Senin, 30 Maret 2020

Materi Geografi Kelas XII

RINGKASAN GEOGRAFI KELAS XII
PETA DAN PEMETAAN
1.    Pengertian peta
Peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkesil sebagamana kenampakan dari atas dengan di tambah tulisan dan simbol simbol.
2.    Fungsi dan tujuan peta
Fungsi peta :
a.    menunjukkan lokasi atau posisi relatif
b.    memeperlihatkan ukuran ( jarak, luas, ketingian )
c.    memperlihatkan bentuk wilayah
d.    mengumpulkan dan menyeleksi data di suatu wilayah
3.    Jenis jenis peta
Berdasarkan Isinya
  1. Peta Umum, yaitu peta yang menggambarkan semua kenampakan yang ada dipermukaan bumi
Contohya : Peta Jawa Tengah Peta Indonesia, , Peta Asia, Peta Dunia
Peta Umum ini terdiri dari beberapa jenis
1)    Peta Topografi : peta yang menggambarkan bentuk pemukaan bumi
2)    Peta Chorografi : Peta yang menggambarkan sebagian wilayah pemukaan bumi
3)    Peta Dunia : Peta yang menggambarkan seluruh permukaan bumi
  1. Peta Khusus/ Tematik, yaitu peta yang menggambarkan satu kenampakan di permukaan bumi.
Contoh : peta curah hujan, peta transportasi, peta kepadatan penduduk, peta irigasi dll.
Bedasarkan Skalanya :
a.    Peta Kadaster : peta yang mempunyai skala 1 : 100 – 1 : 5.000
b.    Peta Skala Besar : peta yang mempunyai skala 1 : 5.000 – 1 : 250.000
c.    Peta Skala Sedang : peta yang mempunyai skala 1 : 250.00 – 1 : 500.000
d.    Peta Skala Kecil: peta yang mempunyai skala 1 : 500.000 – 1 : 1.000.000
e.    Peta Skala Geografis: peta yang mempunyai skala < 1 : 1.000.000

4.    Komponen – komponen Peta
a.    Judul peta : Judul peta dapat mencerminkan isi dan jenis peta. Judul peta bisa diletakan dimana saja asal tidak menutup peta pokok.
b.    Garis astronomis; garis astronomis berfungsi untuk menentukan lokasi atau letak suatu wilayah. Pada ujung atau tepi garis astronomis diberi angka yang menunjukkan besarrnya garis tersebut
c.    Inset : peta kecil yang digambar pada peta pokok, inset menunjukkan posisi peta pad awilayah yang lebih luas atau sebaliknya.
d.    Skala Peta : skala peta adalah perbandinga jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan.
e.    Orientasi : penunjukkan arah/ mata angin/ navigasi. Berdasarkan kesepakatan arah dalam gambar arah utara bagian atas, selatan bagian bawah, timur bagian kanan, barat bagian kiri
f.     Simbol Peta : Simbol peta merupakan tanda tanda yang uum untuk digunakan mewakili keadaan yang sebenarnya.
Macam macam simbol peta :

Simbol menurut sifatnya :
§  Simbol kuAntitatif yaitu simbol yang memuat unsur nilai, angka atau jumlah sustu unsur yang diwakili dan ditampilkan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jarak dan lain lain
§  Simbol kualitatif yaitu simbol yang mewakili obyek yang tidak mencerminkan jumlah,a ngka atau volume. Misalnya batas daerah, letak danlain lain
Simbol menurut bentuknya :
§  Simbol point ( titik ) yaitu simbol yang menandai letak suatu obyek yang diwakili dengan   simbol yang identik dengan bentuk titik ( bulat, segi tiga atau segi empat )
Contoh obyek yang disimbokan dengan titik : ibu kota negara, kota, candi, pasar, gunung dan lain lain
  • Simbolo grafik ( garis ) yaitu simbol yang menandai data geografi yang memiliki bentuk atau ukuran yang memenjang atau berbentuk garis. Simbol ini isa berupa garis tipis, garis tebal, garis putus putus atau garis sejajar. Contoh obyek yang disimbolkan garis misalnya sungai, jalan setapak, jalan raya, batas negara, batas wlayah, garis pantai
  • Simbol area ( wilayah ) yaitu simbol yang menandai data geografi yang mempunyai ukuran luasan. Simbol luas dapat menunjukan obyek yang areal. Contoh obyek yang disimbolkan area adalah sawah, gurun, danau, rawa, hutan dan lain lain

