RINGKASAN
GEOGRAFI KELAS XII
PETA DAN
PEMETAAN
1.
Pengertian peta
Peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi
yang diperkesil sebagamana kenampakan dari atas dengan di tambah tulisan dan
simbol simbol.
2.
Fungsi dan tujuan peta
Fungsi peta :
a. menunjukkan lokasi atau posisi relatif
b. memeperlihatkan ukuran ( jarak, luas, ketingian )
c. memperlihatkan bentuk wilayah
d. mengumpulkan dan menyeleksi data di suatu wilayah
3.
Jenis jenis peta
Berdasarkan Isinya
- Peta Umum, yaitu peta yang menggambarkan semua kenampakan yang ada
dipermukaan bumi
Contohya : Peta Jawa
Tengah Peta Indonesia, , Peta Asia, Peta Dunia
Peta Umum ini terdiri
dari beberapa jenis
1)
Peta Topografi : peta yang menggambarkan bentuk pemukaan bumi
2)
Peta Chorografi : Peta
yang menggambarkan sebagian wilayah pemukaan bumi
3)
Peta Dunia : Peta yang
menggambarkan seluruh permukaan bumi
- Peta Khusus/ Tematik, yaitu peta yang menggambarkan satu kenampakan di
permukaan bumi.
Contoh : peta curah hujan, peta transportasi, peta
kepadatan penduduk, peta irigasi dll.
Bedasarkan Skalanya :
a. Peta Kadaster : peta yang mempunyai skala 1 : 100 – 1 : 5.000
b. Peta Skala Besar : peta yang mempunyai skala 1 : 5.000 – 1 : 250.000
c. Peta Skala Sedang : peta yang mempunyai skala 1 : 250.00 – 1 : 500.000
d. Peta Skala Kecil: peta yang mempunyai skala 1 : 500.000 – 1 : 1.000.000
e. Peta Skala Geografis: peta yang mempunyai skala < 1 : 1.000.000
4.
Komponen – komponen Peta
a. Judul peta : Judul peta dapat mencerminkan isi dan jenis peta. Judul peta bisa diletakan dimana saja asal tidak menutup peta pokok.
b. Garis astronomis; garis astronomis berfungsi untuk menentukan lokasi atau
letak suatu wilayah. Pada ujung atau tepi garis astronomis diberi angka yang
menunjukkan besarrnya garis tersebut
c. Inset : peta kecil yang digambar pada peta pokok, inset menunjukkan posisi
peta pad awilayah yang lebih luas atau sebaliknya.
d. Skala Peta : skala peta adalah perbandinga jarak di peta dengan jarak
sebenarnya di lapangan.
e. Orientasi : penunjukkan arah/ mata angin/ navigasi. Berdasarkan kesepakatan
arah dalam gambar arah utara bagian atas, selatan bagian bawah, timur bagian
kanan, barat bagian kiri
f. Simbol Peta : Simbol peta merupakan tanda tanda yang uum untuk digunakan
mewakili keadaan yang sebenarnya.
Macam macam simbol peta :
Simbol menurut sifatnya :
§ Simbol kuAntitatif yaitu simbol yang memuat unsur nilai, angka atau jumlah
sustu unsur yang diwakili dan ditampilkan seperti jumlah penduduk, luas
wilayah, jarak dan lain lain
§ Simbol kualitatif yaitu simbol yang mewakili obyek yang tidak mencerminkan
jumlah,a ngka atau volume. Misalnya batas daerah, letak danlain lain
Simbol menurut bentuknya :
§ Simbol point ( titik ) yaitu simbol yang menandai letak suatu obyek yang
diwakili dengan simbol yang identik
dengan bentuk titik ( bulat, segi tiga atau segi empat )
Contoh obyek yang disimbokan dengan titik : ibu kota
negara, kota, candi, pasar, gunung dan lain lain
- Simbolo grafik (
garis ) yaitu simbol yang menandai data geografi yang memiliki bentuk atau
ukuran yang memenjang atau berbentuk garis. Simbol ini isa berupa garis
tipis, garis tebal, garis putus putus atau garis sejajar. Contoh obyek
yang disimbolkan garis misalnya sungai, jalan setapak, jalan raya, batas
negara, batas wlayah, garis pantai
- Simbol area (
wilayah ) yaitu simbol yang menandai data geografi yang mempunyai ukuran
luasan. Simbol luas dapat menunjukan obyek yang areal. Contoh obyek yang
disimbolkan area adalah sawah, gurun, danau, rawa, hutan dan lain lain
g. Legenda : : legenda adalah keterangan keterangan dari simbol yang tergambar
dalam peta
h. Warna Peta : : Warna peta digunakan
untuk membedakan antara fenomena atau obyek yang satu dengan lain. Selain
menggunakan warna peta yang berbeda peta juga menggunakan warna gradual (
bertingkat ). Misalnya warna biru tua untuk laut yang dalam semakin terang
wananya semakin dangkal.
