Senin, 30 Maret 2020

RINGKASAN GEOGRAFI KELAS SEPULUH



DIKTAT  GEOGRAFI  KELAS X IPS
A.      MEMAHAMI  HAKEKAT, OBYEK, RUANG LINGKUP, ASPEK
DAN PENDEKATAN GEOGRAFI
1.    Obyek Studi Geografi
  1. Obyek Material : adalah semua gejala yang terjadi dipermukaan bumi atau geosfer, yang meliputi : atmosfer ( lapisan udara) , hidrosfer ( lapisan air ), lithosfer ( lapisan batuan ), biosfer ( makluk hidup ), antroposfer ( manusia )
  2. Obyek Formal : adalah cara pandang, cara berfikir atau menganalisa terhadap obyek material geografi . Obyek formal  geografi  adalah : region/wilayah
2.    Prinsip Geografi.
a)    Prinsip Persebaran ( distribusi ) : menyatakan suatu gejala yang tersebar tidak merata di permukaan bumi, misalnya bentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia.
b)    Prinsip Interelasi : suatu hubungan yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi disuatu wilayah antara gejala satu dengan gejala lainya.
c)    Prinsip Deskripsi : gambaran atau penjelasan yang lebih mendetail dari gejala gejala yang dipelajari
d)    Prinsip Korologi : gejala atau fakta maupun masalah yang di tinjau dari persebaran, interelasi, dan prinsip deskripsi.
3.    Konsep Geografi
1)    Konsep Lokasi : letak suatu obyek/posisi
2)    Konsep jarak : merupakan ukuran antara wilayah
3)    Konsep Keterjangkauan ( acesbility) : adalah besar kecilnya kesulitan wilayah untuk dijangkau.
4)    Konsep Pola ; susunan keruangan suatu obyek
5)    Konsep Morfologi : adalah konsep bentuk / relief muka bumi.
6)    Konsep Aglomerasi : adalah kecenderuangan mengelompok/mengumpulnya suatu obyek
7)    Konsep interaksi dan interdependensi ; yaitu hubungan timbal balik saling mempengaruhi.
8)    Konsep Nilai Kegunaan : yaitu fungsi atau keguanaan suatu gejala/ obyek dipermukaan bumi.
9)    Konsep Deferensiasi Area : daerah satu dengan lainya mempunyai ciri ciri yang berbeda.
10) Konsep Keterkaitan keruangan . Kaitan keruangan/wilayah/tempat  dg fenomena fisik dan sosial

4.    Aspek Geografi
Ada dua macam aspek Geografi yaitu :
1)    Aspek Fisik : Aspek fisik geografi merupakan gejala alamiah yang terdapat di lithosfer, atmosfer, hidrosfer, dan biosfer
2)    Aspek Sosial : Aspek yang ada hubunganya dengan aktifitas manusia atau antroposfer.

5.    Pendekatan Geografi.
a.      Pendekatan Keruangan : Pendekatan keruangan mengkaji adanya perbedaan gejala geografi melalui penggambaran letak,distribusi,interelasi obyek dalam suatu wilayah
b.      Pendekatan Ekologi : Pendekatan kelingkungan yg dimana terdapat unsur manusia di dalamnya
c.      Pendekatan Komplek Wilayah : merupakan perpaduan antara pendekatan keruangan dan pendekatan ekologi.


