DIKTAT GEOGRAFI KELAS X IPS
A.
MEMAHAMI HAKEKAT, OBYEK, RUANG LINGKUP, ASPEK
DAN PENDEKATAN GEOGRAFI
1. Obyek Studi Geografi
- Obyek Material : adalah semua gejala yang terjadi
dipermukaan bumi atau geosfer, yang meliputi : atmosfer ( lapisan udara) ,
hidrosfer ( lapisan air ), lithosfer ( lapisan batuan ), biosfer ( makluk
hidup ), antroposfer ( manusia )
- Obyek Formal : adalah cara pandang, cara berfikir
atau menganalisa terhadap obyek material geografi .
Obyek formal geografi adalah : region/wilayah
2. Prinsip Geografi.
a) Prinsip Persebaran ( distribusi ) : menyatakan suatu gejala yang tersebar
tidak merata di permukaan bumi, misalnya bentang alam, tumbuhan, hewan, dan
manusia.
b) Prinsip Interelasi : suatu hubungan yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi disuatu
wilayah antara gejala satu dengan gejala lainya.
c) Prinsip Deskripsi : gambaran atau penjelasan yang lebih mendetail dari
gejala gejala yang dipelajari
d) Prinsip Korologi : gejala atau fakta maupun masalah yang di tinjau dari
persebaran, interelasi, dan prinsip deskripsi.
3.
Konsep Geografi
1) Konsep
Lokasi : letak suatu obyek/posisi
2)
Konsep jarak : merupakan ukuran antara wilayah
3)
Konsep Keterjangkauan ( acesbility) : adalah besar
kecilnya kesulitan wilayah untuk dijangkau.
4)
Konsep Pola ; susunan keruangan suatu obyek
5)
Konsep Morfologi : adalah konsep bentuk / relief muka
bumi.
6)
Konsep Aglomerasi : adalah kecenderuangan
mengelompok/mengumpulnya suatu obyek
7)
Konsep interaksi dan
interdependensi
; yaitu hubungan timbal balik saling mempengaruhi.
8)
Konsep Nilai Kegunaan : yaitu fungsi atau keguanaan suatu
gejala/ obyek dipermukaan bumi.
9)
Konsep Deferensiasi Area : daerah satu dengan lainya mempunyai ciri ciri yang
berbeda.
10)
Konsep
Keterkaitan keruangan . Kaitan keruangan/wilayah/tempat dg fenomena fisik dan sosial
4. Aspek Geografi
Ada dua macam aspek Geografi yaitu :
1)
Aspek Fisik : Aspek fisik geografi merupakan gejala
alamiah yang terdapat di lithosfer, atmosfer, hidrosfer, dan biosfer
2)
Aspek Sosial : Aspek yang ada hubunganya dengan aktifitas
manusia atau antroposfer.
5. Pendekatan Geografi.
a.
Pendekatan Keruangan : Pendekatan keruangan mengkaji
adanya perbedaan gejala geografi melalui penggambaran
letak,distribusi,interelasi obyek dalam suatu wilayah
b.
Pendekatan Ekologi : Pendekatan kelingkungan yg dimana
terdapat unsur manusia di dalamnya
c.
Pendekatan Komplek Wilayah : merupakan perpaduan antara
pendekatan keruangan dan pendekatan ekologi.
PETA DAN
PEMETAAN
1.
Pengertian peta
Peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi
yang diperkesil sebagamana kenampakan dari atas dengan di tambah tulisan dan
simbol simbol.
2.
Fungsi dan tujuan peta
Fungsi peta :
a. menunjukkan lokasi atau posisi obyek
di muka bumi
b. memeperlihatkan ukuran ( jarak, luas, ketingian )
c. memperlihatkan bentuk wilayah
d. menyajikan data potensi suatu wilayah
e. menyimpan informasi/dokumen
f. sebagai sumber data dalam perencanaan pembangunan
3.
Jenis jenis peta
Berdasarkan Isinya
- Peta Umum, yaitu peta yang menggambarkan semua kenampakan yang ada
dipermukaan bumi
Contohya : Peta Jawa
Tengah Peta Indonesia, Peta Asia, Peta Dunia
Peta Umum ini terdiri
dari beberapa jenis
1)
Peta Topografi : peta yang menggambarkan bentuk pemukaan bumi
2)
Peta Chorografi : Peta
yang menggambarkan sebagian wilayah pemukaan bumi
3)
Peta Dunia : Peta yang
menggambarkan seluruh permukaan bumi
- Peta Khusus/ Tematik, yaitu peta yang menggambarkan satu kenampakan di
permukaan bumi.
Contoh : peta curah hujan, peta transportasi, peta
kepadatan penduduk, peta irigasi dll.
Bedasarkan Skalanya :
a. Peta Kadaster : peta yang mempunyai skala 1 : 100 – 1 : 5.000
b. Peta Skala Besar : peta yang mempunyai skala 1 : 5.000 – 1 : 250.000
c. Peta Skala Sedang : peta yang mempunyai skala 1 : 250.00 – 1 : 500.000
d. Peta Skala Kecil: peta yang mempunyai skala 1 : 500.000 – 1 : 1.000.000
e. Peta Skala Geografis: peta yang mempunyai skala < 1 : 1.000.000
4.
Komponen – komponen Peta
a. Judul peta : Judul peta dapat mencerminkan isi dan jenis peta. Judul peta bisa diletakan dimana saja asal tidak menutup peta pokok.
b. Garis astronomis; garis astronomis berfungsi untuk menentukan lokasi atau
letak suatu wilayah. Pada ujung atau tepi garis astronomis diberi angka yang
menunjukkan besarrnya garis tersebut
c. Inset : peta kecil yang digambar pada peta pokok, inset menunjukkan posisi
peta pad awilayah yang lebih luas atau sebaliknya.
d. Skala Peta : skala peta adalah perbandinga jarak di peta dengan jarak
sebenarnya di lapangan.
e. Orientasi : penunjukkan arah/ mata angin/ navigasi. Berdasarkan kesepakatan
arah dalam gambar arah utara bagian atas, selatan bagian bawah, timur bagian
kanan, barat bagian kiri
f. Simbol Peta : Simbol peta merupakan tanda tanda yang umum untuk digunakan
mewakili keadaan yang sebenarnya.
Macam macam simbol peta :
Simbol menurut sifatnya :
§ Simbol kuantitatif yaitu simbol yang memuat unsur nilai, angka atau jumlah
sustu unsur yang diwakili dan ditampilkan seperti jumlah penduduk, luas
wilayah, jarak dan lain lain
§ Simbol kualitatif yaitu simbol yang mewakili obyek yang tidak mencerminkan
jumlah,angka atau volume. Misalnya batas daerah, letak dan lain lain
Simbol menurut bentuknya :
§ Simbol point ( titik ) yaitu simbol yang menandai letak suatu obyek yang
diwakili dengan simbol yang identik
dengan bentuk titik ( bulat, segi tiga atau segi empat )
Contoh obyek yang disimbokan dengan titik : ibu kota
negara, kota, candi, pasar, gunung dan lain lain
- Simbolo grafik (
garis ) yaitu simbol yang menandai data geografi yang memiliki bentuk atau
ukuran yang memenjang atau berbentuk garis. Simbol ini isa berupa garis
tipis, garis tebal, garis putus putus atau garis sejajar. Contoh obyek
yang disimbolkan garis misalnya sungai, jalan setapak, jalan raya, batas
negara, batas wlayah, garis pantai
- Simbol area (
wilayah ) yaitu simbol yang menandai data geografi yang mempunyai ukuran
luasan. Simbol luas dapat menunjukan obyek yang areal. Contoh obyek yang
disimbolkan area adalah sawah, gurun, danau, rawa, hutan dan lain lain
g. Legenda : : legenda adalah keterangan keterangan dari simbol yang tergambar
dalam peta
h. Warna Peta : : Warna peta digunakan
untuk membedakan antara fenomena atau obyek yang satu dengan lain. Selain
menggunakan warna peta yang berbeda peta juga menggunakan warna gradual (
bertingkat ). Misalnya warna biru tua untuk laut yang dalam semakin terang
wananya semakin dangkal.
i. Lettering ( tulisan ) Lettering adalah tulisan pada peta yang memberikan
penjelasan terhadap kenampakan obyek didalam peta
5.
Skala Peta.
Ada tiga macam skala peta yaitu :
a. Skala Numerik/ pecahan yaitu skala peta yang menggunakan angka pecahan.
Contohnya 1 : 100.000 atau 1/100.000 artinya 1 cm jarak
di peta sama dengan 100.000 cm jarak sebenarnya.
b. Skala Grafis/ Garis adalah skala peta yang menggunakan garis yang diberi
angka dengan satuan yang berbeda.
Contoh :
0 1 2 3 4 5 cm
0
1 2 3 4 5 km
Atinya setiap 1 cm di peta sama dengan 1 km jarak
sebenarnya
c. Skala verbal / Inci yaitu skala peta yang menggunakan perbandingan satuan
inci dengan satua mil
Contonya 1 : 4 artinya setiap 1 inci jarak dipeta sama
dengan 1 mil jarak sebenarnya
Catatan 1 inci = 2,5 cm
1 mil = 1,6 km
6.
Prinsip Dasar Pembuatan Peta
Peta yang baik harus memenuhi syarat yaitu :
a. konform : bentuk harus sama dengan keadaan sebenarnya
b. equidistant : jarak harus sama dengan keadaan sebenarnya setelah
disesuaikan dengan skala
c. equivalent : luas harus sama dengan keadaan sebenarnya setelah disesuaikan
dengan skala.
7.
Cara pengukuran jarak dan arah dalam Peta.
- Pengukuran Jarak
Untuk mengukur jarak lurus sebenarnya kita harus mengetahui
skala peta lebih dahulu, jika jaraknya berbelok belok ( sungai, jalan ) maka
diperlukan benang yang diletakkan pada gambar sesuai dengan bentuknya, kemudia
kita panjangkan dan diukur.