g.    Legenda : : legenda adalah keterangan keterangan dari simbol yang tergambar dalam peta
h.    Warna Peta : :  Warna peta digunakan untuk membedakan antara fenomena atau obyek yang satu dengan lain. Selain menggunakan warna peta yang berbeda peta juga menggunakan warna gradual ( bertingkat ). Misalnya warna biru tua untuk laut yang dalam semakin terang wananya semakin dangkal.
i.      Lettering ( tulisan ) Lettering adalah tulisan pada peta yang memberikan penjelasan terhadap kenampakan obyek didalam peta

5.    Skala Peta.
Ada tiga macam skala peta yaitu :
a.    Skala Numerik/ pecahan yaitu skala peta yang menggunakan angka pecahan.
Contohnya 1 : 100.000 atau 1/100.000 artinya 1 cm jarak di peta sama dengan 100.000 cm jarak sebenarnya.
b.    Skala Grafis/ Garis adalah skala peta yang menggunakan garis yang diberi angka dengan satuan yang berbeda.
Contoh :
                        0                1                2               3                4             5 cm
 


0               1                2                3              4               5   km 
Atinya setiap 1 cm di peta sama dengan 1 km jarak sebenarnya
c.    Skala verbal / Inci yaitu skala peta yang menggunakan perbandingan satuan inci dengan satua mil
Contonya 1 : 4  artinya setiap 1 inci jarak dipeta sama dengan 1 mil jarak sebenarnya
Catatan 1 inci        = 2,5 cm
               1 mil       = 1,6 km

6.    Prinsip Dasar Pembuatan Peta
Peta yang baik harus memenuhi syarat yaitu :
a.    konform : bentuk harus sama dengan keadaan sebenarnya
b.    equidistant : jarak harus sama dengan keadaan sebenarnya setelah disesuaikan dengan skala
c.    equivalent : luas harus sama dengan keadaan sebenarnya setelah disesuaikan dengan skala.

7.    Cara pengukuran jarak dan arah dalam Peta.
  1. Pengukuran Jarak
Untuk mengukur jarak lurus sebenarnya kita harus mengetahui skala peta lebih dahulu, jika jaraknya berbelok belok ( sungai, jalan ) maka diperlukan benag yang diletakkan pada gambar sesuai dengan bentuknya, kemudia kita panjangkan dan diukur.
  1. Arah.
Untuk menentukan arah diperlukan Magnetik Azimuth yaitu pengukuran sudut dari arah utara searah dengan jarum jam, yang besarnya 0 - 360˚
                                             U
                                                         TL           
 



                     B                      A                      T

                                             S


Azimut TL terhadap A adalah 45˚
Azimut T   terhadap A adalah 90˚
Azimut S   terhadap A adalah 180˚
Azimut B   terhadap A adalah 270˚
8. Memperbesar dan memperkeci Peta.
Beberapa cara memperbesar dan memperkecil peta .
a.      Dengan sistem grid bujur sangkar/sistem dam
b.      Dengan alat pantograf
c.      Dengan foto copy
d.      Dengan sofware Arcview

1.    Proyeksi Peta
Proyeksi peta adalah cara memindahkan gambar dari bola bumi kebidang datar ( peta )
Macam-macam Proyeksi
  1. Proyeksi Zenithal / Azimuthal : Bidang proyeksinya berupa bidang datar, sesuai untuk daerah kutub
  2. Proyeksi Silinder : Bidang proyeksinya berupa tabung, paling bagus untuk wilayah equator
  3. Proyeksi Kerucut / Conical: bidang proyeksi berupa kerucut, sesuai untuk daerah lintang sedang

Hasil perubahan bidang lengkung
menjadi bidang datar
Merubah bidang lengkung
menjadi bidang datar
Bangun berbentuk bola/bumi



2.    Peta Kontur.
Peta kontur adalah peta yang menggambarkan ketinggian tempat dengan menggunakan garis kontur. Garis kontur adalah garis  pada peta yang menghubungkan titik titik yang mempunyai ketinggian sama.
Cara menentukan skala peta kontur;