PETA DAN PEMETAAN
1.    Pengertian peta
Peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkesil sebagamana kenampakan dari atas dengan di tambah tulisan dan simbol simbol.
2.    Fungsi dan tujuan peta
Fungsi peta :
a.    menunjukkan lokasi atau posisi  obyek di muka bumi
b.    memeperlihatkan ukuran ( jarak, luas, ketingian )
c.    memperlihatkan bentuk wilayah
d.    menyajikan data potensi suatu wilayah
e.    menyimpan informasi/dokumen
f.     sebagai sumber data dalam perencanaan pembangunan
3.    Jenis jenis peta
Berdasarkan Isinya
  1. Peta Umum, yaitu peta yang menggambarkan semua kenampakan yang ada dipermukaan bumi
Contohya : Peta Jawa Tengah Peta Indonesia, Peta Asia, Peta Dunia
Peta Umum ini terdiri dari beberapa jenis
1)    Peta Topografi : peta yang menggambarkan bentuk pemukaan bumi
2)    Peta Chorografi : Peta yang menggambarkan sebagian wilayah pemukaan bumi
3)    Peta Dunia : Peta yang menggambarkan seluruh permukaan bumi
  1. Peta Khusus/ Tematik, yaitu peta yang menggambarkan satu kenampakan di permukaan bumi.
Contoh : peta curah hujan, peta transportasi, peta kepadatan penduduk, peta irigasi dll.
Bedasarkan Skalanya :
a.    Peta Kadaster : peta yang mempunyai skala 1 : 100 – 1 : 5.000
b.    Peta Skala Besar : peta yang mempunyai skala 1 : 5.000 – 1 : 250.000
c.    Peta Skala Sedang : peta yang mempunyai skala 1 : 250.00 – 1 : 500.000
d.    Peta Skala Kecil: peta yang mempunyai skala 1 : 500.000 – 1 : 1.000.000
e.    Peta Skala Geografis: peta yang mempunyai skala < 1 : 1.000.000

4.    Komponen – komponen Peta
a.    Judul peta : Judul peta dapat mencerminkan isi dan jenis peta. Judul peta bisa diletakan dimana saja asal tidak menutup peta pokok.
b.    Garis astronomis; garis astronomis berfungsi untuk menentukan lokasi atau letak suatu wilayah. Pada ujung atau tepi garis astronomis diberi angka yang menunjukkan besarrnya garis tersebut
c.    Inset : peta kecil yang digambar pada peta pokok, inset menunjukkan posisi peta pad awilayah yang lebih luas atau sebaliknya.
d.    Skala Peta : skala peta adalah perbandinga jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan.
e.    Orientasi : penunjukkan arah/ mata angin/ navigasi. Berdasarkan kesepakatan arah dalam gambar arah utara bagian atas, selatan bagian bawah, timur bagian kanan, barat bagian kiri
f.     Simbol Peta : Simbol peta merupakan tanda tanda yang umum untuk digunakan mewakili keadaan yang sebenarnya.
Macam macam simbol peta :

Simbol menurut sifatnya :
§  Simbol kuantitatif yaitu simbol yang memuat unsur nilai, angka atau jumlah sustu unsur yang diwakili dan ditampilkan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jarak dan lain lain
§  Simbol kualitatif yaitu simbol yang mewakili obyek yang tidak mencerminkan jumlah,angka atau volume. Misalnya batas daerah, letak dan lain lain
Simbol menurut bentuknya :
§  Simbol point ( titik ) yaitu simbol yang menandai letak suatu obyek yang diwakili dengan   simbol yang identik dengan bentuk titik ( bulat, segi tiga atau segi empat )
Contoh obyek yang disimbokan dengan titik : ibu kota negara, kota, candi, pasar, gunung dan lain lain
  • Simbolo grafik ( garis ) yaitu simbol yang menandai data geografi yang memiliki bentuk atau ukuran yang memenjang atau berbentuk garis. Simbol ini isa berupa garis tipis, garis tebal, garis putus putus atau garis sejajar. Contoh obyek yang disimbolkan garis misalnya sungai, jalan setapak, jalan raya, batas negara, batas wlayah, garis pantai
  • Simbol area ( wilayah ) yaitu simbol yang menandai data geografi yang mempunyai ukuran luasan. Simbol luas dapat menunjukan obyek yang areal. Contoh obyek yang disimbolkan area adalah sawah, gurun, danau, rawa, hutan dan lain lain

g.    Legenda : : legenda adalah keterangan keterangan dari simbol yang tergambar dalam peta
h.    Warna Peta : :  Warna peta digunakan untuk membedakan antara fenomena atau obyek yang satu dengan lain. Selain menggunakan warna peta yang berbeda peta juga menggunakan warna gradual ( bertingkat ). Misalnya warna biru tua untuk laut yang dalam semakin terang wananya semakin dangkal.
i.      Lettering ( tulisan ) Lettering adalah tulisan pada peta yang memberikan penjelasan terhadap kenampakan obyek didalam peta