- Arah.
Untuk menentukan arah diperlukan Magnetik Azimuth yaitu
pengukuran sudut dari arah utara searah dengan jarum jam, yang besarnya 0 -
360˚
TL
B A T
S
Azimut TL terhadap A adalah 45˚
Azimut T terhadap
A adalah 90˚
Azimut S terhadap
A adalah 180˚
Azimut B terhadap
A adalah 270˚
8. Memperbesar dan memperkeci Peta.
Beberapa cara memperbesar dan memperkecil peta .
a. Dengan sistem grid bujur sangkar/sistem dam
b. Dengan alat pantograf
c. Dengan foto copy
d. Dengan sofware Arcview
1. Proyeksi Peta
Proyeksi peta adalah cara memindahkan gambar dari bola
bumi kebidang datar ( peta )
Macam-macam
Proyeksi
- Proyeksi
Zenithal / Azimuthal : Bidang proyeksinya berupa bidang datar,
sesuai untuk daerah kutub
- Proyeksi Silinder : Bidang
proyeksinya berupa tabung, paling bagus untuk wilayah equator
- Proyeksi Kerucut / Conical: bidang
proyeksi berupa kerucut, sesuai untuk daerah lintang sedang
|
Hasil perubahan bidang lengkung
menjadi bidang datar
|
|
Merubah bidang lengkung
menjadi bidang datar
|
|
Bangun berbentuk
bola/bumi
|
2. Peta Kontur.
Peta kontur adalah peta yang menggambarkan ketinggian
tempat dengan menggunakan garis kontur. Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan titik titik yang
mempunyai ketinggian sama.
Cara menentukan skala peta kontur;
1
Ci = -----------------x penyebut skala
2000
Ci : kontur interval ( selisih ketinggian
antara garis satu dengan lainya )
PENGINDERAAN
JAUH DAN SIG
Komponen Penginderaan Jauh
a. Sumber Tenaga
Dalam penginderaan jauh digunakan dua tenaga yaitu tenaga
alamiah misalnya matahri dan sinar rembulan, disebut dengan penginderaan jauh
pasif. Sedangkan penginderaan jauh yang menggunakan sinar buatan dinamakan
penginderaan jauh aktif.
b. Obyek.
Obyek merupakan sasaran dalamm penginderaan jauh, obyek
meliputi atmosfer, hidrosfer, lithosfer, dan biosfer. Obyek yang daya pantulnya
tinggi akan terlehat cerah dalam citra.
c. Sensor.
Sensor merupakan alat perekam obyek yang dipasang pada
wahana ( pesawat terbang, balon udara satelit ).
Berdasarkan perekamanya sensor di bedakan menjadi dua
macam :
- Sensor Fotografik : merupakan sensor kamera yang bekerja pada spektrum
tampak mata dan menghasilkan citra atau foto udara.
- Sensor Elektromagnetik : merupakan sensor yang bekerja secara elektrik dengan menggunakan
komputer. Citra yang dihasilkan adalah citra penginderaan jauh.
d. citra
Citra adalah gambaran obyek yang dihasilkan oleh sensor.
Benda yang terekam pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam pada
sensor. Tiga ciri yang terekam oleh sensor adalah ciri spasial,
temporal,spektral. Ciri spasial meliputi : bentuk, ukuran, bayangan, pola,
tekstur, situs,dan asosiasi. Ciri Temporal meliputi ; umur obyek dan waktu
perekaman. Ciri Spektral meliputi : rona dan warna. Rona adalah ting kecerahan
dan kegelapan obyek. Sedangkan warna adalah wujud yang nampak oleh mata dengan
menggunakan spektrum sempit.
Secara umum citra dapat di bagi 2, yaitu citra foto dan
citra non foto.
Citra Foto
Citra foto adalah gambaran obyek yang dihasilkan alat
sensor kamera. Alat sensor tersebut dapat disimpan dalam pesawat udara atau
satlit.
Macam macam citra foto :
- Berdasarkan spektrum elektromagnetik.
·
Foto ultraviolet adalah
foto Yang dibuat menggunakan spektrum ultraviolet ( panjang gelombang 0,1 – 0,4
mikron )
·
Foto Ortokromatik adalah
citra foto yang menggunakan sinar tampak mulai warna biru sampai warna hijau (
0,4 – 0,56 mikron )
·
Foto Pankromatik, dibuat
menggunakan semua spektrum tampak mulai warna merah sampai ungu ( 0,4 – 0,7
mikron )
·
Foto Inframerah , dibuat
dengan menggunakan spektrum infra merah ( 0,7 -30 mikron )
- Berdasarkan sumbu kameranya.
·
Foto vertikal : menggunakan sumbu tegak
·
Foto condong :
menggunakan sumbu miring
- Berdasarkan Jenis kameranya.
·
Foto tunggal : citra
hasil rekaman kamera tunggal
·
Foto Jamak : beberapa
citra kamera merekam obyak yang sama
- Berdasarkan Wahana yang digunakan.
·
Foto udara : menggunakan
wahana pesawat atau balon udara
·
Foto satelit :
menggunakan wahana satelit.
- Berdasarkan warna yang digunakan.
·
Foto hitam putih
·
Foto warna asli
·
Foto warna semu
Citra Non Foto
Citra non foto adalah citra yang dibuat dengan menggunakan sensor bukan
kamera.
Macam macam citra non foto :
a. Berdasarkan spektrum elektromagnetik
·
Citra Infra Merah :
citra yang menggunakan spektrum infra merah termal
·
Citra Radar : citra yang
di buat dengan menggunakan gelombang mikro.
b. Berdasarkan Sensor yang digunakan
·
Citra tunggal : dibuat
dengan sensor tunggal
·
Citra multispektral :
dibuat menggunakan sensor saluran jamak
c. Berdasarkan wahanaya
·
Citra Dirgantara :
Menggunakan wahana yang beroperasi di udara
·
Citra Satelit : di buat
di antariksa atau angkasa luar.
Interpretasi Citra.
Interpretasi citra adalah suatu cara menafsirkan obyek yang ada pada citra.
Unsur unsur interpretasi citra
- Rona dan warna : Rona adalah tingkat kecerahan dan kegelapan obyek.
Sedangkan warna adalah wujud yang nampak oleh mata dengan menggunakan
spektrum sempit.
- Obyek yang berupa air ronanya gelap
- Lereng curam rona gelap
- Warna gelap ronanya gelap
- Bentuk : kerangka suatu obyek. Misalnya ; bulat, segi tiga, segi
empat, bintang, bangunan berbentuk L, U, T, I
- Ukuran ; atribut obyek antara lain panjang, luas, lebar, volume,
tinggi, kemiringan lerang. Misalnya lapangan sepak bola berukuran 80m x
100m, kemiringan lereng 45%
- Tekstur : tingkat kehalusan dan kekasaran obyek. Misal rumput tekstur
halus, tanaman jagung tekstur sedang, pohon beringin tekstur kasar.
- Pola : susunan keruangan suatu obyek. Misalnya memanjang, melingkar,
memusat, menyebar, petak petak.
- Bayangan : menyembunyikan suatu obyek karena cahaya. Misalnya cerobong
asap,menara, lereng, tembok stadion
- Situs : letak suatu obyek terhadap obyek lainya. Misalnya situs kebun
kopi terletak di daerah miring karena tanaman kopi memerlukan pengaturan
air yang baik, pola pemukiman memanjang pada umumnya dekat dengan sungai,
jalan atau pantai.
- Asosiasi : keterkaitan obyek satu dengan lainya. Misalnya lapangan
sepak bola dengan gawang, rel kerta api denga stasiun, tiang bendera
dengan perkantoran atau sekolahan
Berbagai pemanfaatan
Penginderaan Jauh.
- Di bidang kelautan ( Seasat dan MOSS)
- Pengamatan sifat fisis air laut
- Pasang surut air laut
- Arus laut dan gelombang laut
- Pemetaan pantai dan perubahanya
- Abrasi dan sedimentasi
- Di bidang Hidrologi ( Landsat, SPOT)
·
Pemantauan Daerah Aliran
Sunga ( DAS )
·
Pemantauan daerah banjir
·
Pengamatan pola aliran
sungai
·
Pengamatan sedimentasi
dan erosi
- Di bidang Klimatologi ( NOOA, Meteor, GMS )
·
Pengamatan cuaca dan
iklim
·
Pemetaan iklim dan cuaca
·
Perubahan cuaca dan
iklim
- Di bidang sumber daya alam dan lingkungan ( Landsat, Soyuz,SPOT)
·
Pemanfaatan lahan
·
Pengamatan lahan yang
rusak
·
Pengamatan lahan kritis
·
Pemetaan sumber daya
alam
·
Pemetaan perahanan dan
keamanan
·
Perencanaan pembangunan
- Di bidang angkasa ( Ranger, Viking, Luna,Venera )
·
Penelitian tentang
planet
·
Pengamatan benda angkasa
1.
Sistem Informasi Geografi ( SIG )
SIG suatu sistem yang bertugas untuk mengumpulkan,
mengelola, dan menyajikan informasi, kenampakan, gejala dan potensi muka bumi
yang diperoleh dari masukan ( input ) data tersebut dan data penginderaan jauh.
Tahapan SIG
Tahapan SIG meliputi : input ( masukan )Proses, output ( keluaran )
Input adalah pengumpulan data obyek material geografi yang mendukung dan dapat
dimasukkan kedalam topik geografi.
Data input meliputi :
a. Data Spasial ( keruangan ) : data yang mengecu pada ruang dan lokasi
dipermukaan bumi dalam bentuk titik,garis, atau area
b. Data Teritris ( lapangan ) : data yang diperoleh langsung/ observasi di
lapangan.
c. Data Atribut ( tematik ) : data yang ada pada keruangan, kewilayahan,
lokasi, baik yang berupa kualitatif maupun kuantitatif.
d. Data Statistik : data yang diperoleh dari catatan yang sudah ada. Misalnya
data dari BPS.
Pengolahan Data : data yang masuk diproses untuk disimapan dan di panggil lagi secara cepat
dan akurat dengan menggunakan koputer, yang dinamakan Data Base Management Subsistem ( DBMS ).
Uotput : data keluaran yang
mmenampilkannatau menghasilkankeluaran seluruh atau sebagian basis data, baik
yang berbentuk softcopy maupun hardcopy seperti tabel , tabel, gambar peta dan
lainya.
Komponen SIG.
Komponen Sig meliputi :
a. Perangkat keras (hardware), misalnya monitor, cpu, keyboard,digitzer,
scaner, printer, ploter, GPS
b. perangkat lunak ( software ), misalnya Arcview, ARC/IINFO, AoutoCAD
MAP,IDRISI, ER Mapper, Mapindo
c. Organisasi ( brainware ), misalnya operaator, programer, teknisi,
manager,kartografer.
Manfaat SIG
- Pemetaan sumber daya alam
- Pemetaan daerah pertanian dan perkebunan
- Pemetaan daerah perkebunan
- Inventarisasi lahan kritis
- Inventarisasi lahan hutan
- Pemetaan daerah abrasi, sedimentasi di pantai
- Inventarisasi sumber daya laut
Tata Surya dan Jagad Raya
1. Galaksi
Galaksi adalah kumpulan planet,
bintang, gas,debu, nebula, dan benda-benda langit lainnya yang membentuk
pulau-pulau di dalam ruang hampa jagad raya.
Bentuk galaksi
a. bentuk spiral b. bentuk spiral
berpalang c. bentuk elips d. bentuk tak beraturan
a.
Teori
Jagad Raya Mengembang Teori
ini dikemukakan oleh Hubble, yang menjelaskan bahwa galaksi-galaksi bergerak
saling menjauhi, yang berarti jagat raya mengembang menjadi lebih luas.
b.
Teori
Ledakan Besar galaksi-galaksi
pernah saling berdekatan dan berasal dari massa tunggal, Besarnya energi dan
tingginya suhu tersebut menimbulkan ledakan besar yang menghancurkan massa
tunggal sehingga terpisah menjadi serpihan-serpihan Stephen Hawking,
c.
Teori
Keadaan Tetap Teori
ini menjelaskan bahwa materi baru yang berupa hidrogen telah mengisi ruang
kosong yang timbul dari pengembangan jagad raya. Teori ini dipelopori oleh Fred
Hoyle. Berikut beberapa anggapan mengenai jagad raya.
a. Anggapan Antroposentris Anggapan
ini menyatakan bahwa manusia merupakan pusat
b. Anggapan Geosentris Anggapan
ini menyatakan bahwa bumi merupakan pusat alam semesta
c. Anggapan Heliosentris Anggapan
ini menyatakan bahwa matahari merupakan pusat jagad raya.
3. Tata Surya
Planet-planet dalam adalah planet-planet yang
lintasannya di antara Bumi dan Matahari, yang terdiri
atas
Merkurius dan Venus.
Planet-planet
luar , Yupiter, Saturnus, Uranus,
dan Neptunus.
Beberapa hal penting mengenai
keberadaan planet-planet sebagai berikut.
- Artinya planet
tidak mempunyai cahaya sendiri
- Planet-planet
berkilauan dan tidak berkelap-kelip seperti halnya bintang sejati.
- Planet-planet
terlihat sebagai keping atau cakram jika dilihat dengan teropong.
- Bidang
lintasan planet-planet berbentuk elips.
- Arah peredaran
planet-planet mengelilingi matahari antara satu dengan yang lain sama.
- Kebanyakan
planet-planet mempunyai satelit pengiring seperti bulan pada planet Bumi.
Tata Surya dibagi atas Planet
Inferior Merkurius, Mars, dan Venus dan Planet Superior, Jupiter,
Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
Planet Teresterial adalah Merkurius,
Venus, Bumi, dan Mars.
Planet Jovian
Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
.
a. Merkurius Merkurius adalah planet yang terdekat
dengan matahari
b. Venus Planet ini adalah planet yang paling
terang
c. Bumi dan Bulan
d. Mars Warnanya hijau mendekati kecokelatan
sehingga menunjukkan adanya flora dan daerah gurun.
e. Yupiter keistimewaan, yaitu adanya unsur
kimia yang terkandung di dalam sangat rendah, atmosfernya hampir tidak berotasi
(sangat lambat)
f. Saturnus memiliki cincin, terdiri atas tiga
bagian yang konsentris, yaitu bagian dalam, gelang berbentuk khas (dusky
ring), dan bagian luar.
g.
Uranus
Waktu yang digunakan untuk
mengelilingi matahari kurang lebih 84 tahun dengan waktu rotasi 369 hari.
h. Neptunus merupakan saudara kembar Uranus,
terutama besarnya. Radiusnya sekitar 4 kali radius bumi.
4. Proses Terjadinya Bumi dan Tata
Surya
a. Hipotesis Kabut
Imanuel Kant (1724–1804), Bumi, dan
planet lain awalnya merupakan satu kesatuan yang berupa gumpalan kabut yang
berputar perlahan-lahan, kemudian inti kabut menjadi gumpalan gas yang kemudian
menjadi matahari, sedangkan bagian kabut di sekelilingnya membentuk planet-planet
dan satelit-satelit.
b. Hipotesis Planetesimal
Thomas C. Chamberlin, seorang ahli
geologi . Dalam teori ini dikatakan
awal pembentukan planet mirip kabut pijar, karena di dalam kabut itu terdapat
material padat yang berhamburan yang disebut planetesimal. berhamburan di
angkasa sekitar matahari membentuk planet-planet kecil yang beredar pada orbit
masing-masing.
c. Hipotesis Pasang Surut Gas
Pasang tersebut berbentuk menyerupai
cerutu yang sangat besar. Bentuk cerutu tersebut bergerak mengelilingi matahari
dan pecah menjadi sejumlah butir-butir tetesan kecil. Karena perbedaan besar
kecilnya butir sehingga massa butir
yang lebih besar menarik massa butir yang lebih kecil, dari proses tersebut
membentuk gumpalan yang semakin besar sebesar planet-planet. James-Jefries
e. Hipotesis Kuiper
Hipotesis ini dikemukakan oleh
astronom bernama Gerard P. Kuiper (1905–1973). Ia mengatakan bahwa semesta
terdiri atas formasi bintangbintang, di mana dua pusat yang memadat berkembang
dalam suatu awan antarbintang dari gas hidden. Pusat yang satu lebih
besar daripada pusat yang lainnya dan kemudian memadat menjadi bintang tunggal yaitu
matahari.Kemudian kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan oleh
adanya gaya tarik dari massa yang lebih besar yang menyebabkan awan yang lebih
kecil menjadi awan yang lebih kecil lagi yang disebut protoplanet.
LITHOSFER
Menganalisa dinamika unsur unsur geosfer serta
kaitanya dengan kehidupan.
1) Sejarah Perkembangan Bumi.
Menurut
Alfred L Wegener dalam bukunya yang berjudul The Origin of Continent and Ocean
tentan teori apung benua. Menurut Alfred L Wegener benua terdiri atas batuan sial ( silisium Almunium )
yangterpaung diatas batuan Sima ( silisium magnesium ). Pada awalnya benua
berasal dari satu benua yang dinamakan benua Pangaea. Setelah kurang lebih 200
juta tahun yang lalu benua tersebut pecah menjadi dua yaitu benua Gondwana dan
Laurasia,
Beberapa hal yang menjadi
dasar teori A.L. Wegener adalah sebagai berikut.
Teori Tektonik Lempeng
Adapun pergerakan
lempeng tersebut dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
a.
Divergen
yaitu pergerakan lempeng yang saling menjauh.
b.
Konvergen
yaitu pergerakan lempeng yang saling Bertemu
c.
Transform
yaitu pergerakan lempeng yang saling bersimpangan.
a. Dua Lempeng Saling
Menjauh/divergen
Fenomena yang terjadi jika
dua lempeng saling menjauh adalah sebagai berikut:
(1) pembentukan tanggul dasar
samudra di sepanjang tempat perenggangan antar lempeng;
(2) perenggangan lempeng disertai pertumbukan kedua tepi lempeng
tersebut
(3) terjadinya aktivitas
vulkanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur bantal
(4) munculnya aktivitas gempa di
dasar laut dan sekitarnya.
b. Dua Lempeng Saling Bertemu/konvergen
Fenomena yang terjadi jika
dua lempeng saling bertemu adalah sebagai berikut:
(1) lempeng dasar samudra
menunjam ke bawah lempeng benua;
(2) merupakan daerah hiposentra
gempa dangkal dan gempa dalam;
(3) terjadinya aktivitas
vulkanisme, intrusi, dan ekstrusi;
(4) terbentuk palung laut di
tempat tumbukan itu terjadi;
(5) pembengkakan tepi lempeng
benua yang merupakan tempat munculnya deretan pegunungan;
(6) timbunan sedimen campuran
yang dalam istilah geologi disebut batuan bancuh atau melange;
(7) penghancuran lempeng
akibat pergesekan lempeng.
c. Dua Lempeng Saling
Berpapasan
Fenomena yang terjadi jika
dua lempeng saling berpapasan
(1) terdapat aktivitas vulkanisme
yang lemah disertai gempa yang tidak kuat;
(2) gejala pergeseran tampak
pada tanggul dasar samudra yang tidak berkesinambungan dan terputus-putus. Lithosfer.
Kulit
bumi terdiri dari beberapa lapisan :
- Lapisan Inti Bumi ( Barisfer)
merupakan bahan padat yang terdiri dari lapisan nife ( niccolum = nikel
dan ferrum = besi ), jari jari kurang lebih 3.470 km.
- Lapisan Pengantara
(Astenosfer/mantel bumi ) : Lapisan ini merupakan bahan cair yang bersuhu
tinggi dan berpijar, kurang lebih tebalnya 1.700 km
- Lapisan Luar ( lithosfer ) :
Lapisan yang terletak bagian luar dari bumi yang terdiri dari dua lapisan
yaitu lapisan sial ( silinsium allumunium )dan lapisan sima (silinsium
magnesium ).
Batuan Pembentuk Lithosfer.
Batuan pembentuk
Lhithosfer dapat digolongkan menjadi 3 yaitu :
A. Batuan
Beku :
yaitu batuan yang berasal dari magma yang mengalami pendinginan, terdiri dari :
1). Batuan Beku Dalam ( tubir/ plutonik/ abysis)yaitu
batuan beku yang terjadi di dalam lapisan kulit bumi. Contohnya granit, diorit,
batolith, laolit, gabro, seynit
2). Batuan Beku Luar ( leleran/efusif ) yaitu batuan beku
yang terjadi di luar kuli bumi, contohnya andesit, obsidian, batu apung
3). Batuan Beku Korok ( gang ) yaitu batuan yang terjadi
di korok atau gang gunung api, contohnya granit posfir, dan diorite posfir
B.
Batuan Sedimen (
endapan )
: batuan ini terjadi jika batuan beku mengalami pelapikan kemudian bagian
bagian yang lepas diangkut oleh tenaga air, angina,es kemudian diendapakan di
tempat lain.
Macam
macam Batuan Sedimen
1)
Berdasarkan
tenaga pembawanya :
Sedimen glacial ; tanaga pembawanya es atau salju yang
mencair. Contonya morena
Sedimen aeris : tenaga pembawanya adalah angina.
Contohnya tanah los, tanah tuf, tanah pasir.
Sedimen aquatis ; tanaga pembawanya adalah air. Contonya breksi,konglomerat, batu pasir.
2) Berdasarkan tempat pengendapanya :
Sedimen limnis : diendapkan didasar danau atau rawa
Sedimen teristis : diendapkan di daratan
Sedimen marine : diendapkan di dasar laut
Sedimen fluvial : di endapkan di sungai
3) Berdasarkan proses pengendapanya
Sedimen Klastis (
mekanik ) : proses pengendapanya hanyut secara mekanik.
Sedimen kimiawi : proses
pengendapanya dipengauruhi prosese kimia
c. Batuan Metamorfosa : Batuan yang terjadi karena batuan beku atau batuan sedimen yang berubah
sifat dan bentuk kerana pengaruh suhu
dan tekanan yang sangat besar.
Ada tiga macam batuan Metamorfosa yaitu :
1)
Metamorfosa Kontak
(termik ): terjadi karena pengaruh suhu tinggi yang berasal dari magma.
Contonya marmer dari batuan kapur, antrasit dari batu bara.
2)
Metamorfosa Pneumatolis
: terjadi karena pengaruh tekanan tinggi dari endapan yang tebal diatasnya.
Contohnya batu pasir dari pasir.
3)
Metamorfosa Dinamo Pneumatolis : terjadi karena pengaruh suhu
dan tekanan tinggi. Contohnya batu sabak
Gambar : sillus batuan
Gambar : Bentukan hasil Intrusi magma
Tenaga Endogen
A. Vulkanisme
Intrusi magma adalah keluarnya magma dari dapur magma
tetapi sebelum sampai kepermukaan bumi magma sudah membeku menjadi batuan
Intrusi magma dapat dibedakan menjadi lima, yaitu
:
1) Batolith yaitu magma membeku disekitar dapur magma
2)
Lakolith yaitu magma menyusup
pada lapisan batuan dan membeku yang membentuk permukaan bumi menjadi cembung
3) Sill yaitu magma menyusup pada lapisan batuan dan membeku tipis pada
lapisan batuan
4) Gang/Korok yaitu magma menyusup dan membeku pada sela sela lipata atau pipa/ korok gunung api
5) Diatrema yaitu pembekuan magma diantara dapur magma dan kepundan gunung api
dan berbetuk seperti silinder
Ekstrusi Magma adalah keluarnya magma sampai kepermukaan
bumi. Ekstrusi magma akan menyebabkan terjadinya erupsi.
Ada dua macam erupsi magma yaitu :
1)
Erupsi
efusif yaitu keluarnya magma melalui lelehan
2)
Erupsi
Eksplosif yaitu keluarnya magma melalui ledakan
Berbentuk
lubang keluarnya magma eruosi dapat dibedakan menjadi:
1) Erupsi linier yaitu
erupsi melalui celah atau retakan memanjang
2) Erupsi areal yaitu
erupsi yang membuat lubang besar
3) Erupsi sentral yaitu
erupsi yang terjadi jika magma yang keluar melalui lubang yang kecil
Macam macam bentuk
Gunung api
1)
Gunung
api Perisai/ tameng : gunung api ini terjadi jika magma yamg keluar sangat
encer, sehingga magma yang keluar dapat bergerak sangat jauh dari lubang pusat
erupsi, akibatnya akan membentuk gunung api yang mempunyai lereng yang landai
2)
Gunung
api Maar ; gunung api ini terjadi akibat erupsi eksplosif kemudian gunung api
ini mati, akibat dapar gunung api yang dangkal bentuk gunung api ini kecil
tetapi mempunyai lereng yang curam
3)
Gunung
api Strato : terjadi akibat peristiwa eksplosif ( ledakan )kemudian diselingi
lelehan akibatna lereng gunung berlapis lapis
Perisai Maar Strato
Tipe Gunung Api
Tipe
gunung api dapat dilihat dari deajat kekentalan magma, tekanan gas, kedalaman
magma dan bahan material yang dikeluarkan
Dibawah ini adalah tabel tipe gunung api :
No
|
Tipe
|
Lava
|
Tekanan Gas
|
Kedalaman lava
|
Contoh
|
1
|
Hawai
|
Sangat cair
|
Rendah
|
Sangat dangkal
|
Manoa Lea, Kileua
|
2
|
Stromboli
|
Sangat cair
|
Sedang
|
Dangkal
|
Visuvius, Raung
|
3
|
Vulkano
|
Cair
|
Sedang
|
Dangkal
|
Etna, Semeru
|
4
|
Perret
|
Cair
|
Sangat tinggi
|
Sangat dalam
|
St. Helen, Krakatau
|
5
|
Merapi
|
Kurang cair
|
Rendah
|
Sangat dangkal
|
Merapi
|
6
|
Pelle
|
Kurang cair
|
Sangat tinggi
|
Dangkal
|
Pelle
|
7
|
St. Vincent
|
Kurang cair
|
Sedang
|
Dangkal
|
St. Vincent, Kelud
|
Material yang
dikeluarkan gunung api
1.
Bahan padat ( eflata ) :
Menurut asalnya eflata di bagi dua yaitu eflata
allogen yaiitu eflata yang berasal dari batu batuan sekitar kawah yang ikut
terlempar, dan eflata antigen yaitu
eflata yang berasal dari magma sendiri atau disebut juga pyroklastika.
Sedangkan menurut ukuranya eflata dibedakan atas bom, lapili, pasir dan debu
2.
Bahan
Cair yang terdiri : Lava yaitu magma yang keluar ke permukaan bumi.
3.
Lahar
yaitu lava yang sudah bercampur dengan air, ada dua macam lahar yaitu lahar
panas dan lahar dingin.
4.
Bahan
Gas ( ekshalasi ) terdiri : Mofet yaitu gas CO2, fumarol ( uap air/H2O) dan
solfator ( H2S)
Peristiwa Post Vulkanisme ( Paska vulkanisme )
Post vulkanisma
adalah peristiwa setelah gunung api meletus atau gunung api yang sudah mati.
Yang termasuk peristiwa post vulkanisme adalah:
1). Makdani adala air
panas yang mengandung mineral
2). Geyser adalah
mata air panas yang memancar keatas
3). Tedapat nya sumber gas fumarol
B. Tektonisme
Tektonisme adalah perubahan atau gerakan lapisan bumi secara horizontal dan
vertikal. Pada umumnya bentuk hasil tenaga tektonisme berupa patahan ( vertikal dan horizontal )dan lipatan ( vertikal )
Ada dua macam gerak tektonisme yaitu :
I. Gerak epirogenetik
Gerak epirogenetik adalah gerak atau pergeseran kulit
bumi yang relatif lamban dan berlangsung dalam wktu lama serta maliputi daerah
yang laus
Ada dua macam gerak epirogenetik
a) Eprigenetik positif adalah gerakan turunya daratan sehingga seolah olah
permukaan air laut naik.
b) Epirogenetik negatif adalah gerakan naiknya daratan sehingga seolah olah
permukaan air laut turun.
2. Gerak Orogenetik adalah gerak atau pergesran kulit bumi relatif
cepat dan meliputi daerah yang luas. Gerakan ini menyebabakan tekanan
horisontal dan vertika pada kulit bumi yang menyebabkan peristiwa dislokasi
atau perpendahnya letak lapisan kulit bumi. Peristiwa ini bisa menyebabkan
patahan atau lipatan
C. Seisme (Gempa Bumi)
Macam macam gempa
bumi :
Berdasarkan penyebabnya ;
1.
Gempa
vulkanik yaitu gempa yang disebabkan oleh aktivitas gunung api,
2.
Gempa
tektonik yatu gempa yang disebabkan adanya gerakan lempeng lithosfera, lempeng
atau kerak bumi yang begerak suatu saat akan terjadi tumbukan.
3.