                 1
Ci = -----------------x penyebut skala
           2000
Ci : kontur interval ( selisih ketinggian antara garis satu dengan lainya )

PENGINDERAAN JAUH DAN SIG
Komponen Penginderaan Jauh
a.    Sumber Tenaga
Dalam penginderaan jauh digunakan dua tenaga yaitu tenaga alamiah misalnya matahri dan sinar rembulan, disebut dengan penginderaan jauh pasif. Sedangkan penginderaan jauh yang menggunakan sinar buatan dinamakan penginderaan jauh aktif.
b.    Obyek.
Obyek merupakan sasaran dalamm penginderaan jauh, obyek meliputi atmosfer, hidrosfer, lithosfer, dan biosfer. Obyek yang daya pantulnya tinggi akan terlehat cerah dalam citra.
c.    Sensor.
Sensor merupakan alat perekam obyek yang dipasang pada wahana ( pesawat terbang, balon udara satelit ).
Berdasarkan perekamanya sensor di bedakan menjadi dua macam :
  • Sensor Fotografik : merupakan sensor kamera yang bekerja pada spektrum tampak mata dan menghasilkan citra atau foto udara.
  • Sensor Elektromagnetik : merupakan sensor yang bekerja  secara elektrik dengan menggunakan komputer. Citra yang dihasilkan adalah citra penginderaan jauh.
d.    citra
Citra adalah gambaran obyek yang dihasilkan oleh sensor. Benda yang terekam pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam pada sensor. Tiga ciri yang terekam oleh sensor adalah ciri spasial, temporal,spektral. Ciri spasial meliputi : bentuk, ukuran, bayangan, pola, tekstur, situs,dan asosiasi. Ciri Temporal meliputi ; umur obyek dan waktu perekaman. Ciri Spektral meliputi : rona dan warna. Rona adalah ting kecerahan dan kegelapan obyek. Sedangkan warna adalah wujud yang nampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit.
Secara umum citra dapat di bagi 2, yaitu citra foto dan citra non foto.
Citra Foto
Citra foto adalah gambaran obyek yang dihasilkan alat sensor kamera. Alat sensor tersebut dapat disimpan dalam pesawat udara atau satlit.
Macam macam citra foto :
  1. Berdasarkan spektrum elektromagnetik.
·         Foto ultraviolet adalah foto Yang dibuat menggunakan spektrum ultraviolet ( panjang gelombang 0,1 – 0,4 mikron )
·         Foto Ortokromatik adalah citra foto yang menggunakan sinar tampak mulai warna biru sampai warna hijau ( 0,4 – 0,56 mikron )
·         Foto Pankromatik, dibuat menggunakan semua spektrum tampak mulai warna merah sampai ungu ( 0,4 – 0,7 mikron )
·         Foto Inframerah , dibuat dengan menggunakan spektrum infra merah ( 0,7 -30 mikron )
  1. Berdasarkan sumbu kameranya.
·         Foto  vertikal : menggunakan sumbu tegak
·         Foto condong : menggunakan sumbu miring
  1. Berdasarkan Jenis kameranya.
·         Foto tunggal : citra hasil rekaman kamera tunggal
·         Foto Jamak : beberapa citra kamera merekam obyak yang sama
  1. Berdasarkan Wahana yang digunakan.
·         Foto udara : menggunakan wahana pesawat atau balon udara
·         Foto satelit : menggunakan wahana satelit.
  1. Berdasarkan warna yang digunakan.
·         Foto hitam putih
·         Foto warna asli
·         Foto warna semu
Citra Non Foto
Citra non foto adalah citra yang dibuat dengan menggunakan sensor bukan kamera.
Macam macam citra non foto :
a.    Berdasarkan spektrum elektromagnetik
·         Citra Infra Merah : citra yang menggunakan spektrum infra merah termal
·         Citra Radar : citra yang di buat dengan menggunakan gelombang mikro.
b.    Berdasarkan Sensor yang digunakan
·         Citra tunggal : dibuat dengan sensor tunggal
·         Citra multispektral : dibuat menggunakan sensor saluran jamak
c.    Berdasarkan wahanaya
·         Citra Dirgantara : Menggunakan wahana yang beroperasi di udara
·         Citra Satelit : di buat di antariksa atau angkasa luar.
Interpretasi Citra.
Interpretasi citra adalah suatu cara menafsirkan obyek yang ada pada citra.
Unsur unsur interpretasi citra
  1. Rona dan warna : Rona adalah tingkat kecerahan dan kegelapan obyek. Sedangkan warna adalah wujud yang nampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit.
    • Obyek yang berupa air ronanya gelap
    • Lereng curam rona gelap
    • Warna gelap ronanya gelap
  2. Bentuk : kerangka suatu obyek. Misalnya ; bulat, segi tiga, segi empat, bintang, bangunan berbentuk L, U, T, I
  3. Ukuran ; atribut obyek antara lain panjang, luas, lebar, volume, tinggi, kemiringan lerang. Misalnya lapangan sepak bola berukuran 80m x 100m, kemiringan lereng 45%
  4. Tekstur : tingkat kehalusan dan kekasaran obyek. Misal rumput tekstur halus, tanaman jagung tekstur sedang, pohon beringin tekstur kasar.
  5. Pola : susunan keruangan suatu obyek. Misalnya memanjang, melingkar, memusat, menyebar, petak petak.
  6. Bayangan : menyembunyikan suatu obyek karena cahaya. Misalnya cerobong asap,menara, lereng, tembok stadion
  7. Situs : letak suatu obyek terhadap obyek lainya. Misalnya situs kebun kopi terletak di daerah miring karena tanaman kopi memerlukan pengaturan air yang baik, pola pemukiman memanjang pada umumnya dekat dengan sungai, jalan atau pantai.
  8. Asosiasi : keterkaitan obyek satu dengan lainya. Misalnya lapangan sepak bola dengan gawang, rel kerta api denga stasiun, tiang bendera dengan perkantoran atau sekolahan