5.    Skala Peta.
Ada tiga macam skala peta yaitu :
a.    Skala Numerik/ pecahan yaitu skala peta yang menggunakan angka pecahan.
Contohnya 1 : 100.000 atau 1/100.000 artinya 1 cm jarak di peta sama dengan 100.000 cm jarak sebenarnya.
b.    Skala Grafis/ Garis adalah skala peta yang menggunakan garis yang diberi angka dengan satuan yang berbeda.
Contoh :
                        0                1                2               3                4             5 cm
 

0               1                2                3              4               5   km 
Atinya setiap 1 cm di peta sama dengan 1 km jarak sebenarnya
c.    Skala verbal / Inci yaitu skala peta yang menggunakan perbandingan satuan inci dengan satua mil
Contonya 1 : 4  artinya setiap 1 inci jarak dipeta sama dengan 1 mil jarak sebenarnya
Catatan 1 inci        = 2,5 cm
               1 mil       = 1,6 km

6.    Prinsip Dasar Pembuatan Peta
Peta yang baik harus memenuhi syarat yaitu :
a.    konform : bentuk harus sama dengan keadaan sebenarnya
b.    equidistant : jarak harus sama dengan keadaan sebenarnya setelah disesuaikan dengan skala
c.    equivalent : luas harus sama dengan keadaan sebenarnya setelah disesuaikan dengan skala.

7.    Cara pengukuran jarak dan arah dalam Peta.
  1. Pengukuran Jarak
Untuk mengukur jarak lurus sebenarnya kita harus mengetahui skala peta lebih dahulu, jika jaraknya berbelok belok ( sungai, jalan ) maka diperlukan benang yang diletakkan pada gambar sesuai dengan bentuknya, kemudia kita panjangkan dan diukur.
  1. Arah.
Untuk menentukan arah diperlukan Magnetik Azimuth yaitu pengukuran sudut dari arah utara searah dengan jarum jam, yang besarnya 0 - 360˚
                                             U
                                                         TL           
 


                     B                      A                      T

                                             S


Azimut TL terhadap A adalah 45˚
Azimut T   terhadap A adalah 90˚
Azimut S   terhadap A adalah 180˚
Azimut B   terhadap A adalah 270˚
8. Memperbesar dan memperkeci Peta.
Beberapa cara memperbesar dan memperkecil peta .
a.      Dengan sistem grid bujur sangkar/sistem dam
b.      Dengan alat pantograf
c.      Dengan foto copy
d.      Dengan sofware Arcview

1.    Proyeksi Peta
Proyeksi peta adalah cara memindahkan gambar dari bola bumi kebidang datar ( peta )
Macam-macam Proyeksi
  1. Proyeksi Zenithal / Azimuthal : Bidang proyeksinya berupa bidang datar, sesuai untuk daerah kutub
  2. Proyeksi Silinder : Bidang proyeksinya berupa tabung, paling bagus untuk wilayah equator
  3. Proyeksi Kerucut / Conical: bidang proyeksi berupa kerucut, sesuai untuk daerah lintang sedang


Hasil perubahan bidang lengkung
menjadi bidang datar

Merubah bidang lengkung
menjadi bidang datar

Bangun berbentuk bola/bumi



2.    Peta Kontur.
Peta kontur adalah peta yang menggambarkan ketinggian tempat dengan menggunakan garis kontur. Garis kontur adalah garis  pada peta yang menghubungkan titik titik yang mempunyai ketinggian sama.
Cara menentukan skala peta kontur;
                 1
Ci = -----------------x penyebut skala
           2000
Ci : kontur interval ( selisih ketinggian antara garis satu dengan lainya )