i. Lettering ( tulisan ) Lettering adalah tulisan pada peta yang memberikan
penjelasan terhadap kenampakan obyek didalam peta
5.
Skala Peta.
Ada tiga macam skala peta yaitu :
a. Skala Numerik/ pecahan yaitu skala peta yang menggunakan angka pecahan.
Contohnya 1 : 100.000 atau 1/100.000 artinya 1 cm jarak
di peta sama dengan 100.000 cm jarak sebenarnya.
b. Skala Grafis/ Garis adalah skala peta yang menggunakan garis yang diberi
angka dengan satuan yang berbeda.
Contoh :
0 1 2 3 4 5 cm
0
1 2 3 4 5 km
Atinya setiap 1 cm di peta sama dengan 1 km jarak
sebenarnya
c. Skala verbal / Inci yaitu skala peta yang menggunakan perbandingan satuan
inci dengan satua mil
Contonya 1 : 4 artinya setiap 1 inci jarak dipeta sama
dengan 1 mil jarak sebenarnya
Catatan 1 inci = 2,5 cm
1 mil = 1,6 km
6.
Prinsip Dasar Pembuatan Peta
Peta yang baik harus memenuhi syarat yaitu :
a. konform : bentuk harus sama dengan keadaan sebenarnya
b. equidistant : jarak harus sama dengan keadaan sebenarnya setelah
disesuaikan dengan skala
c. equivalent : luas harus sama dengan keadaan sebenarnya setelah disesuaikan
dengan skala.
7.
Cara pengukuran jarak dan arah dalam Peta.
- Pengukuran Jarak
Untuk mengukur jarak lurus sebenarnya kita harus
mengetahui skala peta lebih dahulu, jika jaraknya berbelok belok ( sungai,
jalan ) maka diperlukan benag yang diletakkan pada gambar sesuai dengan
bentuknya, kemudia kita panjangkan dan diukur.
- Arah.
Untuk menentukan arah diperlukan Magnetik Azimuth yaitu
pengukuran sudut dari arah utara searah dengan jarum jam, yang besarnya 0 -
360˚
TL
B A T
S
Azimut TL terhadap A adalah 45˚
Azimut T terhadap
A adalah 90˚
Azimut S terhadap
A adalah 180˚
Azimut B terhadap
A adalah 270˚
8. Memperbesar dan memperkeci Peta.
Beberapa cara memperbesar dan memperkecil peta .
a. Dengan sistem grid bujur sangkar/sistem dam
b. Dengan alat pantograf
c. Dengan foto copy
d. Dengan sofware Arcview
1. Proyeksi Peta
Proyeksi peta adalah cara memindahkan gambar dari bola
bumi kebidang datar ( peta )
Macam-macam
Proyeksi
- Proyeksi
Zenithal / Azimuthal : Bidang proyeksinya berupa bidang datar,
sesuai untuk daerah kutub
- Proyeksi Silinder : Bidang
proyeksinya berupa tabung, paling bagus untuk wilayah equator
- Proyeksi Kerucut / Conical: bidang
proyeksi berupa kerucut, sesuai untuk daerah lintang sedang
|
Hasil perubahan bidang lengkung
menjadi bidang datar
|
|
Merubah bidang lengkung
menjadi bidang datar
|
|
Bangun berbentuk
bola/bumi
|
2. Peta Kontur.
Peta kontur adalah peta yang menggambarkan ketinggian
tempat dengan menggunakan garis kontur. Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan titik titik yang
mempunyai ketinggian sama.