Berbagai pemanfaatan Penginderaan Jauh.
  1. Di bidang kelautan ( Seasat dan MOSS)
    • Pengamatan sifat fisis air laut
    • Pasang surut air laut
    • Arus laut dan gelombang laut
    • Pemetaan pantai dan perubahanya
    • Abrasi dan sedimentasi
  2. Di bidang Hidrologi ( Landsat, SPOT)
·         Pemantauan Daerah Aliran Sunga ( DAS )
·         Pemantauan daerah banjir
·         Pengamatan pola aliran sungai
·         Pengamatan sedimentasi dan erosi
  1. Di bidang Klimatologi ( NOOA, Meteor, GMS )
·         Pengamatan cuaca dan iklim
·         Pemetaan iklim dan cuaca
·         Perubahan cuaca dan iklim
  1. Di bidang sumber daya alam dan lingkungan ( Landsat, Soyuz,SPOT)
·         Pemanfaatan lahan
·         Pengamatan lahan yang rusak
·         Pengamatan lahan kritis
·         Pemetaan sumber daya alam
·         Pemetaan perahanan dan keamanan
·         Perencanaan pembangunan
  1. Di bidang angkasa ( Ranger, Viking, Luna,Venera )
·         Penelitian tentang planet
·         Pengamatan benda angkasa


1.    Sistem Informasi Geografi ( SIG )
SIG suatu sistem yang bertugas untuk mengumpulkan, mengelola, dan menyajikan informasi, kenampakan, gejala dan potensi muka bumi yang diperoleh dari masukan ( input ) data tersebut dan data penginderaan jauh.
Tahapan SIG
Tahapan SIG meliputi : input ( masukan )Proses, output ( keluaran )
Input adalah pengumpulan data obyek material geografi yang mendukung dan dapat dimasukkan kedalam topik geografi.
Data input meliputi :
a.    Data Spasial ( keruangan ) : data yang mengecu pada ruang dan lokasi dipermukaan bumi dalam bentuk titik,garis, atau area
b.    Data Teritris ( lapangan ) : data yang diperoleh langsung/ observasi di lapangan.
c.    Data Atribut ( tematik ) : data yang ada pada keruangan, kewilayahan, lokasi, baik yang berupa kualitatif maupun kuantitatif.
d.    Data Statistik : data yang diperoleh dari catatan yang sudah ada. Misalnya data dari BPS.
Pengolahan Data : data yang masuk diproses untuk disimapan dan di panggil lagi secara cepat dan akurat dengan menggunakan koputer, yang dinamakan Data Base Management Subsistem ( DBMS ).
Uotput  : data keluaran yang mmenampilkannatau menghasilkankeluaran seluruh atau sebagian basis data, baik yang berbentuk softcopy maupun hardcopy seperti tabel , tabel, gambar peta dan lainya.