PENGINDERAAN JAUH DAN SIG
Komponen Penginderaan Jauh
a.    Sumber Tenaga
Dalam penginderaan jauh digunakan dua tenaga yaitu tenaga alamiah misalnya matahri dan sinar rembulan, disebut dengan penginderaan jauh pasif. Sedangkan penginderaan jauh yang menggunakan sinar buatan dinamakan penginderaan jauh aktif.
b.    Obyek.
Obyek merupakan sasaran dalamm penginderaan jauh, obyek meliputi atmosfer, hidrosfer, lithosfer, dan biosfer. Obyek yang daya pantulnya tinggi akan terlehat cerah dalam citra.
c.    Sensor.
Sensor merupakan alat perekam obyek yang dipasang pada wahana ( pesawat terbang, balon udara satelit ).
Berdasarkan perekamanya sensor di bedakan menjadi dua macam :
  • Sensor Fotografik : merupakan sensor kamera yang bekerja pada spektrum tampak mata dan menghasilkan citra atau foto udara.
  • Sensor Elektromagnetik : merupakan sensor yang bekerja  secara elektrik dengan menggunakan komputer. Citra yang dihasilkan adalah citra penginderaan jauh.
d.    citra
Citra adalah gambaran obyek yang dihasilkan oleh sensor. Benda yang terekam pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam pada sensor. Tiga ciri yang terekam oleh sensor adalah ciri spasial, temporal,spektral. Ciri spasial meliputi : bentuk, ukuran, bayangan, pola, tekstur, situs,dan asosiasi. Ciri Temporal meliputi ; umur obyek dan waktu perekaman. Ciri Spektral meliputi : rona dan warna. Rona adalah ting kecerahan dan kegelapan obyek. Sedangkan warna adalah wujud yang nampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit.
Secara umum citra dapat di bagi 2, yaitu citra foto dan citra non foto.
Citra Foto
Citra foto adalah gambaran obyek yang dihasilkan alat sensor kamera. Alat sensor tersebut dapat disimpan dalam pesawat udara atau satlit.
Macam macam citra foto :
  1. Berdasarkan spektrum elektromagnetik.
·         Foto ultraviolet adalah foto Yang dibuat menggunakan spektrum ultraviolet ( panjang gelombang 0,1 – 0,4 mikron )
·         Foto Ortokromatik adalah citra foto yang menggunakan sinar tampak mulai warna biru sampai warna hijau ( 0,4 – 0,56 mikron )
·         Foto Pankromatik, dibuat menggunakan semua spektrum tampak mulai warna merah sampai ungu ( 0,4 – 0,7 mikron )
·         Foto Inframerah , dibuat dengan menggunakan spektrum infra merah ( 0,7 -30 mikron )
  1. Berdasarkan sumbu kameranya.
·         Foto  vertikal : menggunakan sumbu tegak
·         Foto condong : menggunakan sumbu miring
  1. Berdasarkan Jenis kameranya.
·         Foto tunggal : citra hasil rekaman kamera tunggal
·         Foto Jamak : beberapa citra kamera merekam obyak yang sama
  1. Berdasarkan Wahana yang digunakan.
·         Foto udara : menggunakan wahana pesawat atau balon udara
·         Foto satelit : menggunakan wahana satelit.
  1. Berdasarkan warna yang digunakan.
·         Foto hitam putih
·         Foto warna asli
·         Foto warna semu
Citra Non Foto
Citra non foto adalah citra yang dibuat dengan menggunakan sensor bukan kamera.
Macam macam citra non foto :
a.    Berdasarkan spektrum elektromagnetik
·         Citra Infra Merah : citra yang menggunakan spektrum infra merah termal
·         Citra Radar : citra yang di buat dengan menggunakan gelombang mikro.
b.    Berdasarkan Sensor yang digunakan
·         Citra tunggal : dibuat dengan sensor tunggal
·         Citra multispektral : dibuat menggunakan sensor saluran jamak
c.    Berdasarkan wahanaya
·         Citra Dirgantara : Menggunakan wahana yang beroperasi di udara
·         Citra Satelit : di buat di antariksa atau angkasa luar.
Interpretasi Citra.
Interpretasi citra adalah suatu cara menafsirkan obyek yang ada pada citra.
Unsur unsur interpretasi citra
  1. Rona dan warna : Rona adalah tingkat kecerahan dan kegelapan obyek. Sedangkan warna adalah wujud yang nampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit.
    • Obyek yang berupa air ronanya gelap
    • Lereng curam rona gelap
    • Warna gelap ronanya gelap
  2. Bentuk : kerangka suatu obyek. Misalnya ; bulat, segi tiga, segi empat, bintang, bangunan berbentuk L, U, T, I
  3. Ukuran ; atribut obyek antara lain panjang, luas, lebar, volume, tinggi, kemiringan lerang. Misalnya lapangan sepak bola berukuran 80m x 100m, kemiringan lereng 45%
  4. Tekstur : tingkat kehalusan dan kekasaran obyek. Misal rumput tekstur halus, tanaman jagung tekstur sedang, pohon beringin tekstur kasar.
  5. Pola : susunan keruangan suatu obyek. Misalnya memanjang, melingkar, memusat, menyebar, petak petak.
  6. Bayangan : menyembunyikan suatu obyek karena cahaya. Misalnya cerobong asap,menara, lereng, tembok stadion
  7. Situs : letak suatu obyek terhadap obyek lainya. Misalnya situs kebun kopi terletak di daerah miring karena tanaman kopi memerlukan pengaturan air yang baik, pola pemukiman memanjang pada umumnya dekat dengan sungai, jalan atau pantai.
  8. Asosiasi : keterkaitan obyek satu dengan lainya. Misalnya lapangan sepak bola dengan gawang, rel kerta api denga stasiun, tiang bendera dengan perkantoran atau sekolahan