Cara menentukan skala peta kontur;
1
Ci = -----------------x penyebut skala
2000
Ci : kontur interval ( selisih ketinggian
antara garis satu dengan lainya )
PENGINDERAAN
JAUH DAN SIG
Komponen Penginderaan Jauh
a. Sumber Tenaga
Dalam penginderaan jauh digunakan dua tenaga yaitu tenaga
alamiah misalnya matahri dan sinar rembulan, disebut dengan penginderaan jauh
pasif. Sedangkan penginderaan jauh yang menggunakan sinar buatan dinamakan
penginderaan jauh aktif.
b. Obyek.
Obyek merupakan sasaran dalamm penginderaan jauh, obyek
meliputi atmosfer, hidrosfer, lithosfer, dan biosfer. Obyek yang daya pantulnya
tinggi akan terlehat cerah dalam citra.
c. Sensor.
Sensor merupakan alat perekam obyek yang dipasang pada
wahana ( pesawat terbang, balon udara satelit ).
Berdasarkan perekamanya sensor di bedakan menjadi dua
macam :
- Sensor Fotografik : merupakan sensor kamera yang bekerja pada spektrum
tampak mata dan menghasilkan citra atau foto udara.
- Sensor Elektromagnetik : merupakan sensor yang bekerja secara elektrik dengan menggunakan
komputer. Citra yang dihasilkan adalah citra penginderaan jauh.
d. citra
Citra adalah gambaran obyek yang dihasilkan oleh sensor.
Benda yang terekam pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam pada
sensor. Tiga ciri yang terekam oleh sensor adalah ciri spasial,
temporal,spektral. Ciri spasial meliputi : bentuk, ukuran, bayangan, pola,
tekstur, situs,dan asosiasi. Ciri Temporal meliputi ; umur obyek dan waktu
perekaman. Ciri Spektral meliputi : rona dan warna. Rona adalah ting kecerahan
dan kegelapan obyek. Sedangkan warna adalah wujud yang nampak oleh mata dengan
menggunakan spektrum sempit.
Secara umum citra dapat di bagi 2, yaitu citra foto dan
citra non foto.
Citra Foto
Citra foto adalah gambaran obyek yang dihasilkan alat
sensor kamera. Alat sensor tersebut dapat disimpan dalam pesawat udara atau
satlit.
Macam macam citra foto :
- Berdasarkan spektrum elektromagnetik.
·
Foto ultraviolet adalah
foto Yang dibuat menggunakan spektrum ultraviolet ( panjang gelombang 0,1 – 0,4
mikron )
·
Foto Ortokromatik adalah
citra foto yang menggunakan sinar tampak mulai warna biru sampai warna hijau (
0,4 – 0,56 mikron )
·
Foto Pankromatik, dibuat
menggunakan semua spektrum tampak mulai warna merah sampai ungu ( 0,4 – 0,7
mikron )
·
Foto Inframerah , dibuat
dengan menggunakan spektrum infra merah ( 0,7 -30 mikron )
- Berdasarkan sumbu kameranya.
·
Foto vertikal : menggunakan sumbu tegak
·
Foto condong :
menggunakan sumbu miring
- Berdasarkan Jenis kameranya.
·
Foto tunggal : citra
hasil rekaman kamera tunggal
·
Foto Jamak : beberapa
citra kamera merekam obyak yang sama
- Berdasarkan Wahana yang digunakan.
·
Foto udara : menggunakan
wahana pesawat atau balon udara
·
Foto satelit :
menggunakan wahana satelit.
- Berdasarkan warna yang digunakan.
·
Foto hitam putih
·
Foto warna asli
·
Foto warna semu
Citra Non Foto
Citra non foto adalah citra yang dibuat dengan menggunakan sensor bukan
kamera.
Macam macam citra non foto :
a. Berdasarkan spektrum elektromagnetik
·
Citra Infra Merah :
citra yang menggunakan spektrum infra merah termal
·
Citra Radar : citra yang
di buat dengan menggunakan gelombang mikro.
b. Berdasarkan Sensor yang digunakan
·
Citra tunggal : dibuat
dengan sensor tunggal
·
Citra multispektral :
dibuat menggunakan sensor saluran jamak
c. Berdasarkan wahanaya
·
Citra Dirgantara :
Menggunakan wahana yang beroperasi di udara
·
Citra Satelit : di buat
di antariksa atau angkasa luar.
Interpretasi Citra.