Komponen SIG.
Komponen Sig meliputi :
a.    Perangkat keras (hardware), misalnya monitor, cpu, keyboard,digitzer, scaner, printer, ploter, GPS
b.    perangkat lunak ( software ), misalnya Arcview, ARC/IINFO, AoutoCAD MAP,IDRISI, ER Mapper, Mapindo
c.    Organisasi ( brainware ), misalnya operaator, programer, teknisi, manager,kartografer.
Manfaat SIG
  1. Pemetaan sumber daya alam
  2. Pemetaan daerah pertanian dan perkebunan
  3. Pemetaan daerah perkebunan
  4. Inventarisasi lahan kritis
  5. Inventarisasi lahan hutan
  6. Pemetaan daerah abrasi, sedimentasi di pantai
  7. Inventarisasi sumber daya laut









POLA KERUANGAN DESA DAN KOTA

1.    Pola Keruangan Desa
      Menurut Undang Undang No 5 Tahun 1979 : desa adalah suatu wilayah yang ditempati sejumlah penduduk, sebagai kesatuan masyarakathukum yang mempunyai organisasi pemerintah terendah langsung di bawah camat dan mempunyai hak otonomi dalam ikatan Negara kesatuan republic Indonesia ( NKRI ).
Unsur unsur desa.
Menurut R Bintarto ( 1977 ) unsur desa ada tiga:
  1. Daerah : aspek aspek daerah meliputi lokasi, luas,bentuk lahan,keadaan tanah, keadaan air
  2. Penduduk : meliputi aspek jumlah, persebaran, kepadatan, tingkat kelahiran, tingkat kematian dan lainya
  3. Tata kehidupan : melipti aspek norma, hokum, asdat istiadat,kebiasaan dan lainya.
2.    Klasifikasi Desa
Berdasarkan perkembanganya.
  1. Desa Swadaya ( tradisional )
·         sebagian besar penduduknya masih tergantung pada alam
·         hasil pertanian untuk mencukupi diri sendiri
·         administrasi desa belum dilakukan dengan baik
·         lembaga desa belum berfungsi dengan baik
·         tingkat pendidikan dan produktivitas masih rendah
·         belum mampu mandiri dalam penyelenggraan pemerintahan
  1. Desa Swakarya ( transisi )
·         Sudah mampu menyelenggarakan urusan rumah tangga sendiri
·         Lembaga sosial sudah berfungsi
·         Administrasi pemerintahan sudah dapat berjalan
·         Adat istiadat sedikit longgar
·         Mata pencaharian mulai beragam
·         Sudah melakukan hubungan dengan masyarakt lain
  1. Desa Swasembada ( maju )
·         Saran prasaran sudah lengkap
·         Lembaga sosial dan pemerintahan sudah berjalan dengan baik
·         Administrasi pemerintahan sudah berjalan
·         Hasil sudah diperdagangkan ke masyarakat lain
·         Sudah ada interaksi dengan masyarakat lain
Berdasarkkan sistem mata pencaharian .
  1. Desa Nelayan
  2. Desa Agraris
  3. Desa Industri
3.    Potensi desa
  1. Potensi fisik, meliputi :Penduduk air, tanah, iklim dan angin.
  2. Potensi non Fisik, meliputi : administrasi desa, lembaga lembaga desa,adat istiadat, budaya.
4.    Pola Desa
  1. Pola desa memanjang : pola desa memanjang mengikuti sunga, jalan atau pantai.

 Jalan/ sungai
 




                                                                                                      pemukiman


  1. Pola desa Radial/menyebar : pola desa melingkar mengelilingi fasilitas tertentu.
 



                         Pemukiman
1
 




                                                                                                         Fasilitas tertentu


  1. Pola Desa tersebar ; pola desa ini terjadi pada daerah yang rata dan mepunyai tingkat kesuburan yang sama.





       jalan



                                                                                                       pemukiman

 