Berbagai pemanfaatan Penginderaan Jauh.
  1. Di bidang kelautan ( Seasat dan MOSS)
    • Pengamatan sifat fisis air laut
    • Pasang surut air laut
    • Arus laut dan gelombang laut
    • Pemetaan pantai dan perubahanya
    • Abrasi dan sedimentasi
  2. Di bidang Hidrologi ( Landsat, SPOT)
·         Pemantauan Daerah Aliran Sunga ( DAS )
·         Pemantauan daerah banjir
·         Pengamatan pola aliran sungai
·         Pengamatan sedimentasi dan erosi
  1. Di bidang Klimatologi ( NOOA, Meteor, GMS )
·         Pengamatan cuaca dan iklim
·         Pemetaan iklim dan cuaca
·         Perubahan cuaca dan iklim
  1. Di bidang sumber daya alam dan lingkungan ( Landsat, Soyuz,SPOT)
·         Pemanfaatan lahan
·         Pengamatan lahan yang rusak
·         Pengamatan lahan kritis
·         Pemetaan sumber daya alam
·         Pemetaan perahanan dan keamanan
·         Perencanaan pembangunan
  1. Di bidang angkasa ( Ranger, Viking, Luna,Venera )
·         Penelitian tentang planet
·         Pengamatan benda angkasa