Interpretasi citra adalah suatu cara menafsirkan obyek yang ada pada citra.
Unsur unsur interpretasi citra
- Rona dan warna : Rona adalah tingkat kecerahan dan kegelapan obyek.
Sedangkan warna adalah wujud yang nampak oleh mata dengan menggunakan
spektrum sempit.
- Obyek yang berupa air ronanya gelap
- Lereng curam rona gelap
- Warna gelap ronanya gelap
- Bentuk : kerangka suatu obyek. Misalnya ; bulat, segi tiga, segi
empat, bintang, bangunan berbentuk L, U, T, I
- Ukuran ; atribut obyek antara lain panjang, luas, lebar, volume,
tinggi, kemiringan lerang. Misalnya lapangan sepak bola berukuran 80m x
100m, kemiringan lereng 45%
- Tekstur : tingkat kehalusan dan kekasaran obyek. Misal rumput tekstur
halus, tanaman jagung tekstur sedang, pohon beringin tekstur kasar.
- Pola : susunan keruangan suatu obyek. Misalnya memanjang, melingkar,
memusat, menyebar, petak petak.
- Bayangan : menyembunyikan suatu obyek karena cahaya. Misalnya cerobong
asap,menara, lereng, tembok stadion
- Situs : letak suatu obyek terhadap obyek lainya. Misalnya situs kebun
kopi terletak di daerah miring karena tanaman kopi memerlukan pengaturan
air yang baik, pola pemukiman memanjang pada umumnya dekat dengan sungai,
jalan atau pantai.
- Asosiasi : keterkaitan obyek satu dengan lainya. Misalnya lapangan
sepak bola dengan gawang, rel kerta api denga stasiun, tiang bendera
dengan perkantoran atau sekolahan
Berbagai pemanfaatan
Penginderaan Jauh.
- Di bidang kelautan ( Seasat dan MOSS)
- Pengamatan sifat fisis air laut
- Pasang surut air laut
- Arus laut dan gelombang laut
- Pemetaan pantai dan perubahanya
- Abrasi dan sedimentasi
- Di bidang Hidrologi ( Landsat, SPOT)
·
Pemantauan Daerah Aliran
Sunga ( DAS )
·
Pemantauan daerah banjir
·
Pengamatan pola aliran
sungai
·
Pengamatan sedimentasi
dan erosi
- Di bidang Klimatologi ( NOOA, Meteor, GMS )
·
Pengamatan cuaca dan
iklim
·
Pemetaan iklim dan cuaca
·
Perubahan cuaca dan
iklim
- Di bidang sumber daya alam dan lingkungan ( Landsat, Soyuz,SPOT)
·
Pemanfaatan lahan
·
Pengamatan lahan yang
rusak
·
Pengamatan lahan kritis
·
Pemetaan sumber daya
alam
·
Pemetaan perahanan dan
keamanan
·
Perencanaan pembangunan
- Di bidang angkasa ( Ranger, Viking, Luna,Venera )
·
Penelitian tentang
planet
·
Pengamatan benda angkasa
1.
Sistem Informasi Geografi ( SIG )
SIG suatu sistem yang bertugas untuk mengumpulkan,
mengelola, dan menyajikan informasi, kenampakan, gejala dan potensi muka bumi
yang diperoleh dari masukan ( input ) data tersebut dan data penginderaan jauh.
Tahapan SIG
Tahapan SIG meliputi : input ( masukan )Proses, output ( keluaran )
Input adalah pengumpulan data obyek material geografi yang mendukung dan dapat
dimasukkan kedalam topik geografi.
Data input meliputi :
a. Data Spasial ( keruangan ) : data yang mengecu pada ruang dan lokasi
dipermukaan bumi dalam bentuk titik,garis, atau area
b. Data Teritris ( lapangan ) : data yang diperoleh langsung/ observasi di
lapangan.
c. Data Atribut ( tematik ) : data yang ada pada keruangan, kewilayahan,
lokasi, baik yang berupa kualitatif maupun kuantitatif.
d. Data Statistik : data yang diperoleh dari catatan yang sudah ada. Misalnya
data dari BPS.
Pengolahan Data : data yang masuk diproses untuk disimapan dan di panggil lagi secara cepat
dan akurat dengan menggunakan koputer, yang dinamakan Data Base Management Subsistem ( DBMS ).
Uotput : data keluaran yang
mmenampilkannatau menghasilkankeluaran seluruh atau sebagian basis data, baik
yang berbentuk softcopy maupun hardcopy seperti tabel , tabel, gambar peta dan
lainya.
Komponen SIG.
Komponen Sig meliputi :
a. Perangkat keras (hardware), misalnya monitor, cpu, keyboard,digitzer,
scaner, printer, ploter, GPS
b. perangkat lunak ( software ), misalnya Arcview, ARC/IINFO, AoutoCAD
MAP,IDRISI, ER Mapper, Mapindo
c. Organisasi ( brainware ), misalnya operaator, programer, teknisi,
manager,kartografer.
Manfaat SIG
- Pemetaan sumber daya alam
- Pemetaan daerah pertanian dan perkebunan
- Pemetaan daerah perkebunan
- Inventarisasi lahan kritis
- Inventarisasi lahan hutan
- Pemetaan daerah abrasi, sedimentasi di pantai
- Inventarisasi sumber daya laut
POLA
KERUANGAN DESA DAN KOTA
1. Pola Keruangan Desa
Menurut Undang
Undang No 5 Tahun 1979 : desa adalah suatu wilayah yang ditempati sejumlah
penduduk, sebagai kesatuan masyarakathukum yang mempunyai organisasi pemerintah
terendah langsung di bawah camat dan mempunyai hak otonomi dalam ikatan Negara
kesatuan republic Indonesia ( NKRI ).
Unsur unsur desa.
Menurut
R Bintarto ( 1977 ) unsur desa ada tiga:
- Daerah : aspek aspek daerah
meliputi lokasi, luas,bentuk lahan,keadaan tanah, keadaan air
- Penduduk : meliputi aspek jumlah,
persebaran, kepadatan, tingkat kelahiran, tingkat kematian dan lainya
- Tata kehidupan : melipti aspek
norma, hokum, asdat istiadat,kebiasaan dan lainya.
2. Klasifikasi Desa
Berdasarkan
perkembanganya.
- Desa Swadaya ( tradisional )
·
sebagian besar
penduduknya masih tergantung pada alam
·
hasil pertanian untuk
mencukupi diri sendiri
·
administrasi desa belum
dilakukan dengan baik
·
lembaga desa belum
berfungsi dengan baik
·
tingkat pendidikan dan
produktivitas masih rendah
·
belum mampu mandiri
dalam penyelenggraan pemerintahan
- Desa Swakarya ( transisi )
·
Sudah mampu
menyelenggarakan urusan rumah tangga sendiri
·
Lembaga sosial sudah
berfungsi
·
Administrasi
pemerintahan sudah dapat berjalan
·
Adat istiadat sedikit
longgar
·
Mata pencaharian mulai
beragam
·
Sudah melakukan hubungan
dengan masyarakt lain
- Desa Swasembada ( maju )
·
Saran prasaran sudah
lengkap
·
Lembaga sosial dan
pemerintahan sudah berjalan dengan baik
·
Administrasi
pemerintahan sudah berjalan
·
Hasil sudah
diperdagangkan ke masyarakat lain
·
Sudah ada interaksi
dengan masyarakat lain
Berdasarkkan sistem mata pencaharian .
- Desa Nelayan
- Desa Agraris
- Desa Industri
3.
Potensi desa
- Potensi fisik, meliputi :Penduduk air, tanah, iklim dan angin.
- Potensi non Fisik, meliputi : administrasi desa, lembaga lembaga
desa,adat istiadat, budaya.
4. Pola Desa
- Pola desa memanjang : pola desa
memanjang mengikuti sunga, jalan atau pantai.
- Pola desa Radial/menyebar : pola
desa melingkar mengelilingi fasilitas tertentu.
|
1
|
Fasilitas tertentu
- Pola Desa tersebar ; pola desa
ini terjadi pada daerah yang rata dan mepunyai tingkat kesuburan yang
sama.
|
|
5.
Pola keruangan Kota
Kota
merupakan suatu wilayah yang digunakan penduduk sebagai pusat aktivitas
ekonomi, pendidikan, social maupun pengembangan budaya yang ditandai dengan
kepadatan penduduk yang tinggi dan mata pencaharian yan heterogen.
6. Ciri - ciri masyarakat Kota
- Hubungan social bersifat
gesselschaft ( patembayan ) ; hubungan
jangka pendek untuk kepentingan tertentu.
- Bersifat individualis
- Masyarakat beraneka ragam (
heterogen )
- Cara berfikir rasional
- Norma masyarakat tidak begitu
ketat
- Adanya segregasi keruangan
7. Penggolongan Kota
- Berdasarkan jumlah penduduk
·
Kota
kecil jumlah penduduk 20.000 – 50.000 jiwa
·
Kota
sedang jumlah penduduk 50.000 – 100.000 jiwa
·
Kota Besar jumlah
penduduk 100.000 – 1.000.000 jiwa
·
Kota
Metropolitan jumlah penduduk 1.000.000 – 5.000.000 jiwa
·
Kota
Megapolitan jumlah penduduk diatas 5.000.000 jiwa
b.
Berdasarkan
Perkembanganya.
·
Tahap
Eopolis : perkembangan desa yang sudah teratur sehingga daerah tersebut sudah
memperlihatkan cirri cirri kota.
·
Tahap
Polis : tahapan dimana daerah perkotaan yang masih bercirikan agraris
·
Tahap
Metropolis : Tahapan kota yang ditandai sebagian besar penduduknya bermata
pencaharian industri
·
Tahap
Megalopolis : Kota yang ditandai
perilaku masyarakat yang berorientasi pada materi. Tahapan gabungan dari kota
metropolis.
·
Tahap
Trianopolis : kota yang ditandai kemacetan lalu lintas, kekacauan pelayanan
umum, dan tingkat kriminalitas yang tinggi.
·
Tahap
Nekropolis : tahapan kota yang sudah mengalami kehancuran, kota yang sudah di
tinggalkan penduduknya ( kota mati ).
8. Pola penggunaan Lahan Kota.
- teori Konsentris ( E.W. Burgess )
1. Zona Busines Distrik
( CBD ) : Zona Pusat Kegiatan, wilayah ini merupakan inti kota yang di
tandai adanya gedung gedung, pasar, pusat pertokoan, dan fasilitas umum.
2. Zona Transisi : wilayah industri manufaktur dan
pabrik pabrik.
3. Zona pemukiman Kelas Rendah : merupakan tempat
tinggal kaum buruh
4. Zona Pemukiman Kelas Menengah : tempat tinggal
masyarakat kelas menengah.
5. Zona Pemukiman Kelas Atas : tempat tinggal masyarakat
kelas atas
6. Zona Jalur Batas Desa Kota ( rural urban fringe zona
): daerah pinggiran kota dan banyak dijumpai oleh para penglaju yang umumnya
tinggal di daerah pinggiran.
- Teori Sektoral ( Humer Hoyt ).
Teori ini menyatakan bahwa pengguna lahann cenderung
berkembang berdasarkan sektor sektor dan CBD terletak dipusat kota, tetapi pola
penggunaan lahan lainya berkembang menurut sektor sektor yang menyerupai kue
tart.
- Teori Pusat Inti Ganda ( R D Mc Kenzie ).
Menurut teori ini kota
terdiri dari ;
1. Pusat Kota ( CBD )
2. Kawasan perdagangan dan industri
3. Kawasan tempat tinggal masyarakat yang berpenghasilan rendah.
4. Kawasan tempat tinggal masyarakat yang berpenghasilan menengah
5. Kawasan tempat tinggal masyarakat yang berpenghasilan tinggi
6. Pusat industri berat
7. Kawasan pinggiran yang merupakan pusat perbelanjaan
8. Kawasan pinggiran yang merupakan daerah masyarakat kelas menengah dan
tinggi
9. Kawasan pinggiran yang merupakan kawasan industri
Gambar : Pola Kota
Teori Konsentris
Teori Sektoral Teori
Inti Ganda
9. Interaksi Wilayah
Faktor-faktor
yang mempengaruhi interaksi (Edward Ullman):
a)
Regional complementary (adanya wilayah yang saling
melengkapi)
b)
Intervening opportunity (adanya kesempatan untuk
berintervensi)
c)
Space transfer ability (adanya kemudahan transfer atau
pemindahan dalam ruang)
Spatial transfer ability, dipengaruhi oleh:
•
Jarak
antar wilayah
•
Biaya
angkut / transpor
•
Kelancaran
transportasi antar wilayah.
10. Teori Interaksi.
a. Teori Gravitasi
•
Rumus:
Pa. Pb
I = k -----------
( Dab)²
Keterangan
•
IAB : Kekuatan interaksi
antara A dan B
• k : nilai konstanta
empiris, = 1
• PA : jumlah penduduk
daerah A
• PB : jumlah penduduk
daerah B
• dAB : jarak mutlak
yang menghubungkan A dan B
b. Teori Titik Henti (Breaking Point Theory)
Rumus: dAB
DA-B = ----------------
1+ √
Pb/Pa
DA-B = Jarak
lokasi titik henti, yang diukur dari kota
yang jumlah penduduknya lebih kecil
dAB = jarak antara kota A-B
PA = jumlah penduduk kota A (yang lebih kecil)
PB = jumlah penduduk kota B (yang lebih besar)
- Teori Grafik ( K.J. Kansky )
Daerah yang dihubungkan oleh jaringan jalan yang kompleks
berarti memiliki pola interaksi keruamgan yang tinggi. Untuk mengetahui
kekuatan interaksi suatu wilayah digunakan indeks konektivitas
•
Rumus:
e
α = ----------
v
α = indek konektivitas
e = jumlah jaringan jalan
v = jumlah kota dalam satu
wilayah
11.
Dampak tarjadinya interaksi desa dan kota
a. Dapak positif interaksi bagi desa.
·
Tingkat pengetahuan
penduduk meningkat
·
Masuknya lembaga pendidikan
di desa
·
Hubungan semakin lancar
antara desa dan kota
·
Masuknya para ahli dan
teknologi mempercepat pembangunan desa.
b. Dampak positif ineteraksi bagi kota.
·
Tersedianya tenaga kerja
·
Semakin luas pemasaran
hasil industri dsri kots
·
Desa merupakan mitra dalam
pembangunan kota
·
Desa merupakan sumber
bahan baku bagi industri kota
c. Dampak negatif interaksi bagi desa.
·
Semakin lunturnya
kehidupan asli masyarakat desa
·
Semakin kurangnya tenaga
kerja di desa
·
Pengaruh budaya kota
yang tidak sesuai dengan kepribadian masyarakat desa
- Dampak negatif ineraksi bagi kota
·
Meningkatnya
kriminalitas karena tekanan ekonomi
·
Banyaknya gelandangan di
kota
·
Meningkatnya pemukiman
kumuh
12.
Negara Maju dan Negara berkembang.
Indikator kategorisasi negara maju dan berkembang:
·
Pendapatan per kapita
nasional / Gross National Product (GNP)
·
Struktur mata
pencaharian dari angkatan kerja
·
Produktivitas
per tenaga kerja
·
Jumlah
tenaga kerja
·
Kemampuan
penguasaan teknologi
·
Angkan
harapan hidup
·
Angka
kelahiran
·
Angka
kematian
·
Penggunaan
energi per orang
·
Fasilitas
transportasi dan komunikasi per orang
13. Ciri cirri Negara maju dan berkembang
a.
Negara
maju
- Pendapatan perkapita tinggi
- Penguasaan teknologi tinggi
- Tingkat pendidikaan penduduk rata rata tinggi
- Angka harapan hidup tinggi
- Angka pertumbuhan penduduk kecil
- Angka kematian kecil
- Kehidupan ekonomi bercorak pasar
- Kegiatan ekonomi sebagian besar di sektor industri
- Mayoritas penduduk tinggal di
kota
- Tingkat kesehatan penduduk baik
b. Negara berkembang .
- Pendapatan perkapita rendah
- Tingkat pendidikaan penduduk rata rata rendah
- Angka harapan hidup rendah
- Angka pertumbuhan penduduk besar
- Angka kematian besar
- Kehidupan ekonomi bercorak agraris
- Lapangan pekerjaan sedikit
- Angka pengangguran tinggi
14.
Beberapa wilayah negara maju dan berkembang.
a. Negara Maju.
·
Kawasan Eropa
·
Amerika Utara : Amerika
Serikat dan Kanada
·
Asia : Jepang, China,
Korea Selatan, Singapura
·
Australia dan Selandia
Baru.
b. Negara Berkembang.
·
Kawasan Afrika
·
Kawasan Asia
·
Kawasan Amerika Latin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar