luar biasa, seperti anoa (Bubalus depressicornis) dan babi rusa (Babyrousa babyrussa) hidup di pulau ini. Sedikitnya tujuh spesies kera (Macaca spp.) dan lima spesies tarsius (Tarsius spp.) juga merupakan hewan khas daerah ini.
Contoh Gambar
Anoa
Contoh Gambar
Babi Rusa
Contoh Gambar
Kuskus
Contoh Gambar
Monyet Hitam
Contoh Gambar
Beruang Tarsius
Contoh Gambar
Monyet Saba
Contoh Gambar
Kuda Liar Sumbawa
Burung
Lebih dari 700 jenis burung bisa ditemui di Wallacea, dan
lebih dari setengahnya adalah endemik kawasan ini. Di antara 258 genus yang
ada, ada 11%-nya adalah endemik kawasan Wallacea. Sejumlah 16 genus hanya dapat
dijumpai di subkawasan Sulawesi.
Subkawasan Sulawesi terdiri dari pulau utama Sulawesi, dan
pulau-pulau kecil di sekitarnya, termasuk Kepulauan Talaud dan Sangihe di
utara, Pulau Madu di Laut Flores di sebelah selatan, termasuk juga Kep. Togian,
Kep. Banggai, Kep. Tukangbesi, dan Kep. Sula yang menjembatani kekayaan
keragaman burung antara subkawasan Sulawesi dan Maluku.
Baca
Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengetahuan Tentang
Jaringan Tumbuhan
Banyaknya jumlah jenis endemik di subkawasan ini tidak hanya
berasal dari pulau utama Sulawesi tapi juga tersebar di banyak pulau-pulau
kecil di sekitarnya, seperti Serindit sangihe(Loriculus catamene), Seriwang sangihe (Eutrichomyias rowleyi), Gagak banggai (Corvus unicolor), Punggok Togian (Ninox burhani), Gosong sula (Megapodius bernsteinii), Kepudang-sungu sula (Coracina sula), dan Raja-perling sula (Basilornis galeatus).
Sedangkan jenis-jenis endemik pulau Sulawesi meliputi Anis
sulawesi (Cataponera turdoides), Sikatan matinan (Cyornis sanfordi), Julang sulawesi (Aceros cassidix)dan Kangkareng sulawesi (Penelopides exarhatus). Banyak jenis yang hanya terdapat di subkawasan ini adalah
jenis-jenis terancam punah secara global.
Contoh Gambar
Burung Cendrawasih
Contoh Gambar
Burung Maleo Mandar
Contoh Gambar
Burung Raja Udang
Contoh Gambar
Burung Rangkong
Contoh Gambar
Burung Kakak Tua
Contoh Gambar
Burung Nuri
Reptil dan
Amfibia
Dengan 222 spesies, 99 di antaranya endemik, Wallacea
memiliki jenis reptil yang sangat beragam. Di antaranya adalah 118 spesies
kadal yang 60 di antaranya adalah endemik; 98 spesies ular, 37 spesies di
antaranya adalah endemik; lima spesies kura-kura, dua spesiesnya merupakan
endemik; dan satu spesies buaya, buaya Indo-Pasifik (Crocodylus porosus).
Contoh Gambar
Kura-Kura
Contoh Gambar
Buaya Indo-Pasifik
Tiga genus endemik ular yang hanya dapat ditemukan di wilayah
ini: Calamorhabdium, Rabdion, dan Cyclotyphlops. Salah satu reptil yang mungkin paling terkenal di Wallacea
adalah komodo (Varanus komodoensis), yang diketahui keberadaannya hanya di Pulau Komodo, Padar,
Rinca, dan tepi barat Flores.
Contoh Gambar
Ular
Contoh Gambar
Komodo
Sebanyak 58 spesies amfibia khas dapat ditemukan di Wallacea.
Sebanyak 32 spesies di antaranya adalah endemik. Ini menggambarkan kombinasi
elemen katak daerah Indo-Melayu dan Australasia yang mempesona.
Ikan
Ada sekitar 310 spesies ikan tercatat dari sungai-sungai dan
danau-danau Wallacea. Sebanyak 75 spesies di antaranya adalah endemik. Walaupun
masih sedikit yang dapat diketahui mengenai ikan ikan dari Kepulauan Maluku dan
Kepulauan Sunda Kecil, 6 spesies diketahui sebagai endemik. Di pulau Sulawesi,
ada 69 spesies yang diketahui, 53 di antaranya adalah endemik.
Danau Malili di Sulawesi Selatan, dengan kedalamannya yang
kompleks dan arusnya yang deras memiliki paling sedikit 15 jenis ikan
telmatherinid endemik, dua di antaranya mewakili genus endemik, tiga endemik
Oryzia, dua endemik halfbeaks, dan tujuh
endemik gobie.
Invertebrata
Terdapat sekitar 82 spesies kupu-kupu yang ada di daerah
Wallacea, 44 spesies di antaranya adalah endemik. Sejumlah 109 spesies kumbang
juga terdapat di sekitar daerah wilayah ini, 79 di antaranya adalah endemik.