5.    Pola keruangan Kota
Kota merupakan suatu wilayah yang digunakan penduduk sebagai pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, social maupun pengembangan budaya yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan mata pencaharian yan heterogen.
6.    Ciri - ciri masyarakat Kota
  1. Hubungan social bersifat gesselschaft ( patembayan ) ; hubungan  jangka pendek untuk kepentingan tertentu.
  2. Bersifat individualis
  3. Masyarakat beraneka ragam ( heterogen )
  4. Cara berfikir rasional
  5. Norma masyarakat tidak begitu ketat
  6. Adanya segregasi keruangan
7.    Penggolongan Kota
  1. Berdasarkan jumlah penduduk
·         Kota kecil jumlah penduduk 20.000 – 50.000 jiwa
·         Kota sedang jumlah penduduk 50.000 – 100.000 jiwa
·         Kota Besar jumlah penduduk 100.000 – 1.000.000 jiwa
·         Kota Metropolitan jumlah penduduk 1.000.000 – 5.000.000 jiwa
·         Kota Megapolitan jumlah penduduk diatas 5.000.000 jiwa
b.    Berdasarkan Perkembanganya.
·         Tahap Eopolis : perkembangan desa yang sudah teratur sehingga daerah tersebut sudah memperlihatkan cirri cirri kota.
·         Tahap Polis : tahapan dimana daerah perkotaan yang masih bercirikan agraris
·         Tahap Metropolis : Tahapan kota yang ditandai sebagian besar penduduknya bermata pencaharian industri
·         Tahap Megalopolis :  Kota yang ditandai perilaku masyarakat yang berorientasi pada materi. Tahapan gabungan dari kota metropolis.
·         Tahap Trianopolis : kota yang ditandai kemacetan lalu lintas, kekacauan pelayanan umum, dan tingkat kriminalitas yang tinggi.
·         Tahap Nekropolis : tahapan kota yang sudah mengalami kehancuran, kota yang sudah di tinggalkan penduduknya ( kota mati ).
8.    Pola penggunaan Lahan Kota.
  1. teori Konsentris ( E.W. Burgess )
1.  Zona Busines Distrik  ( CBD ) : Zona Pusat Kegiatan, wilayah ini merupakan inti kota yang di tandai adanya gedung gedung, pasar, pusat pertokoan, dan fasilitas umum.
2.  Zona Transisi : wilayah industri manufaktur dan pabrik pabrik.
3.  Zona pemukiman Kelas Rendah : merupakan tempat tinggal kaum buruh
4.  Zona Pemukiman Kelas Menengah : tempat tinggal masyarakat kelas menengah.
5.  Zona Pemukiman Kelas Atas : tempat tinggal masyarakat kelas atas
6.  Zona Jalur Batas Desa Kota ( rural urban fringe zona ): daerah pinggiran kota dan banyak dijumpai oleh para penglaju yang umumnya tinggal di daerah pinggiran.
  1. Teori Sektoral ( Humer Hoyt ).
Teori ini menyatakan bahwa pengguna lahann cenderung berkembang berdasarkan sektor sektor dan CBD terletak dipusat kota, tetapi pola penggunaan lahan lainya berkembang menurut sektor sektor yang menyerupai kue tart.
  1. Teori Pusat Inti Ganda ( R D Mc Kenzie ).
Menurut teori ini kota terdiri dari ;
1.    Pusat Kota ( CBD )
2.    Kawasan perdagangan dan industri
3.    Kawasan tempat tinggal masyarakat yang berpenghasilan rendah.
4.    Kawasan tempat tinggal masyarakat yang berpenghasilan menengah
5.    Kawasan tempat tinggal masyarakat yang berpenghasilan tinggi
6.    Pusat industri berat
7.    Kawasan pinggiran yang merupakan pusat perbelanjaan
8.    Kawasan pinggiran yang merupakan daerah masyarakat kelas menengah dan tinggi
9.    Kawasan pinggiran yang merupakan kawasan industri

Gambar : Pola Kota

          
    Teori Konsentris                            Teori Sektoral                                   Teori Inti Ganda

9.    Interaksi Wilayah
Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi (Edward Ullman):
a)    Regional complementary (adanya wilayah yang saling melengkapi)
b)    Intervening opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi)
c)    Space transfer ability (adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang)
Spatial transfer ability, dipengaruhi oleh:
        Jarak antar wilayah
        Biaya angkut / transpor
        Kelancaran transportasi antar wilayah.
10.  Teori Interaksi.
a. Teori Gravitasi
      Rumus:
                   Pa. Pb
          I = k -----------
                   ( Dab)²
Keterangan
      IAB : Kekuatan interaksi antara A dan B
      k : nilai konstanta empiris, = 1
      PA : jumlah penduduk daerah A
      PB : jumlah penduduk daerah B
      dAB : jarak mutlak yang menghubungkan A dan B

b.  Teori Titik Henti (Breaking Point Theory)
Rumus:                      dAB
DA-B = ----------------
            1+ √ Pb/Pa
DA-B         = Jarak lokasi titik henti, yang diukur dari kota  yang jumlah penduduknya lebih kecil
dAB           = jarak antara kota A-B
PA            = jumlah penduduk kota A (yang lebih kecil)
PB                         = jumlah penduduk kota B (yang lebih besar)


  1. Teori Grafik ( K.J. Kansky )
Daerah yang dihubungkan oleh jaringan jalan yang kompleks berarti memiliki pola interaksi keruamgan yang tinggi. Untuk mengetahui kekuatan interaksi suatu wilayah digunakan indeks konektivitas
      Rumus:
           e
α  = ----------
           v
α    = indek konektivitas
e    = jumlah jaringan jalan
v    = jumlah kota dalam satu wilayah


11.  Dampak tarjadinya interaksi desa dan kota
a.    Dapak positif interaksi bagi desa.
·         Tingkat pengetahuan penduduk meningkat
·         Masuknya lembaga pendidikan di desa
·         Hubungan semakin lancar antara desa dan kota
·         Masuknya para ahli dan teknologi mempercepat pembangunan desa.
b.    Dampak positif ineteraksi bagi kota.
·         Tersedianya tenaga kerja
·         Semakin luas pemasaran hasil industri dsri kots
·         Desa merupakan mitra dalam pembangunan kota
·         Desa merupakan sumber bahan baku bagi industri kota
c.    Dampak negatif interaksi bagi desa.
·         Semakin lunturnya kehidupan asli masyarakat desa
·         Semakin kurangnya tenaga kerja di desa
·         Pengaruh budaya kota yang tidak sesuai dengan kepribadian masyarakat desa
  1. Dampak negatif ineraksi bagi kota
·         Meningkatnya kriminalitas karena tekanan ekonomi
·         Banyaknya gelandangan di kota
·         Meningkatnya pemukiman kumuh

12.  Negara Maju dan Negara berkembang.
 Indikator kategorisasi negara maju dan berkembang:
·         Pendapatan per kapita nasional / Gross National Product (GNP)
·         Struktur mata pencaharian dari angkatan kerja
·         Produktivitas per tenaga kerja
·         Jumlah tenaga kerja
·         Kemampuan penguasaan teknologi
·         Angkan harapan hidup
·         Angka kelahiran
·         Angka kematian
·         Penggunaan energi per orang
·         Fasilitas transportasi dan komunikasi per orang
13.  Ciri cirri Negara maju dan berkembang
a.    Negara maju
    • Pendapatan perkapita tinggi
    • Penguasaan teknologi tinggi
    • Tingkat pendidikaan penduduk rata rata tinggi
    • Angka harapan hidup tinggi
    • Angka pertumbuhan penduduk kecil
    • Angka kematian kecil
    • Kehidupan ekonomi bercorak pasar
    • Kegiatan ekonomi sebagian besar di sektor industri
    •  Mayoritas penduduk tinggal di kota
    • Tingkat kesehatan penduduk baik
b.    Negara berkembang .
    • Pendapatan perkapita rendah
    • Tingkat pendidikaan penduduk rata rata rendah
    • Angka harapan hidup rendah
    • Angka pertumbuhan penduduk besar
    • Angka kematian besar
    • Kehidupan ekonomi bercorak agraris
    • Lapangan pekerjaan sedikit
    • Angka pengangguran tinggi
14.  Beberapa wilayah negara maju dan berkembang.
a.    Negara Maju.
·         Kawasan Eropa
·         Amerika Utara : Amerika Serikat dan Kanada
·         Asia : Jepang, China, Korea Selatan, Singapura
·         Australia dan Selandia Baru.
b.    Negara Berkembang.
·         Kawasan Afrika
·         Kawasan Asia
·         Kawasan Amerika Latin
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahan Ajar Geomorfologi