1.    Sistem Informasi Geografi ( SIG )
SIG suatu sistem yang bertugas untuk mengumpulkan, mengelola, dan menyajikan informasi, kenampakan, gejala dan potensi muka bumi yang diperoleh dari masukan ( input ) data tersebut dan data penginderaan jauh.
Tahapan SIG
Tahapan SIG meliputi : input ( masukan )Proses, output ( keluaran )
Input adalah pengumpulan data obyek material geografi yang mendukung dan dapat dimasukkan kedalam topik geografi.
Data input meliputi :
a.    Data Spasial ( keruangan ) : data yang mengecu pada ruang dan lokasi dipermukaan bumi dalam bentuk titik,garis, atau area
b.    Data Teritris ( lapangan ) : data yang diperoleh langsung/ observasi di lapangan.
c.    Data Atribut ( tematik ) : data yang ada pada keruangan, kewilayahan, lokasi, baik yang berupa kualitatif maupun kuantitatif.
d.    Data Statistik : data yang diperoleh dari catatan yang sudah ada. Misalnya data dari BPS.
Pengolahan Data : data yang masuk diproses untuk disimapan dan di panggil lagi secara cepat dan akurat dengan menggunakan koputer, yang dinamakan Data Base Management Subsistem ( DBMS ).
Uotput  : data keluaran yang mmenampilkannatau menghasilkankeluaran seluruh atau sebagian basis data, baik yang berbentuk softcopy maupun hardcopy seperti tabel , tabel, gambar peta dan lainya.

Komponen SIG.
Komponen Sig meliputi :
a.    Perangkat keras (hardware), misalnya monitor, cpu, keyboard,digitzer, scaner, printer, ploter, GPS
b.    perangkat lunak ( software ), misalnya Arcview, ARC/IINFO, AoutoCAD MAP,IDRISI, ER Mapper, Mapindo
c.    Organisasi ( brainware ), misalnya operaator, programer, teknisi, manager,kartografer.
Manfaat SIG
  1. Pemetaan sumber daya alam
  2. Pemetaan daerah pertanian dan perkebunan
  3. Pemetaan daerah perkebunan
  4. Inventarisasi lahan kritis
  5. Inventarisasi lahan hutan
  6. Pemetaan daerah abrasi, sedimentasi di pantai
  7. Inventarisasi sumber daya laut

Tata Surya dan Jagad Raya
1. Galaksi
Galaksi adalah kumpulan planet, bintang, gas,debu, nebula, dan benda-benda langit lainnya yang membentuk pulau-pulau di dalam ruang hampa jagad raya.
 Bentuk galaksi
a. bentuk spiral b. bentuk spiral berpalang c. bentuk elips d. bentuk tak beraturan
a.    Teori Jagad Raya Mengembang Teori ini dikemukakan oleh Hubble, yang menjelaskan bahwa galaksi-galaksi bergerak saling menjauhi, yang berarti jagat raya mengembang menjadi lebih luas.
b.    Teori Ledakan Besar galaksi-galaksi pernah saling berdekatan dan berasal dari massa tunggal, Besarnya energi dan tingginya suhu tersebut menimbulkan ledakan besar yang menghancurkan massa tunggal sehingga terpisah menjadi serpihan-serpihan Stephen Hawking,
c.    Teori Keadaan Tetap Teori ini menjelaskan bahwa materi baru yang berupa hidrogen telah mengisi ruang kosong yang timbul dari pengembangan jagad raya. Teori ini dipelopori oleh Fred Hoyle. Berikut beberapa anggapan mengenai jagad raya.
a. Anggapan Antroposentris Anggapan ini menyatakan bahwa manusia merupakan pusat
b. Anggapan Geosentris Anggapan ini menyatakan bahwa bumi merupakan pusat alam semesta
c. Anggapan Heliosentris Anggapan ini menyatakan bahwa matahari merupakan pusat jagad raya.