Gempa
runtuhan yaitu gempa yang disebabkan oleh runtuhnya tanah yang mempunayi volume
besar
Berdasarkan jarak
episentrumnya ( pusat gempa )
1). Gempa dekat/setempat, jaraknya kurang dari 10.000 km
2). Gempa jauh sekitar 10.000 km
3). Gempa jauh sekali jaraknya lebih 10.000 km
Berdasarkan Kedalamanya
1). Gempa dangkal : kurang dari 100 km dibawah permukaan laut
2). Gempa menengah antara 100 km – 300 km
3). Gempa dalam lebih dari 300 km
Menentukan pusat gempa (
Episentrum ).
Untuk memnentukan pusat gempa ada beberapa cara atau metode yaitu :
1). Metode homoseista.
Metode ini dengan menggunakan tiga tempat yang mempunyai
homoseista. Homoseista adalah daerah yang mempunyai waktu getar yang sama.
2). Metode Episentral
Metode Episentral yaitu
metode denganmencatat tiga daerah yang merekam waktu gelombang primer dan
gelombang sekunder. Metode ini menggunakan rumus laska.
Rumus Laska :
Δ = [ ( S-P ) – 1 ]x 1 megameter
Δ = Jarak pusat gempa ke pencatat gempa
S = Waktu yang tercatat pada gelombang sekunder
P = Waktu yang tercatat pada gelombang primer
1 = 1 menit
1 megameter = 1.000 km
Contoh : Prhatikan tabel di bawah ini
Stasiun Seismograf
|
Gelombang Sekunder
|
Gelombang Primer
|
Daerah A
Daerah B
Daerah C
|
20.52' 32"
20.51' 56"
20.52' 42"
|
20.51' 20"
20.50' 47"
20.51' 36"
|
Menentukan pusat gempa dengan rumus Laska
Daerah A
Δ =
[ ( S-P ) – 1 ]x 1 megameter
[ (20.52' 32"-20.51' 20")– 1’ ]x
1 megameter
= [ ( 1’12” ) – 1’ ]x 1 megameter
= 12” x 1.000 km
= 12/60 x 1. 000 km
= 200 km
Daerah B
Δ = 150 km
Daerah C
Δ = 100 km
Istilah istilah dalam gempa bumi :
Seisme : gempa bumi
Seismograf : alat pencatat gempa
Seismogram : grafik hasil rekaman gempa
Episentrum : pusat gempa dipermukaan bumi
Hiposentrum :
pusat gempa didalam bumi
Homoseista : garis khayal yang menghubungkan daerah daerah yang
mempunyai waktu getar yang sama
Isoseista : garis khayal yang menghubungkan daerah daerah
yang mempunyai kerusakan yang sama
Plestoseista :
garis khayal yang menghubungkan daerah daerah yang mempunyai kerusakan paling
berat
Tenaga Eksogen / Tenaga Dari Luar Bumi
a.
Erosi : erosi adalah
terkikisnya dan terbawanya batuan oleh tanaga
air, angin atau gelombang laut.
Macam
macam erosi :
Berdasarkan
tenaga penyebabnya
·
Ablasi
tenaga penyebabnya air yang mengalir, biasanya terdapat di sungai
·
Abrasi
tenaga penyebabnya gelombang laut, biasanya terdapat dipantai
·
Korosi/deflasi : tenaga
penyebabnya angin, biasanya terdapat di gurun
·
Ekharasi: tenaga
penyebabnya adalah gletser, biasanya terdapat di daerah dingin.
Berdasarkan
bentuk erosinya :
- Flash erosion : erosi percikan
- Overland erosion ; erosi aliran
permukaan
- Rill erosion : erosi alur
- Gully erosion : erosi parit
- Stream bank erosion : erosi
tebing
- Sheet erosion : erosi lembaran
b.
Sedimentasi : merupakan proses
pengendapan material hasil erosi dipermukaan bumi.
- Floodplain : dataran banjir
- Delta : endapan di muara sungai
- Delta Bar : endapan yang terdapat di tengah sungai
- Tombolo : endapan yang menghubungkan dua dartan/pulau *orang Tegal Buleud menyebutnya BUGEL
- Spit : endapan material akibat sedimentasi marine yang terdapat di
teluk dan ujungnya bersatu dengan daratan
- Bar : endapan yang disebabkan pengerjaan gelombang laut yang arahnya
memanjang
- Tanah loss : endapan debu yang di bawa angin dari gurun dan mengendap
disekitarnya
- Sand dunes :guguk pasir di tepi pantai/gurun yang
- Barchan : guguk pasir yang berbentuk tapal kuda
- Beach Ridge : tebing pantai yang
berupa gundukan pasir atau puing batu karang disekitar pantai Cliff ( pantai curam )
c. Pelapukan
Pelapukan
adalah proses penghancuran massa batuan ( bed rock ) yang disebabkan oleh
factor cuaca, iklim,topografi,struktur batuan, dan factor biologi ( tumbuhan,
hewan, manusia )
Macam
– macam Pelapukan :
1.
Pelapukan
Mekanik ( phisis ) adalah pelapukannyang
disebabkan pengaruh iklim, misalnya suhu curah hujan yang berlangsung terus
menerus. Contohnya hancurnya batuan di daerah gurun karena amplitude suhu
harian yang besar
2. Pelapukan kimiawi : adalah pelapukan yang disebabkan karena proses kimia.
Cotohnya pelapukan di daerah kapur yang terjadi karena reaksi dengan air, yang
berakibat terjadinya Dolina, ovala, stalagtit, stalagmit, tiang kapur,sungai bawah
tanah, hujan asam terjadi didarah kapur akibat reaksi antara air dengan kapur
3. Pelapukan Biologi adalah pelapukan yang
disebabkan oleh manusia, hewan dan tumbuhan.
Contohnya akar tumbuhan yang menghancurkan batuan, hewan dalam tanah yang
menghancurkan batuan, atau aktifitas manusia yang menghancurkan batuan
PEDOSFER
Berubahnya
batuan atau zat organic menjadi butir butir tanah dikarenakan oleh beberapa
factor, antara lain :
a.
Ampitudo
suhu yang tinggi memepercepat pelapukan
b.
Aliran
air akan mempercepat pelapukan
c.
Akar
tumbuhan yang menerobos tanah memecah batuan
d.
Binatang
binatang akan menghancurkan, terutama binatang yang berlindung didalam tanah
e. Timbunan sisa organic akan membentuk tanah
Komposisi Tanah
a. Bahan Mineral : mineral berasal dari pelapukan batuan secara fisik dan
kimia (45%)
b. Udara ( 20% - 30 % )
c. Bahan oganik : bahan yang berasal dari sisa sisa makluk hidup ( 5%)
d. Air ( 205 – 30%)
Profil Tanah
a. Horizon O : merupakan lapisan tanah yang terdiri dari unsur unsur organis,
sifatnya subur, terdapat pada daerah yang belum di jamah oleh manusia.
b.
Horizon
A ( Lapisan tanah atas/top soil )
· Berwarna gelap
· Tebalnya antara 10 –
30 cm
· Meupkan lapisan yang
subur
· Sangat potensial
untuk tumbuhan
c.
Horizon
B ( Lapisan tanah bawah/sub soil ).
·
Warnanya
lebih cerah
·
Lebih padat dari pada
lapisan di atasnya
·
Tebalnya 50 – 60 cm
·
Sering disebut tanag
cadas atau keras
·
Kegiatan jasad hidup
mlai berkurang
d. Horizon C ( Batuan Induk terlapuk / regolith )
·
Warnanya hampir sama
dengan batuan induk
·
Masih bisa ditembus oleh
akar tanaman
e.
Horizon
D ( Batuan Induk/ bed rock )
·
Warnanya
kemerah merahan atau kelabu
·
Sukar
ditembus akar
Kerusakan Tanah
Sebab-sebab erosi
tanah
- tanah yang gundul/ tidak ada
tanaman.
- Tanah tidak dibuat tanggul
pasangan sebagai penahan erosi
- Pada tanah miring pengolahnya tidak dibuat teras
- Tanah yang berumput dipergunakan penggembalaan secara liar
- Penebangan secara liar menyebabkan hutan gundul.
Pencegahan Erosi
- Reboisasi
- Membuat saluran air yang di atasnya di
tanami rumput
- Membuat terasering pada lahan yang miring
- Cotour farming : penenaman searah kemiringan
lereng
- Contour
plowing : membajak searah garis
kontur
- Contour
Strip cropping ; bercocok tanam dengan cara membagi dalam bentuk sempit
dan memanjang searah garis kontur
- Crop
rotation : pergantian jenis tanaman
Polusi Tanah
Polusi tanah
merupakan kerusakan tanah yang disebabkan adanya bahan kimia yang larut dalam
tanah. Bahan kimia tersebut berasal dari limbah industri,atau limbah rumah
tangga.
Pencegahan Polusi
tanah
- tidak membuang limbah langsung ke
sunngai atau lahan pertanian
- melengkapi industri dengan
penyaringan limbah
- tidak mendirikan perumahan dan
industri di daerah lahan pertanian
Klasifikasi jenis-jenis tanah pada tingkat tersebut sering digunakan
untuk mengelompokkan tanah di Indonesia.
a. Tanah Organosol atau Tanah Gambut
Tanah jenis ini
berasal dari bahan induk organik dari hutan rawa, mempunyai ciri warna cokelat
hingga kehitaman, Tanah ini terbentuk karena adanya proses pembusukan dari
sisa-sisa tumbuhan rawa. Banyak terdapat di rawa Sumatra, Kalimantan, dan
Papua, kurang baik untuk pertanian maupun perkebunan karena derajat keasaman
tinggi.
b. Tanah Aluvial
Bahannya berasal
dari material halus yang diendapkan oleh aliran sungai. Oleh karena itu, tanah
jenis ini banyak terdapat di daerah datar sepanjang aliran sungai.
c. Tanah Regosol
Tanah ini merupakan endapan abu vulkanik
baru yang memiliki butir kasar. Tanah ini banyak terdapat di daerah Sumatra
bagian timur dan barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
d. Tanah Litosol
Bahannya berasal dari jenis batuan beku
yang belum mengalami proses pelapukan secara sempurna. Jenis tanah ini banyak
ditemukan di lereng gunung dan pegunungan di seluruh Indonesia.
e. Tanah Latosol
Latosol tersebar di daerah beriklim basah,
curah hujan lebih dari 300 mm/tahun, dan ketinggian tempat berkisar 300–1.000
meter. Tanah ini terbentuk dari batuan gunung api kemudian mengalami proses
pelapukan lanjut.
f. Tanah Grumusol
Jenis ini berasal dari batu kapur, batuan
lempung, tersebar di daerah iklim subhumid atau subarid, dan
curah hujan kurang dari 2.500 mm/tahun.
g. Tanah Podsolik
Tanah ini berasal dari batuan pasir kuarsa,
tersebar di daerah beriklim basah tanpa bulan kering, curah hujan lebih 2.500
mm/tahun. Tekstur lempung hingga berpasir, kesuburan rendah hingga sedang,
warna merah, dan kering.
h. Tanah Podsol
Jenis tanah ini berasal dari batuan induk
pasir. Penyebaran di daerah beriklim basah, topografi pegunungan, misalnya di
daerah Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Papua Barat. Kesuburan tanah
rendah.
i. Tanah Andosol
Tanah jenis ini berasal dari bahan induk
abu vulkan. Umumnya dijumpai di daerah lereng atas kerucut vulkan pada
ketinggian di atas 800 meter. Warna tanah jenis ini umumnya cokelat, abu-abu
hingga hitam.
j. Tanah Mediteran Merah Kuning
Tanah jenis ini berasal dari batuan kapur
keras (limestone). Warna tanah cokelat hingga merah. Khusus tanah
mediteran merah kuning di daerah topografi karst disebut ”Terra Rossa”.
k. Hidromorf Kelabu
Jenis tanah ini perkembangannya lebih
dipengaruhi oleh factor lokal yaitu topografi yang berupa dataran rendah atau
cekungan, hampir selalu tergenang air, dan warna kelabu hingga kekuningan
Usaha-usaha
Pelestarian tanah :
1. Metode
vegetatif sangat efektif
dalam pengendalian erosi
a. Penanaman
tanaman secara berjalur tegak lurus terhadap arah aliran (strip cropping).
b. Penanaman
tanaman secara berjalur sejajar garis kontur (contour strip cropping).
c. Penutupan lahan yang memiliki lereng curam
dengan tanaman keras (buffering).
d. Penanaman secara permanen untuk melindungi tanah dari
tiupan angin (wind breaks).
2.
Metode mekanik
a. Pengolahan lahan
sejajar garis kontur (contour tillage).
b. Penterasan lahan
miring (terracering).
c. Pembuatan pematang (guludan) dan saluran air sejajar
garis kontur.
d. Pembuatan
cekdam.
ATMOSFER
Atmosfer terdiri dari beberapa lapisan , diantaranya :
a. troposfer
-
ketinggian 0 – 8 km (
kutub ) dan 0 -6 km di khatulistiwa
-
tempat terjadinya
peristiwa cuaca dan iklim : angin, hujan, petir , awan
-
temperatur tidak konstan
semakin keatas suhunya semakin turun
-
merupakan lapisan paling
dekat dengan bumi
b. Stratosfer
-
pada lapisan ini
terdapat konsentrasi ozon yang berfungsi menyaring sinar ultra violet yang
datang dari matahri
c. Mesosfer.
-
adanya penurunan suhu sampai
100 C
-
tempat terbakarnya benda
benda langit ( meteor )
d. Termosfer.
-
ketinggian termosfer
mencapai 80 – 800 km
-
terjadi peristiwa
ionisasi
e. Eksosfer
-
Eksosfer mempunayi
ketinggian 800 – 1.000 km dan merupakan lapisan terluas dari lapisan lainya
-
Lapisan ini mempunyai
pengaruh gaya berat sangat kecil sehingga benturan antara bagian bagian udara
jarang terjadi
Manfaat lapisan atmosfer ( udara )
a.
pernafasan
bagi makluk hidup
b. perlindungan makluk hidup dari radiasi matahari
c. perlindungan bumi dari jatuhnya benda benda langit ke permukaan bumi
d. pemantulan gelombang bunyi untuk komunikasi
e. pelayaran atau pendorong bagi kapal layar
f. penyerbukan tanaman
g. olah raga terutama untuk terbang layang
h. penyebab hujan
i. penggerak kincir angin
Cuaca dan Iklim
Unsur Unsur Cuaca dan Iklim
a. suhu ( temperatur )
Besar kecilnya suhu dipermukaan bumi dipengaruhi oleh ;
-
sudut datang dan sudut
pantul sinar matahari
-
lama penyinaran
-
jenis permukaan bumi
-
keadaan awan
-
ketinggian tempat
-
letak lintang
b.
Tekanan Udara
c.
Angin
Besarnya kecepatan angin dapat diukur dengan alat
anemometer
Macam -macam angin :
1. Angin siklon dan angin antisiklon : angina siklon ( menuj upusat ) adalah
angin terjadi jika daerah yang mempunyai tekanan rendah yang dikelilingi oleh
daerah yang mempunyai tekanan maksimum. Sedangkan angin antisiklon (
meninggalkan pusat ) terjadi jika udara maksimum dikelilingi oleh daerah yang
mempunyai tekanan rendah.
2. Angin Muson barat : angin yang
bertiup pada bulan Oktober sampai bulan April, angin ini berasal dari lautan
bersifat basah sehingga menyebabkan musim penghujan di Indonesia.
3. Angin muson timur : angin ini bertiup pada bulan April sampai bulan
Oktober, angin muson timur berasal dari daratan yang menyebabkan musim kemarau
di Indoneasia.
Gambar angin muson barat dan
timur
4.
Angin
lembah : angin yang bertiup dari lembah menuju ke gunung pada siang hari.
5.
Angin
Gunung : angin yang bertiup dari gunung
menuju ke lembah berlangsung pada malam hari
6. Angin darat : angina yang bertiup dari darat menuju lautan berlangsung pada
malam hari
7. Angin Laut : angin yang bertiup dari laut menuju daratan berlangsung pada
siang hari
8. Angin Pasat : angina yang berasal dari lintang tengah menuju katulistiwa.
angin ini arahnya dibelokkan yang dari utara katulistiwa berbelok kekanan dan
yang dari selatan katulstiwa berbelok kekiri
c. Kelembaban udara
Kelembaban
udara adalah banyaknya uap air yang terkandung di udara. Semain besar
kelembaban udara semakin banyak uap air yang terkandung di dalam nya. Ada dua
macamkelembaban udara yaitu kelembaban mutlak atau absolut dan kelembaban
relative. Kelemlbaban mutlak adalah banyaknya uap air di udara dalam satu kubik
udara. Sdangkan kelembaban relatif adalah bilangan yang menunjukkan berapa
persen perbandingan antara jumlah uap air yang ada di udara dengan jumlah uap
air yang dapat ditampung oleh udara
Jumlah
uap air
Kelembaban
relatif = ------------------------ ----------- x 100 %
Jumlah uap
air maksimum
d. Curah Hujan
Hijan terjadi jka konsentarasi awan cukup banyak kemudian
mendingin menjadi butiran air yang jatuh dari atmosfer ke permukaan bumi. Alat
untuk mengukur curah hujan dinamakan ambrometer
Macam – macam Hujan
1.
Hujan
Orografis : terjadi jka udara yang basah melewati pegunungan, mengalami
pendinginan dan jatuh menjadi hujan di lereng pegunungan
2.
Hujan Zenithal
: hujan yang terjadi di daerah katulistiwa karena angina anaik
katulistiwa
3. Hujan Siklon : Hujan yang terjadi karena pengaruh angin siklon
4. Hujan Muson/Musim : Hujan yang terjadi karena pengaruh angin muson barat,
yang berlangsung pada bulan oktober sampai bulan april
5. Hujan Frontal : hujan yang ter jadi jika pertemuan antara masa udara panas
dengan masa udara dingin
Hujan Orografis Hujan Frontal Hujan Zenithal
e.
Awan
Awan merupakan titik air
yang berkumpul dan melayang layang diudara yang cukup tinggi
Macam macam awan
1. Awan Tinggi : terdapat pada ketinggian 6 km – 12 km. Awan ini selalu
terdiri dari kristal kristal es, yang meliputi antara lain :
-
Cirrus ( Ci ) : Awan
halus dan berstrukur serat berbentuk seperti bulu burung. Awan ini tidak
menimbulkan hujan
-
Cirron status ( Ci-St )
: bentuknya seperti kelambu putih yang halus dan rata mentup seluruh langit
sehingga nampak cerah. Awan ini sering menimbulkan halo ( lingkaran bulat )
yang mengelilingi matahari atau bulan. Biasanya terjadi pada musim kering
-
Cirro Cumulus ( Ci- Cu)
: awan ini terputus putus dan penuh dengan kristal kristal es berbentuk
sekumplan domba dan sering menimbulkan bayangan
2. Awan menegah terdapat pada ketinggian 3 – 6 km, yang meliputi :
-
Alto Cumullus ( A – Cu )
; awan ini kecil kecil tetapi banyak, berbentuk bola yang agak tebal berawan
putih sampai kelabu. Awan ini bergerombol dan saling berdekatan
-
Alto
stratus (A – St ) ; awan ini luas dan tebal berwarna kelabu
3. Awan rendah ; terdapat pada ketinggian kurang dari 3 km, meliputi :
-
Strato Cumulus ( St – Cu
) : awan ini berbentuk bola yang sering menutupi seluruh bagian langit,
sehingga seperti gelombang di lautan. Lapisan awan ini
tipis sehingga tidak menimbulkan hujan
-
Stratus ( St ) : Awan
rendah yang sangat luas, tingginya dibawah 2000m. Berbentuk lapisan melebar
seperti kabut
-
Nimbo Stratus ( Ni – St
) : Awan ini berbentuk tidak menentu, tepinya berbentuk compang camping tidak
beraturan. Penyebaranya di langit sangat luas dan menyebabkan terjadinya
gerimis.
4. Awan vertikal : awan yang terjadi karena udara naik
- Cumulus : awan yang begumpal gumpal dan
menyebabkan hujan
- Cumulus nimbus awan yang sangat
tebal menimbulkan hujan disertai angin dan badai
Pembagian
Iklim
a.Ikim Matahari :
pembagian iklim ini berdasarkan banyaknyapanas yang diterima bumi adri matahari, terdiri dari :
-
Iklim tropis : 23½ ˚LU – 23½
˚LS
-
Iklim Sub tropis : 23½˚ LU/LS – 66½˚ LU/LS
-
Iklim Dingin : 66½ ˚LU/LS – 90½˚
LU/LS
b.Iklim Fisis :
pembagian ilim ini berdasarkan kenyataan dipermukaan bumi, yang terdiri dari :
-
Iklim
Maritim : iklim ni dipengaruhi angina laut , dengan cirri amplitude suhu haian
kecil dancurah hujan yang tinggi
-
Ilim
continental : iklim ni dipengaruhi angina darat, dengan cirri amplitude suhu
haian tinggi dan curah hujan yang kering
-
Iklim
dataran tinggi : iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri amplitudo
suhu harian dan tahunan tinggi, udara kering, kelembaban udara rendah.
-
Iklim
Gunung : dengan ciri terdapat salju, hujan terjadi di lereng sebgaian,
amplitudo suhu harian dan tahuanan kecil
-
Iklim Gurun : : dengan
ciri amplitudo suhu harrian dan tahunan besar , udara kering
c.Iklim Koppen : pembagian iklim ini berdasarkan suhu dan curah hujan, terdiri dari :
-
Iklim A : iklim hujan
tropis
·
Am : terdapat iklim
panas dengan musim penghujan dan musim kemarau yang kering, batas peralihan
kedua musim jelas, terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, sulawesi Selatan dan
pantai selatan Papua
·
Af : Iklim hutan hujan
tropis sifatnya panas disertai curah hujan yang tinggi sepanjang tahun,
terdapat di sumatera, Klaimantan, Papua
·
Aw : Iklim panas dengan
musim kemmarau sangat panjang dari pada musim penghujan, terdapat di NTT,
NTB,Kepulauan Aru
-
Iklim B : ilim kering,
dengan ciri penguaapan besar dan tidak ada surplus air
-
Iklim S : Iklim sedang
panas, dengan ciri bulan terpanas lebih dari 10˚ C dan bulan terdingin -3˚ C
sampai 8˚ C
-
Iklim D : iklim hutan
salju sejuk, dengan ciri bulan terpanas lebih dari 10˚ C, bulan dingin suhu
rata rata 3˚ C
-
Iklim E : iklim kutub
dengan ciri suhu rata rata bulan terpanas kurang dari 10˚ C
d. Iklim Junghun : pembagian iklim ini berdasarkan ketinggian tempat, iklim ini terdiri dari ;
-
iklim panas : mepunyai
ketinggian 0 – 650 m, dengan suhu antara 22˚ C -26,3˚ C
-
Iklim sedang : mepunyai
ketinggian antara 650 -1500 m, dengan suhu antara 17˚ C -22˚ C
-
Iklim sejuk : mmempunyai
ketinggian antara 1500 – 2500m dengan
suhu antara 10˚C – 17˚ C
-
Iklim dingin : mempunyai
ketinggian diatas 2500m, dengan suhu dibawah 11˚ C
e. Iklim Scmhidt dan ferguson : pembagian iklim ini dengan membandingkan
antara jumlah bulan kering dan jumlah
bulan basah, yan dinamakan tingkat kebasahan ( Q ). Bulan kering jika curah
hujan kurang dari 60 mm/th sedangkan bulan basah jika curah hujan lebih dari
100mm/th
Jumlah bulan kering
Besarnya Q = --------------------------------- x
100%
Jumlah
bulan basah
Penggolongan iklim Schmidt dan Ferguson antara lain :
Tipe A : 0% < Q < 14,3 %
Tipe B : 14,3 %< Q < 33,3%
Tipe C : 33,3%< Q < 60%
Tipe D : 60%< Q < 100 %
Tipe E : 100 %< Q < 167 %
Tipe F : 167 % < Q < 300 %
Tipe G : 300 %< Q < 700 %
Tipe H : Q lebih dari 700%
Contoh :Perhatikan table rata rata curah hujan di bawah
ini :
Bulan
|
J
|
P
|
M
|
A
|
M
|
J
|
J
|
A
|
S
|
O
|
N
|
D
|
Curah
Hujan (mm/th)
|
130
|
125
|
121
|
101
|
57
|
56
|
55
|
54
|
58
|
110
|
124
|
133
|
Jumlah bulan kering
Besarnya Q =
--------------------------------- x 100%
Jumlah
bulan basah
5
Besarnya
Q = -------- x 100 %
7
Dari data tersebut termasuk tipe
D
Perubahan iklim global, ditandai dengan perubahan suhu
dipermukaan bumi yang disebabkan oleh factor lain dan manusia yang membakar
bahan bakar dari fosil yang menyebabkan munculnya gas karbon di oksida CO2.
Selain itu unsur pemanasan global terjadi yaitu aerosal,
cloroflourocrbon/CFC ( freon ) yang
dapat merusak ozon.
HIDROSFER
Siklus air terdiri dari tiga yaitu siklus pendek, sedang dan siklus panjang
Evaporasi ; penguapan
yang terjadi pada laut, danau, rawa atau sungai
Transpirasi : penguapan pada tumbuh tumbuhan
Evapotranspirasi : penguapan yang terjadi pada perairan dan tumbuhan
Kondensasi : perubahan uap air menjadi awan akibat pendinginan
Adveksi : gerakan awan yang disebabkan oleh angin
Presipitasi : curah hujan
Run off : gerakan/ aliran air pada permukan tanah
Infiltrasi : gerakan air didalam tanah
Perairan Darat
a.
Air Tanah
Berdasarkan letaknya air tanah di bagi menjadi dua
-
Air tanah preatis adalah
air tanah yang terletak pada lapisan tanah bagian atas
-
Air tanah artesis adalah
air tanah yang terletak pada lapisan tanah bagian bawah
Kedua air tanah tersebut dipisahkan oleh batuan permiabel
atau batuan pejal, batuan pejal yaitu batuan yang tidak dapat diembus oleh air.
Selain itu ada air tanah vados dan juvenil. Air tanah vados adalah air tanah
yang berasal dari air hujan, sedangkan juvenil air tanah yang berasal dari
magma
b. Sungai
Sungai di bagi menjadi tiga bagian :
-
Bagian Hulu : bagian
yang dekat dengan mata air, mempunyai ciri ciri, aliranya deras,erosi
vertikal,palung berbentuk V, terdapat air terjun, hampir tidak ada pengendapan.
-
Bagian tengah : antara
bagian hulu dan hilir mempunyai ciri ciri alirannyanya sedang, erosi vertikal dan horisontal, terdapat pengendapan, palung
berbentu U
-
Bagian Hilir : bagian
yang dekat dengan mura sungai dengan ciri ciri aliranya lambat, banyak terdapat sediman,palung berbentuk U
lebar, erosi horisontal, tedapat meandaer atau sungai berkelok kelok
Macam – macam Sungai
1). Berdasarkan asal mata airnya
- Sungai Hujan : sunagi mata airnya dari air
hujan
- Sungai Gletser : sungai mata airnya dari
salju atau es yang mencair
- Sungai campuran : sungai mata airnya dari air
hujan dan gletser atau es yang mencair
2). Berdasarkan
besarnya aliran
- Sungai permanen : sungai yang aliranya tetap
sepanjang tahun
- Sungai periodik : sungai yang aliranya tidak
tetap sepanjang tahun
3). Sungai bedasarkan genetiknya atau stadium sungai
- Sungai konsekuen
: sungai yang aliranya searah dengan kemiringan lereng
- sungai subsekuen
: sungai yang aliranya tegak lurus dengan sunagi konsekuen
- Sungai Obsekuen
: sungai yang aliranya berlawanan dengan sungai konsekuen
- sungai Resukuen
: sungai yang aliranya searah dengan sungai konsekuen
- Sungai insekuen
: sungai yang arah aliranya tidak teratur
4). Berdasarkan Pola aliranya
- Pinnate : pola alirang sungai yang membentuk sudut
lancip
- Dendritik : pola aliran sungai yang menyerupai bentuk
pohon
- Trelis : pola aliran sungai dimana anak sungai
membentuk sudut siku siku dengan induk sungai
- Paralel : pola aliran sungai yang hamir sejajar antara
sungai satu dengan lainya
- Radial sentripugal : pola alirang sungai yang
meninggalkan pusat
- Radial sentripetal : pola aliran sungai yang menuju
pusat
- Regtangulair : pola aliran sungai yang membentuk sudut
siku siku
- Brided : pola aliran sungai yang diselang seling dengan
danau
- Sinkholes : pola aliran sungai yang secara tiba tiba
menghilang, terdapat didaerah kapur
c.
Danau
Macam macam danau menurut terjadinya
-
Danau tektonik : danua
yang terjadi karena peristiwan tektonisme
-
Danau Vulaknik : danau
yang terjadi kaarena peristiwa vulkanisme
-
Danau Tektovulkanik :
danau yang terjadi karena peristiwa tektonik dan vulkanik
-
Danau Karst : danau yang
terjadi di daerah kapur
-
Danau Gletser : danau
yang terjadi di daerah es
-
Danau Buatan : danau
yang sengaja dibuat oleh manusia
d.