Satu spesies yang mengagumkan dan mungkin merupakan lebah terbesar di dunia,
(Chalicodoma pluto) terdapat di utara Maluku. Serangga yang hewan betinanya bisa
tumbuh sampai 4 cm ini, membangun sarang secara komunal pada sarang rayap di
pepohonan hutan dataran rendah.
Contoh Gambar
Kupu-Kupu
3. Fauna Australis (Indonesia Bagian Timur)
Untuk fauna Indonesia bagian timur ini meliputi hewan-hewan
yang mirip dengan hewan-hewan di Australia, seperti burung kasuari, cendrawasih
dan kangguru. Untuk hewan-hewan tersebut ini hdiup di bagian timur Indonesia
yakni di Papua, sekitar kepulauan Aru dan pulau Halmahera.
Ciri-Ciri Fauna Australis
Terdapat binatang berkantung (kanguru).
Mamalia berukuran kecil (wallaby, possum).
Ikan air tawar dalam jumlah yang sedikit
Banyak jenis burung yang berbulu indah atau memiliki beragam
warna (cendrawasih).
Kadal salamander.
Fauna endemik (cendrawasih, kasuari).
Contoh Fauna Australis Beserta Gambar
Berikut ini terdapat beberapa contoh fauna australis beserta
gambar, terdiri atas:
Contoh Gambar
Alpaka
Contoh Gambar
Bison
Contoh Gambar
Huemul
Contoh Gambar
Kalkun
Contoh Gambar
Simpanse
Diperkirakan
sebanyak 300.000 jenis satwa liar hidup di Indonesia. Beberapa gambar hewan
asli Indonesia tersebut antara lain :
Badak Sumatera
Harimasu Sumatera
Babirusa Sulawesi (Babyrousa celebensis)
Seekor Tapir
Beruang Madu (Helarctos malayanus)
Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis)
Kucing Merah (Pardofelis badia)
Seekor ajag (Cuon alpinus) dewasa
Dari
kelompok hewan mammalia antara lain badak sumatera, harimau sumatera (baca : Kumpulan Gambar Harimau), babirusa, tapir asia, beruang madu, anoa (baca : Anoa Dataran Rendah dan Anoa Pegunungan), kucing merah, dan ajag.
Komodo di tepi pantai
Penyu Tempayan (Caretta caretta)
Buaya Muara (Crocodylus porosus)
Maleo (Macrocephalon maleo)
Burung Mabruk Victoria (Goura victoria)
Burung Merak
Katak Pohon Mutiara (Nyctixalus margaritifer) © Lutfian
Nazar
Ular Sanca Bodo
ANTROPOSFER
1.
Pertumbuhan Penduduk
Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk :
-
Kelahiran (birth)
-
Kematian (death)
-
Imigrasi (In-migration)
-
Emigrasi (Out-Migration)
Ada
dua macam pertumbuhan penduduk
a.
Pertumbuhan Penduduk
Alami :
yaitu selisih antara kelahiran dan kematian
Rumus : Pt = ( L – M )
L : kelahiran
M : Kematian
b.
Pertumbuhan Penduduk
Total :
Yaitu selisih kelahiran dan kematian ditambah selisih imigrasi dan emigrasi
Rumus sederhana yang digunakan untuk mengetahui
pertumbuhan penduduk Total adalah
Pt = ( L – M ) + ( I – E )
- Rendah : Jika pertumbuhannya
kurang dari 1% per tahun
- Sedang : Jika pertumbuhannya
antara 1 – 2% per tahun
- Tinggi : Jika pertumbuhannya
lebih dari 2% per tahun
2.
Laju pertumbuhan Penduduk
Laju pertumbuhan Penduduk
adalah angka yang menunjukkan banyak atau sedikitnya pertumbuhan penduduk tiap
tahun dalam kurun waktu tertentu
Rumus: Pt =
Po ( 1 + r )ⁿ
Menghitung jumlah penduduk lipat
dua kali ( Doubling Time)
70
n
= ---------
r
n = tahun
r
= tingkat pertumbuhan penduduk per tahun
Pt = 5.000.000 ( 1 + 0,9 %)6
=
5.000.000 ( 1 + 0,9/100)6
=
5.000.000 (1 + 0,009)6
=
5.000.000 (1,05523)
=
5.276.149 jiwa
3.
Komposisi Penduduk
Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk
menurut kriteria tertentu, meliputi :
a.
Komposisi Penduduk
menurut jenis kelamin (Sex ratio ) : yaitu perbandingan jumlah penduduk laki laki
dan jumlah penduduk perempuan dalam suatu wilayah dalam waktu tertentu. J
Jumlah laki - laki
Sex ratio = ---------------------------- x 100
Jumlah Perempuan
b.
Komposisi Penduduk
menurut Usia
Komposisi penduduk menurut umur
biasanya dikelompokkan pada jenjang lima tahunan, misalnya 0 – 4 ; 5 - 9 ; 10 – 14 th dan seterusnya sampai 65+
Piramida
Penduduk
1.
Piramida Ekspansi (Piramida Penduduk Muda) : piramida ini
berbentuk Kerucut.
Ciri-ciri :
·
Sebagian besar penduduk berada pada usia muda
·
Tingkat kelahiran bayi tinggi
·
Pertumbuhan penduduk tinggi
2.
Piramida Stasioner piramida ini berbentuk seperi Granat
Ciri-ciri :
1.
Jumlah penduduk pada tiap-tiap kelompok umur hampir sama
dan mengecil pada usia tua
2.
Tingkat kelahiran rendah
3.
Tingkat kematian rendah
4.
Pertumbuhan penduduk
mendekati nol (lambat)
3.
Piramida
Konstruktif (Piramida Penduduk Tua) Bentuk Guci Terbalik
Ciri-ciri :
·
Sebagian besar penduduknya berada pada usia dewasa
·
Tingkat kelahiran < tingkat kematian
·
Pertumbuhan penduduk negatif
·
Angka ketergantungan penduduk tinggi
c.
Komposisi penduduk
geografis: yaitu susunan penduduk berdasar tempat tinggal di desa atau di kota Tempat tinggal yang
sering digunakan dalam komposisi ini adalah tempat tinggal penduduk di desa dan
di kota. Ciri
khas negara agraris seperti Indonesia adalah sebagian besar penduduk tinggal di
desa.
d.
Komposisi penduduk sosial : yaitu susunan penduduk
berdasarkan karakter sosial penduduk misalnya tingkat pendidikan, kesehatan,
status perkawinan
1.
Dependency
Ratio ( Angka Ketergantungan )
Angka
yang menunjukkan besar beban tanggungan dari kelompok usia produktif (15 – 64
th) terhadap usia belum produktif (0 – 14 th) dan usia tidak produktif ( >
64 th )
usia belum produktif (0 – 14 th) dan usia tidak
produktif ( > 64 th
DP =
--------------------------------------------------------------------------------------------
x 100
usia produktif (15 – 64 th)
2.
Mobilitas Penduduk
macam Mobilitas Penduduk
a. Migrasi adalah perpindahan penduduk
dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas
administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi
internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang
relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.
Jenis migrasi adalah pengelompokan migrasi berdasarkan dua dimensi penting dalam analisis migrasi, yaitu dimensi ruang/daerah
(spasial) dan dimensi waktu.
Migrasi internasional adalah perpindahan
penduduk dari suatu negara ke negara lain. Migrasi internasional merupakan
jenis migrasi yang memuat dimensi ruang.
Migrasi internal adalah perpindahan penduduk yang terjadi dalam satu negara, misalnya
antarpropinsi, antarkota/kabupaten, migrasi dari wilayah perdesaan ke wilayah
perkotaan atau satuan administratif lainnya yang lebih rendah daripada
tingkat kabupaten/kota, seperti kecamatan dan kelurahan/desa. Migrasi internal
merupakan jenis migrasi yang memuat dimensi ruang.
Migran menurut dimensi waktu adalah
orang yang berpindah ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap dalam waktu
enam bulan atau lebih.
Migran sirkuler (migrasi musiman) adalah orang yang
berpindah tempat tetapi tidak bermaksud menetap di tempat tujuan. Migran
sikuler biasanya adalah orang yang masih mempunyai keluarga atau ikatan dengan
tempat asalnya seperti tukang becak, kuli bangunan, dan pengusaha warung tegal,
yang sehari-harinya mencari nafkah di kota dan pulang ke kampungnya setiap
bulan atau beberapa bulan sekali.
Migran ulang-alik (commuter) adalah orang yang pergi meninggalkan tempat tinggalnya secara teratur,
(misal setiap hari atau setiap minggu), pergi ke tempat lain untuk bekerja,
berdagang, sekolah, atau untuk kegiatan-kegiatan lainnya, dan pulang ke tempat
asalnya secara teratur pula (missal pada sore atau malam hari atau pada akhir
minggu). Migran ulang-alik biasanya menyebabkan jumlah penduduk di tempat
tujuan lebih banyak pada waktu tertentu, misalnya pada siang hari.
b.
Transmigrasi.
Transmirasi
adalah perpindahan penduduk dari wilayah satu ke wilayah lainya dalam satu Negara dengan
tujuan menetap. Di Indonesia transmigrasi sudah diatur oleh pemerintah melalui
Undandang undang N0 3 tahun 1972
Tujuan
Transmigrasi :
·
Pemerataan penduduk
·
Peningkatan taraf hidup masyarakat
·
Pemerataan pembangunan
·
Pemerataan pemanfaatan sumber daya alam
·
Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa
c.
Urbanisasi
Urbanisasi
adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan menetap.
Faktor
faktor yang mendorong urbanisasi :
·
Sedikit lapangan pekerjaan
·
Menyempitnya lahan pertanian
·
Upah kerja yang sedikit
·
Kurangnya fasilitas pendidikan
Faktor
faktor yang menarik urbanisasi :
·
Lapangan pekerjaan yang banyak
·
Upah kerja yang besar
·
Banyaknya fasilitas hidup
·
Terpenuhinya fasilitas pendidikan dan rekreasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar