Senin, 30 Maret 2020

Ringkasan Geografi Kelas XI


RINGKASAN GEOGRAFI KELAS XI
BIOSFER
Adapun yang mempengaruhi perbedaan persebaran flora dan fauna adalah:
a.       Faktor Iklim ( klimatik ) misalnya suhu, curah huajan,angina dan kelembaban udara
b.      Faktor Edatik ( tanah ) misalnya struktur tanah, tekstur tanah, kesuburan tanah, jenis tanah
c.       Factor Biotik (makluk hidup ) misalnya hewan, tumbuhan dan manusia
d.      Faktor Fisiografi misalnya bentuk lahan dan ketinggian tempat
Persebaran Flora di Dunia
a.       Gurun : persebaranya antara lain di Afrika, Asia , Amerika Selatan, dan Australia
b.      Sabana ( padang rumput ) : Amerika Selatan Afrika dan Australia
c.       Hutan Tropik Basah : Indonesia, Malaysia, Madgaskar, Afrika, Amerika Selatan, Semenajung Amerika Tengah
d.      Hutan Gugur/meranggas : Amerka dan kepulauan Inggris
e.       Hutan Evergrren : Eropa Bagian Tengah, bagian timur Asia, Amerika Serikat
f.       Taiga : Erasia dan Amerika Utara antara lintang 45˚ – 47˚ LU

 

Persebaran fauna di dunia
Persebaran fauna di dunia secara umum dapat dikelompokkan menjadi :
a.       Kawasan Neotropik : meliputi Amerika Selatan dan Ameika Tengah. Jenis hewan kelelawar,tapir, kera, alpaca.
b.      Kawasan Austalian : Australia, Selandia Baru, Kepulauan Pasifik. Jenis hewan kanguru, beruang emu
c.       Kawasan Neartik : meliputi Kawasan Amerika Utara. Jenis hewan tikus berkantung, kelelawar, kelinci, tupai.
d.      Kawasan Paleartik : meliputi wilayah Eropa, Asia, Afrika. Jenis hewan kambing, robin,  sapi robin
e.       Kawasan Ethiopia : meliputi wilayah Ethiopia dan Madagaskar. Jenis hewan Badak,Jerapah dan macam macam burung.
f.       Kawasan Oriental : meliputi wilayah srilanka, India, Indochina, Indonesia. Jenis hewan gajah,  harimau, oranguta

Persebaran Flora di Indonesia.
Jenis Flora di Indonesia secara garis besar di bagi menjadi tiga yaitu flora dataran Sunda, Flora dataran Sahul, dan Flora Peralihan yang melipoti :
a.       Flora Sumatera – Kalimantan : hutan hujan tropis, anggrek, meranti, cendawan, paku, mangrove, eboni, mahoni, kamper, kayu besi, pinus, raflesia.
b.      Flora Jawa – Bali : Hutan Hujan tropis, hutan musim savana tropik, dan magrove
c.       Flora Wallacea : savana tropis,hutan pegunungan,dan hutan campuran rotan,meranti,sagu, rempah rempah,cendana, kayu putih.Terdapat di Nusa Tenggara, Pulau Timor, Sulawesi, Kepulauan Maluku.
d.      Flora Irian Jaya : eucalyptus, nipah, sagu, damar dan jenis anggrek

Persebaran Fauna di Indonesia .
Secara garis besar fauna di Indonesia di bagi menjadi tiga yaitu :
  1. Fauna Asiatik : Jenis fauna adalah hewan menyusui yang besar misalnya badak, gajah,harimau, banteng, tapir, kancil, siamang, trenggiling
  2. Fauna Peralihan Meliputi : Anoa, Babi rusa, Burung maleo,  Komodo.
  3. Fauna Australis : Kasuari, Cendrawasih, Kakatua, Kuskus, kanguru
Usaha-usaha pelestarian flora
l  Melakukan pengawasan secara ketat, terutama kepada perusak hutan dan penebang liar
l  Melakukan reboisasi terhadap hutan-hutan gundul
l  Melarang penggembalaan yang merusak hutan
l  Menjaga agar tidak terjadi kebakaran
l  Menanam pohon pengganti setelah pohon ditebang
l  Melarang perladangan berpindah
l  Menetapkan hutan lindung
l  Melaksanakan tebang pilih dan disesuaikan dengan kebutuhan

Faktor penyebab kemusnahan fauna :
l  Faktor kematian akibat dari  pemangsaan, perburuan, penyakit, kelaparan, kecelakaan
l  Faktor kesejahteraan : menyangkut kuantitas dan kualitas lingkungan hidup fauna : makanan, air, tempat hidup
l  Faktor manusia adalah kegiatan manusia sangat mempengaruhi kehidupan fauna

Usaha perlindungan fauna:
l  Membuat Undang-undang perburuan hewan yang membatasi jenis hewan yang boleh diburu
l  Menyediakan habitat yang sesuai untuk hewan-hewan tertentu secara alamiah dalam suatu areal yang luas
l  Mengembangbiakkan hewan-hewan yang hampir punah dan bila sudah banyak dilepas lagi ke hutan
l  Menyediakan makanan secara alamiah


Fauna Indonesia – Fauna Asiatis, Peralihan, Australis & Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Fauna Indonesia yang dimana dalam hal ini meliputi fauna asiatis, peralihan, australis dan contoh, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.
Fauna Indonesia
Daftar Isi Artikel Ini :
Fauna Indonesia memiliki keanekaragaman yang tinggi karena wilayahnya yang  luas dan berbentuk
kepulauan tropis. Keanekaragaman yang tinggi ini disebabkan oleh Garis Wallace, membagi Indonesia menjadi dua area; zona zoogeografi Asia, yang dipengaruhi oleh fauna Asia, dan zona zoogeografi Australasia, dipengaruhi oleh fauna Australia. Pencampuran fauna di Indonesia juga dipengaruhi oleh ekosistem yang beragam di antaranya: pantai, bukit pasir, muara, hutan bakau, dan terumbu karang.
Masalah ekologi yang muncul di Indonesia adalah proses industrialisasi dan pertumbuhan populasi yang tinggi, yang menyebabkan prioritas pemeliharaan lingkungan menjadi terpinggirkan. Keadaan ini menjadi semakin buruk akibat aktivitas pembalakan liar, yang menyebabkan berkurangnya area hutan; sedangkan masalah lain, termasuk tingginya urbanisasi, polusi udara, manajemen sampah dan sistem pengolahan limbah juga berperan dalam perusakan hutan.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Flora Dan Fauna

Asal Fauna Indonesia
Asal mula fauna Indonesia sangat dipengaruhi oleh aspek geografi dan peristiwa  geologi di benua Asia dan Australia. Pada zaman purba, pulau Irian (New Guinea) tergabung dengan benua australia.

Hughasiusilum
Nama dari benua Ausralia 12.000.000 tahun yang lalu untuk sebagai landasan benua Australia yang akan dibentuk dari batuan yang umurnya muda yaitu kurang dari 2 juta tahun.

Benua Australia membentuk superbenua yang dinamakan superbenua selatan Gondwana. Superbenua ini mulai terpecah 140 juta tahun yang lalu, dan daerah New Guinea (yang dikenal sebagai Sahul) bergerak menuju khatulistiwa. Akibatnya, hewan di New Guinea berpindah ke benua Australia dan demikian pula sebaliknya, menimbulkan berbagai macam spesies yang hidup di berbagai area hidup dalam ekosistem. Aktivitas ini terus berlanjut dua daerah ini benar-benar terpisah.

Di lain pihak, pengaruh benua Asia merupakan akibat dari reformasi superbenua Laurasia, yang timbul setelah pecahnya Rodinia sekitar 1 milyar tahun yang lalu. Sekitar 200 juta tahun yang lalu, superbenua Laurasia benar-benar terpisah, membentuk Laurentia (sekarang Amerika) dan Eurasia.

Pada saat itu, sebagian wilayah Indonesia masih belum terpisah dari superbenua Eurasia. Akibatnya, hewan-hewan dari Eurasia dapat saling berpindah dalam wilayah kepulauan Indonesia, dan dalam ekosistem yang berbeda, terbentuklah spesies-spesies baru.

Pada abad ke-19, Alfred Russel Wallace mengusulkan ide tentang Garis Wallace, yang merupakan suatu garis imajiner yang membagi kepulauan Indonesia ke dalam dua daerah, daerah zoogeografis Asia dan daerah zoogeografis Australasia (Wallacea).

Garis tersebut ditarik melalui kepulauan Melayu, di antara Kalimantan (Borneo) dan Sulawesi (Celebes); dan di antara Bali dan Lombok. Walaupun jarak antara Bali dan Lombok relatif pendek, sekitar 35 kilometer, distribusi fauna di sini sangat dipengaruhi oleh garis ini. Sebagai contoh, sekelompok burung tidak akan mau menyeberang laut terbuka walaupun jaraknya pendek.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian, Proses Terjadinya Dan Macam Jenis Hutan Di Indonesia

Fauna Asiatis (Indonesia Bagian Barat)

Fauna Asiatis adalah Fauna tipe Asiatis disebut juga fauna dataran sunda. Penyebaran Fauna Asiatis terdapat sebelah barat yang meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Jenis Fauna Asiatis atau contoh hewan asiatis antara lain adalah: Gajah, Harimau, Badak Bercula Dua, Badak Bercula Satu, Orang Utan, Kancil, Beruang Madu, Beo, Bekantan atau Kera.

Ciri-Ciri Fauna Asiatis

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri fauna asiatis, terdiri atas:
Mamalia ukuran besar (hariamau, gajah, tapir).
Berbagai jenis kera.
Berbagai jenis ikan air tawar.
Sedikit burung berwarna (burung enggang) namun banyak yang bersuara merdu dengan ukuran kecil sampai sedang (burung parkit).
Berbagai jenis reptil.
Fauna endemik (badak bercula satu, burung merak, jalak bali, orang utan).
Tidak ada binatang berkantung.

Contoh Fauna Asiatis Beserta Gambar

Berikut ini terdapat beberapa contoh fauna asiatis beserta gambar, terdiri atas:

Mamalia

Paparan Sunda memiliki spesies berjumlah total 381. Dari jumlah itu, 173 di antaranya merupakan spesies endemik daerah ini. Sebagian besar dari spesies-spesies ini terancam keberadaannya. Dua spesies orangutan, Pongo pygmaeus(orangutan Kalimantan) dan Pongo abelii (orangutan Sumatra) termasuk dalam daftar merah IUCN. Mamalia terkenal lain, seperti kera berhidung panjang Kalimantan (Nasalis larvatus), badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis), dan Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) juga sangat terancam jumlah populasinya.

Contoh Gambar Badak Bercula Satu


Contoh Gambar Badak Bercula Dua



Contoh Gambar Gajah Sumatera



Contoh Gambar Orang Utan


Contoh Gambar Bekantan


Contoh Gambar Harimau Sumatera


Contoh Gambar Tapir


Burung

Menurut Konservasi International, sebanyak 771 spesies unggas terdapat di paparan Sunda. Sebanyak 146 spesies merupakan endemik daerah ini. Pulau Jawa dan Bali memiliki paling sedikit 20 spesies endemik, termasuk Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dan Cerek Jawa (Charadrius javanicus).

Berdasarkan data dari Burung Indonesia, jumlah jenis burung di Indonesia sebanyak 1598 jenis . Dengan ini membawa Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara yang memiliki jumlah jenis burung terbanyak se-Asia. Sejak tahun 2007, Burung Indonesia secara berkala memantau status keterancaman dari burung-burung terancam punah yang berada di Indonesia berdasarkan data dari BirdLife International. Tahun 2007-2009 terjadi penurunan status keterancaman burung secara berturut-turut mulai dari 119 jenis (2007), 118 jenis (2008), dan 117 jenis (2009).
Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Konsep Geografi

Contoh Gambar Burung Enggang


Contoh Gambar Burung Parkit


Contoh Gambar Burung Jalak Bali


Contoh Gambar Burung Beo


Reptil dan Amfibia

Sebanyak 449 spesies dari 125 genus reptil diperkirakan hidup di paparan Sunda. Sebanyak 249 spesies dan 24 genus di antaranya adalah endemik. Tiga famili reptil juga merupakan endemik di wilayah ini: Anomochilidae, Xenophidiidae and Lanthanotidae. Famili Lanthanotidae diwakili oleh earless monitor (Lanthanotus borneensis), kadal coklat Kalimantan yang sangat langka dan jarang ditemui. Sekitar 242 spesies amfibia dalam 41 genus hidup di daerah ini. Sebanyak 172 spesies, termasuk Caecilian dan enam genus adalah endemik.


Contoh Gambar Kadal Coklat Kalimantan


Ikan

Sebanyak hampir 200 spesies baru ditemukan di daerah ini dalam sepuluh tahun  terakhir. Sekitar 1000 spesies ikan diketahui hidup di dalam sungai, danau, dan rawa-rawa di paparan Sunda. Kalimantan mempunyai sekitar 430 spesies, dan sekitar 164 di antaranya diduga endemik. Sumatra memiliki 270 spesies, sebanyak 42 di antaranya endemik. Ikan arwana emas (Scleropages formosus) yang cukup terkenal merupakan contoh ikan di daerah ini.

Contoh Gambar Ikan Arwana Emas


2. Fauna Peralihan (Indonesia Bagian Tengah)

Pada fauna yang terdapat di daerah ini memiliki ciri khusus yang berbeda dengan fauna dengan Asia dan Australia karena merupakan peralihan dari fauna Asiatis dan fauna Australis. Adapun contoh fauna peralihan antara lain seperti: komodo (hewan endemik), burung maleo, kuskus, babirusa dan anoa. Dan untuk perbedaan karakteristik fauna antara fauna Asiatis (Indonesia Bagian Barat) dengan fauna peralihan (Indonesia Bagian Tengah) dibatasi dengan garis khayal yakni garis Wallacea.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Makalah Kingdom Animalia

Ciri-Ciri Fauna Peralihan

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri fauna peralihan, terdiri atas:

Hewannya endemic : hewan yang hanya ada di Indonesia
Hewan mirip dengan tipe asia / tipe Australia
Terdapat hewan langka
Binatangnya sebagai sisa hewan purba yang mampu bertahan

Contoh Fauna Peralihan Beserta Gambar

Berikut ini terdapat beberapa contoh fauna peralihan beserta gambar, terdiri atas:

Mamalia

Wallacea mempunyai sejumlah 223 spesies asli mamalia. Sebanyak 126 di antaranya merupakan endemik daerah ini. Sebanyak 124 spesies kelelawar bisa ditemukan di daerah ini. Sulawesi, sebagai pulau terbesar di daerah ini memiliki jumlah mamalia yang paling banyak.

Sejumlah 136 spesies, 82 spesies dan seperempat genus di antaranya adalah endemik. Spesies yang luar biasa, seperti anoa (Bubalus depressicornis) dan babi rusa (Babyrousa babyrussa) hidup di pulau ini. Sedikitnya tujuh spesies kera (Macaca spp.) dan lima spesies tarsius (Tarsius spp.) juga merupakan hewan khas daerah ini.

Contoh Gambar Anoa


Contoh Gambar Babi Rusa


Contoh Gambar Kuskus


Contoh Gambar Monyet Hitam



Contoh Gambar Beruang Tarsius


Contoh Gambar Monyet Saba



Contoh Gambar Kuda Liar Sumbawa


Burung

Lebih dari 700 jenis burung bisa ditemui di Wallacea, dan lebih dari setengahnya adalah endemik kawasan ini. Di antara 258 genus yang ada, ada 11%-nya adalah endemik kawasan Wallacea. Sejumlah 16 genus hanya dapat dijumpai di subkawasan Sulawesi.

Subkawasan Sulawesi terdiri dari pulau utama Sulawesi, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, termasuk Kepulauan Talaud dan Sangihe di utara, Pulau Madu di Laut Flores di sebelah selatan, termasuk juga Kep. Togian, Kep. Banggai, Kep. Tukangbesi, dan Kep. Sula yang menjembatani kekayaan keragaman burung antara subkawasan Sulawesi dan Maluku.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengetahuan Tentang Jaringan Tumbuhan

Banyaknya jumlah jenis endemik di subkawasan ini tidak hanya berasal dari pulau utama Sulawesi tapi juga tersebar di banyak pulau-pulau kecil di sekitarnya, seperti Serindit sangihe(Loriculus catamene), Seriwang sangihe (Eutrichomyias rowleyi), Gagak banggai (Corvus unicolor), Punggok Togian (Ninox burhani), Gosong sula (Megapodius bernsteinii), Kepudang-sungu sula (Coracina sula), dan Raja-perling sula (Basilornis galeatus).

Sedangkan jenis-jenis endemik pulau Sulawesi meliputi Anis sulawesi (Cataponera turdoides), Sikatan matinan (Cyornis sanfordi), Julang sulawesi (Aceros cassidix)dan Kangkareng sulawesi (Penelopides exarhatus). Banyak jenis yang hanya terdapat di subkawasan ini adalah jenis-jenis terancam punah secara global.

Contoh Gambar Burung Cendrawasih


Contoh Gambar Burung Maleo Mandar



Contoh Gambar Burung Raja Udang


Contoh Gambar Burung Rangkong



Contoh Gambar Burung Kakak Tua


Contoh Gambar Burung Nuri


Reptil dan Amfibia

Dengan 222 spesies, 99 di antaranya endemik, Wallacea memiliki jenis reptil yang sangat beragam. Di antaranya adalah 118 spesies kadal yang 60 di antaranya adalah endemik; 98 spesies ular, 37 spesies di antaranya adalah endemik; lima spesies kura-kura, dua spesiesnya merupakan endemik; dan satu spesies buaya, buaya Indo-Pasifik (Crocodylus porosus).

Contoh Gambar Kura-Kura


Contoh Gambar Buaya Indo-Pasifik


Tiga genus endemik ular yang hanya dapat ditemukan di wilayah ini: CalamorhabdiumRabdion, dan Cyclotyphlops. Salah satu reptil yang mungkin paling terkenal di Wallacea adalah komodo (Varanus komodoensis), yang diketahui keberadaannya hanya di Pulau Komodo, Padar, Rinca, dan tepi barat Flores.

Contoh Gambar Ular



Contoh Gambar Komodo


Sebanyak 58 spesies amfibia khas dapat ditemukan di Wallacea. Sebanyak 32 spesies di antaranya adalah endemik. Ini menggambarkan kombinasi elemen katak daerah Indo-Melayu dan Australasia yang mempesona.

Ikan

Ada sekitar 310 spesies ikan tercatat dari sungai-sungai dan danau-danau Wallacea. Sebanyak 75 spesies di antaranya adalah endemik. Walaupun masih sedikit yang dapat diketahui mengenai ikan ikan dari Kepulauan Maluku dan Kepulauan Sunda Kecil, 6 spesies diketahui sebagai endemik. Di pulau Sulawesi, ada 69 spesies yang diketahui, 53 di antaranya adalah endemik.

Danau Malili di Sulawesi Selatan, dengan kedalamannya yang kompleks dan arusnya yang deras memiliki paling sedikit 15 jenis ikan telmatherinid endemik, dua di antaranya mewakili genus endemik, tiga endemik Oryzia, dua endemik halfbeaks, dan tujuh endemik gobie.


Invertebrata

Terdapat sekitar 82 spesies kupu-kupu yang ada di daerah Wallacea, 44 spesies di antaranya adalah endemik. Sejumlah 109 spesies kumbang juga terdapat di sekitar daerah wilayah ini, 79 di antaranya adalah endemik. Satu spesies yang mengagumkan dan mungkin merupakan lebah terbesar di dunia, (Chalicodoma pluto) terdapat di utara Maluku. Serangga yang hewan betinanya bisa tumbuh sampai 4 cm ini, membangun sarang secara komunal pada sarang rayap di pepohonan hutan dataran rendah.

Contoh Gambar Kupu-Kupu


3. Fauna Australis (Indonesia Bagian Timur)

Untuk fauna Indonesia bagian timur ini meliputi hewan-hewan yang mirip dengan hewan-hewan di Australia, seperti burung kasuari, cendrawasih dan kangguru. Untuk hewan-hewan tersebut ini hdiup di bagian timur Indonesia yakni di Papua, sekitar kepulauan Aru dan pulau Halmahera.

Ciri-Ciri Fauna Australis

Terdapat binatang berkantung (kanguru).
Mamalia berukuran kecil (wallaby, possum).
Ikan air tawar dalam jumlah yang sedikit
Banyak jenis burung yang berbulu indah atau memiliki beragam warna (cendrawasih).
Kadal salamander.
Fauna endemik (cendrawasih, kasuari).