Rawa
Rawa adalah genagan air yang terdapat di daerah yang
landai dan muara sungai besar. Di Indonesia rawa banyak terdapat dipantai utara
Jawa, pantai timur Sumatera, pantai Kalimantan, Sulawesi tenggara dan papua. Genagan air rawa
berasal dari air hujan,air sungai atau air laut. Oleh karena itu ada rawa yang
airnya tawar dan rawa yang airnya asin.
Perairan Laut
a. Laut
Jenis laut menurut terjadinya
-
Laut transgresi : laut
yang terjadi karena naiknya permukaan air laut
-
Laut Ingresi : laut yang
terjadi karena dasar laut mengalami penurunan.
Jenis laut menurut kedalamanya :
-
Zona litoral : batas
antara pasang surut air laut
-
Zona neretis : laut yang
mempunyai kedalaman 0 – 200m
-
Zona
batial : laut yang mempunyai kedalaman 200 m – 2.000 m
-
Zona abisal : laut yang
mempunyai kedalaman lebih dari 2000 m
Jenis
laut menurut letaknya :
-
Laut tepi ; laut yang
terletak di tepi benua
-
Laut tengah : laut yang
terletak diantara dua benua atau lebih
-
Laut pedalaman : laut
yang terletak di tengah benua
Ciri ciri fisik laut
1. Suhu air laut : suhu air laut dipengaruhi oleh pemanasan matahari dan
keadaan angina, semakin kedalam dan semakin ke kutub suhu semskin rendah.
2. Kadar garam air laut ( salinitas ) : kadar garam air laut berasal dari
hasil pelapukan didaratan kemudian di bawa aliran sungai ke laut. Kadar garam laut dipermukaa bumi tidak sama namun kadar garam laut rata
rata adalah 35%
Kadar garam laut dipengaruhi oleh :
-
banyaknya sungai yang
masuk kelaut
-
besarkecilnya curah
hujan
-
banyaknya penguapan pada
laut
-
banyaknya gletser yang
masuk ke laut.
3.
Warna
air laut : warna air laut tergantung dari unsur unsur yang terkandung di dalam
air laut.
Macam
macam air laut :
-
Biru
disebabkan oleh sinar matahari ( biru ) yang dipantulkan lebih banyak dari
warna lainya
-
Kuning disebabkan lumpur
kuning
-
Hijau disebabkan
tumbuhan dan lumpur hijau
-
Putih disebabkan oleh
gletser atau salju
-
Ungu adanya organisme
yang menngeluarkan sina fosfor, misalnya Laut Ambon
-
Hitam karena pengaruh
lumpur hitam, misalnya laut hitam
-
Merah, karena adanya
organisme yang berwarna merah, misalnya laut Merah
4. Arus Laut : adalah gerakan air laut dengan sirkulasi yang tetap
Sebab sebab terjadinya arus laut
-
adanya angin
-
perbedaan kadar garam
-
perbedaan niveau ( beda
tinggi permukaan laut )
-
pengaruh pasang surut
air laut
Persebaran arus laut di dunia
Samudera Pasifik
Disebelah utara katulistiwa
-
Arus khatulistiwa utara : merupakan arus panas
-
Arus Koroshio : merupaka
arus panas lanjutan dari arus katulistiwa utara setelah dekat dengan kepulauan
Filipina arahnya menuju ke utara melalui Jepang sampai pesisir Amerika Utara.
Arus ini didorong oleh angin barat.
-
Arus Kalifornia :
mengalir sepanjang pesisir brat Amerika utara ke arah selatan menuju
katulistiwa dan termasuk arus dingin.
-
Arus Oyashio : merupakan
arus dingin yang didorong oleh angin timur dan mengali di selat Bering menuju
selatan dan berakhir disebelah timur kepulauan Jepang. Di temapt ini oyashio
bertemu dengan arus koroshio, ertemuan kedua arus ini menjadi daerah perikanan
yang kaya
Disebelah selatan katulistiwa
-
Arus Khatulistiwa selatan : merupakan arus panas menuju ke barat
sejajar katulistiwa. Arus ini didorong oleh angin pasat
tenggara
-
Arus Humbolt atau arus
Peru : merupakan arus dingin lanjutan dari sebagian arus angin barat yang
mengalir kearah selatan sepanjang barat
Amerika Selatan.
-
Arus Australia Timur :
merupakan lanjutan arus katulistiwa selatan yang mengalir sepanjang pesisir
australia timur
-
Arus angin barat :
merupakan lanjutan arus Australia timur yang menuju ke timur sejajar dengan
garis katulistiwa
Samudera Atlantik
Disebelah utara Katulistiwa
-
Arus katulistiwa utara :
merupakan arus panas yang menuju ke barat sejajar dengan katulistiwa
-
Arus teluk atau
Gulfrteam : merupakan arus besar yang panas mengalir sepanjang pantai timur
amerika Serikat
-
Arus Greenland timur :
merupakan arus dingin yang mengalirdari kutub utara menyusuri pantai timur tanah
hijau
-
Arus Labrador : arus
dingin yang berasal kutub utara menyusuri pantai timur Labrador, arus ini
biasanya membawa gunung es
-
Arus Canari : Merupakan
arus dingin mengallir kearah selatan menyusuri pantai barat Afrika selatan
Disebelah selatan katulistiwa.
-
Arus katulistiwa selatan
: merupakan arus panas menuju ke barat katulistiwa, sebagian arus ini
masuk ke utara bersama sama arus
katullistiwa utara. Sedangkan sebagian membelok ke selatan, arus ini didorong
oleh angin pasat tenggara
-
Arus Brazilia :
merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir ke arah selatan
menyusuri pantai timur amerika selatan
-
Arus Benguela :
merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir kearah utara
menyusuri pantai barat Afrika Selatan. Arus ini merupakan arus dingin
-
Arus Angin Barat :
merupakan arus dingin lanjutan dari sebagian arus Brazilia yang mnegarah ke
timur sejajar dengan garis katulistiwa
Samudera Hindia
Disebelah utara Katulistiwa
-
arus Muson Barat Daya :
merupakan arus panas menuju ketimur menyusuri laut arab dan teluk Benguela.
-
Arus muson Timur laut :
merupakan arus panas menuju kebarat menyusuri teluk Benguela dan laut arab.
Disebelah selatan Katulistiwa
-
Arus Katulistiwa Selatan
: merupakan arus panas menuju barat sejajar garis katulistiwa.
-
Arus Makarena dan Arus
Agulhas : merupakan arus panas selatan menyusuri pantai pulau Madagaskar barat
r
5) Gelombang Laut
Gelombang laut adalah
gerakan air laut yang ditimbulkan oleh angina atau gepa di dasar laut. Besarnya
gelombang laut dipengaruhi oleh kecepatan angin, kedalaman laut, lama gerakan
angin, dan luas wilayah.
6). Relief Dasar Laut
- Continental shelf : merupakan dasar laut dangkal dan luas, tedapat di
tepi benua, kedalamanya tidak lebih dari 200 m.
- Ridge : Merupakan dasar laut yang dangkal memanjang dan sempit dikanan
kirinya laut dalam
- Trench ( palung laut ) : merupakan dasar laut yang dalam sempit dan curam
- Basin ( cekungan laut ) : merupakan dasar laut yang dalam dan
berbentuk cekunan
- Ambang laut : dasar laut yang berupa bukit dan memisahkan antara laut
satu dengan lainya
7). Morfologi Pantai
a. Cliff : pantai curam
b. Relung : pantai curam yang tererosi ke dalam
c. Fyord : pantai curam yang berlekuk
d. Skren : pantai Fyord terdapat pulau di depanya
e. Pantai Ria : Berlekuk yang landai
f. Liman : teluk yang berada di muara sungai
g. Haf : danau yang berhubungan dengan laut
h. Estuaria : pantai di muara sungai yang berbentuk corong
i. Konkordan : pegunungan yang sejajar dengan pantai
j. Diskordan : pegunungan yang tegak lurus dengan pantai
k. Nehrung adalah suatu endapan material pasir dan kerikil, yang diendapkan
oleh air laut di pantai
dangkal, sehingga merupakan dinding pemisah antara laut
dengan darat.
l. Tombolo: suatu endapan material pasir dan krikil yg diendapkan oleh air
laut dan angin di bibir muara sungai yg menghubungakan dua pulau yg terpisah.
Jawaban soal
BalasHapus1.siklus pendek,sedang dan panjang
2 a.danau tektonik:danau yg terjadi karena peristiwa tektonisme
b.danau tektovulkanik:danau yg terjadi krena peristiwa tektonik dan vulkanik
c.danau karst:danau yg terjadi d daerah kapur
d.danau gelester:danau yg terjadi d daerah es
e.danau buatan:danau yg sengaja d buat oleh manusia
1.jelaskan siklus air....
BalasHapussiklus air terdiri dari tiga yaitu siklus pendek,sedang,dan panjang...
keterangan:
Evaporasi:penguapan yang terjadi pada laut,danau,rawa,dan sungai.
Transpirasi:penguapan pada tumbuh tumbuhan
Evapotranspirasi:penguapan yang terjadi pada perairan dan tumbuhan
Kondensasi:perubahan uap air menjadi awan akibat pendinginan
Adveksi:gerakan awan yang di sebabkan oleh angin
Presipitasi:curah hujan
Run Off:gerakan/aliran air pada permukaan tanah
Infiltrasi:gerakan air di dalam tanah...
2.sebutkan macam macam danau berdasarkan proses terjadinya.......
Danau tektonik:danau yang terjadi karena peristiwa tektonisme
Danau Vulkanik:danau yang terjadi karena peristiwa humanisme
Danau Tektovulkanik: danau yang terjadi karena peristiwa tektonik dan vulkanik
Danau karst:danau yang terjadi di daerah kapur
Danau Gletser:danau yang terjadi di daerah es
Danau buatan: danau yang sengaja di buat oleh manusia