Contoh Fauna Australis Beserta Gambar

Berikut ini terdapat beberapa contoh fauna australis beserta gambar, terdiri atas:

Contoh Gambar Alpaka


Contoh Gambar Bison


Contoh Gambar Huemul


Contoh Gambar Kalkun



Contoh Gambar Simpanse



Diperkirakan sebanyak 300.000 jenis satwa liar hidup di Indonesia. Beberapa gambar hewan asli Indonesia tersebut antara lain :
Badak Sumatera
Harimasu Sumatera
Babirusa Sulawesi (Babyrousa celebensis)
Seekor Tapir

Beruang Madu (Helarctos malayanus)
Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis)
Kucing Merah (Pardofelis badia)
Seekor ajag (Cuon alpinus) dewasa

Dari kelompok hewan mammalia antara lain badak sumateraharimau sumatera (baca : Kumpulan Gambar Harimau), babirusatapir asiaberuang madu, anoa (baca : Anoa Dataran Rendah dan Anoa Pegunungan), kucing merah, dan ajag.
Komodo di tepi pantai
Penyu Tempayan (Caretta caretta)
Buaya Muara (Crocodylus porosus)
Maleo (Macrocephalon maleo)

Burung Mabruk Victoria (Goura victoria)
Burung Merak
Katak Pohon Mutiara (Nyctixalus margaritifer) © Lutfian Nazar
Ular Sanca Bodo



ANTROPOSFER
1.      Pertumbuhan Penduduk
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk :
-          Kelahiran (birth)
-          Kematian (death)
-          Imigrasi (In-migration)
-          Emigrasi (Out-Migration)
Ada dua macam pertumbuhan penduduk
a.       Pertumbuhan Penduduk Alami : yaitu selisih antara kelahiran dan kematian
Rumus : Pt =  ( L – M )
L : kelahiran
M : Kematian
b.      Pertumbuhan Penduduk Total : Yaitu selisih kelahiran dan kematian ditambah selisih imigrasi dan emigrasi
Rumus sederhana yang digunakan untuk mengetahui pertumbuhan penduduk Total adalah
Pt  =   ( L – M ) + ( I – E )
-     Rendah : Jika pertumbuhannya kurang dari 1% per tahun
-     Sedang : Jika pertumbuhannya antara 1 – 2% per tahun
-     Tinggi : Jika pertumbuhannya lebih dari 2% per tahun

2.      Laju pertumbuhan Penduduk
Laju pertumbuhan Penduduk adalah angka yang menunjukkan banyak atau sedikitnya pertumbuhan penduduk tiap tahun dalam kurun waktu tertentu
Rumus:    Pt  = Po ( 1 + r )ⁿ
Menghitung jumlah penduduk lipat dua kali ( Doubling Time)
                        70
            n = ---------
                        r
            n = tahun                         
            r = tingkat pertumbuhan penduduk per tahun

Pt         = 5.000.000 ( 1 + 0,9 %)6
            = 5.000.000 ( 1 + 0,9/100)6
            = 5.000.000 (1 + 0,009)6
            = 5.000.000 (1,05523)
            = 5.276.149 jiwa
3.      Komposisi Penduduk
      Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk menurut kriteria tertentu, meliputi :
a.     Komposisi Penduduk menurut jenis kelamin (Sex ratio ) : yaitu perbandingan jumlah penduduk laki laki dan jumlah penduduk perempuan dalam suatu wilayah dalam waktu tertentu. J
                             Jumlah laki - laki
Sex ratio =     ---------------------------- x 100
Jumlah Perempuan

b.    Komposisi Penduduk menurut Usia
Komposisi penduduk menurut umur biasanya dikelompokkan pada jenjang lima tahunan, misalnya 0 – 4 ; 5 -  9 ; 10 – 14 th dan seterusnya sampai 65+
Piramida Penduduk
1.      Piramida Ekspansi (Piramida Penduduk Muda) : piramida ini berbentuk Kerucut.
Ciri-ciri :
·         Sebagian besar penduduk berada pada usia muda
·         Tingkat kelahiran bayi tinggi
·         Pertumbuhan penduduk tinggi
2.      Piramida Stasioner piramida ini berbentuk seperi Granat
Ciri-ciri :
1.      Jumlah penduduk pada tiap-tiap kelompok umur hampir sama dan mengecil pada usia tua
2.      Tingkat kelahiran rendah
3.      Tingkat kematian rendah
4.      Pertumbuhan penduduk mendekati nol (lambat)
3.      Piramida Konstruktif (Piramida Penduduk Tua)  Bentuk Guci Terbalik
Ciri-ciri :
·         Sebagian besar penduduknya berada pada usia dewasa
·         Tingkat kelahiran < tingkat kematian
·         Pertumbuhan penduduk negatif
·         Angka ketergantungan penduduk tinggi
c.       Komposisi penduduk geografis: yaitu susunan penduduk berdasar tempat tinggal  di desa atau di kota Tempat tinggal yang sering digunakan dalam komposisi ini adalah tempat tinggal penduduk di desa dan di kota. Ciri khas negara agraris seperti Indonesia adalah sebagian besar penduduk tinggal di desa.
d.      Komposisi penduduk sosial : yaitu susunan penduduk berdasarkan karakter sosial penduduk misalnya tingkat pendidikan, kesehatan, status perkawinan

1.      Dependency Ratio ( Angka Ketergantungan )
Angka yang menunjukkan besar beban tanggungan dari kelompok usia produktif (15 – 64 th) terhadap usia belum produktif (0 – 14 th) dan usia tidak produktif ( > 64 th )



usia belum produktif (0 – 14 th) dan usia tidak produktif ( > 64 th
DP  =  -------------------------------------------------------------------------------------------- x 100
usia produktif (15 – 64 th)

2.       Mobilitas Penduduk
macam Mobilitas Penduduk
a. Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.
Jenis migrasi adalah pengelompokan migrasi berdasarkan dua dimensi penting dalam analisis migrasi, yaitu dimensi ruang/daerah (spasial) dan dimensi waktu.
Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Migrasi internasional merupakan jenis migrasi yang memuat dimensi ruang.
Migrasi internal adalah perpindahan penduduk yang terjadi dalam satu negara, misalnya antarpropinsi, antarkota/kabupaten, migrasi dari wilayah perdesaan ke wilayah perkotaan atau satuan administratif lainnya yang lebih rendah daripada tingkat kabupaten/kota, seperti kecamatan dan kelurahan/desa. Migrasi internal merupakan jenis migrasi yang memuat dimensi ruang.
Migran menurut dimensi waktu adalah orang yang berpindah ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap dalam waktu enam bulan atau lebih.
Migran sirkuler (migrasi musiman) adalah orang yang berpindah tempat tetapi tidak bermaksud menetap di tempat tujuan. Migran sikuler biasanya adalah orang yang masih mempunyai keluarga atau ikatan dengan tempat asalnya seperti tukang becak, kuli bangunan, dan pengusaha warung tegal, yang sehari-harinya mencari nafkah di kota dan pulang ke kampungnya setiap bulan atau beberapa bulan sekali.
Migran ulang-alik (commuter) adalah orang yang pergi meninggalkan tempat tinggalnya secara teratur, (misal setiap hari atau setiap minggu), pergi ke tempat lain untuk bekerja, berdagang, sekolah, atau untuk kegiatan-kegiatan lainnya, dan pulang ke tempat asalnya secara teratur pula (missal pada sore atau malam hari atau pada akhir minggu). Migran ulang-alik biasanya menyebabkan jumlah penduduk di tempat tujuan lebih banyak pada waktu tertentu, misalnya pada siang hari.
b.      Transmigrasi.
Transmirasi adalah perpindahan penduduk dari wilayah satu ke  wilayah lainya dalam satu Negara dengan tujuan menetap. Di Indonesia transmigrasi sudah diatur oleh pemerintah melalui Undandang undang N0 3 tahun 1972
Tujuan Transmigrasi :
·         Pemerataan penduduk
·         Peningkatan taraf hidup masyarakat
·         Pemerataan pembangunan
·         Pemerataan pemanfaatan sumber daya alam
·         Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa
c.       Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan menetap.
Faktor faktor yang mendorong urbanisasi :
·         Sedikit lapangan pekerjaan
·         Menyempitnya lahan pertanian
·         Upah kerja yang sedikit
·         Kurangnya fasilitas pendidikan
Faktor faktor yang menarik urbanisasi :
·         Lapangan pekerjaan yang banyak
·         Upah kerja yang besar
·         Banyaknya fasilitas hidup
·         Terpenuhinya fasilitas pendidikan dan rekreasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahan Ajar Geomorfologi