3. Tata Surya
Planet-planet dalam adalah planet-planet yang lintasannya di antara Bumi dan Matahari, yang terdiri
atas Merkurius dan Venus.
Planet-planet luar , Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Beberapa hal penting mengenai keberadaan planet-planet sebagai berikut.
  1. Artinya planet tidak mempunyai cahaya sendiri
  2. Planet-planet berkilauan dan tidak berkelap-kelip seperti halnya bintang sejati.
  3. Planet-planet terlihat sebagai keping atau cakram jika dilihat dengan teropong.
  4. Bidang lintasan planet-planet berbentuk elips.
  5. Arah peredaran planet-planet mengelilingi matahari antara satu dengan yang lain sama.
  6. Kebanyakan planet-planet mempunyai satelit pengiring seperti bulan pada planet Bumi.
Tata Surya dibagi atas Planet Inferior Merkurius, Mars, dan Venus dan Planet Superior, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
Planet Teresterial adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Planet Jovian  Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
.
a.    Merkurius Merkurius adalah planet yang terdekat dengan matahari
b.    Venus Planet ini adalah planet yang paling terang
c.    Bumi dan Bulan
d.    Mars Warnanya hijau mendekati kecokelatan sehingga menunjukkan adanya flora dan daerah gurun.
e.    Yupiter keistimewaan, yaitu adanya unsur kimia yang terkandung di dalam sangat rendah, atmosfernya hampir tidak berotasi (sangat lambat)
f.     Saturnus memiliki cincin, terdiri atas tiga bagian yang konsentris, yaitu bagian dalam, gelang berbentuk khas (dusky ring), dan bagian luar.
g.    Uranus Waktu yang digunakan untuk mengelilingi matahari kurang lebih 84 tahun dengan waktu rotasi 369 hari.
h.    Neptunus merupakan saudara kembar Uranus, terutama besarnya. Radiusnya sekitar 4 kali radius bumi.
4. Proses Terjadinya Bumi dan Tata Surya
a. Hipotesis Kabut
Imanuel Kant (1724–1804), Bumi, dan planet lain awalnya merupakan satu kesatuan yang berupa gumpalan kabut yang berputar perlahan-lahan, kemudian inti kabut menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi matahari, sedangkan bagian kabut di sekelilingnya membentuk planet-planet dan satelit-satelit.
b. Hipotesis Planetesimal
Thomas C. Chamberlin, seorang ahli geologi . Dalam teori ini dikatakan awal pembentukan planet mirip kabut pijar, karena di dalam kabut itu terdapat material padat yang berhamburan yang disebut planetesimal. berhamburan di angkasa sekitar matahari membentuk planet-planet kecil yang beredar pada orbit masing-masing.
c. Hipotesis Pasang Surut Gas
Pasang tersebut berbentuk menyerupai cerutu yang sangat besar. Bentuk cerutu tersebut bergerak mengelilingi matahari dan pecah menjadi sejumlah butir-butir tetesan kecil. Karena perbedaan besar
kecilnya butir sehingga massa butir yang lebih besar menarik massa butir yang lebih kecil, dari proses tersebut membentuk gumpalan yang semakin besar sebesar planet-planet. James-Jefries
e. Hipotesis Kuiper
Hipotesis ini dikemukakan oleh astronom bernama Gerard P. Kuiper (1905–1973). Ia mengatakan bahwa semesta terdiri atas formasi bintangbintang, di mana dua pusat yang memadat berkembang dalam suatu awan antarbintang dari gas hidden. Pusat yang satu lebih besar daripada pusat yang lainnya dan kemudian memadat menjadi bintang tunggal yaitu matahari.Kemudian kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan oleh adanya gaya tarik dari massa yang lebih besar yang menyebabkan awan yang lebih kecil menjadi awan yang lebih kecil lagi yang disebut protoplanet.

LITHOSFER
 Menganalisa dinamika unsur unsur geosfer serta kaitanya dengan  kehidupan.
1)    Sejarah Perkembangan Bumi.
Menurut Alfred L Wegener dalam bukunya yang berjudul The Origin of Continent and Ocean tentan teori apung benua. Menurut Alfred L Wegener benua terdiri atas  batuan sial ( silisium Almunium ) yangterpaung diatas batuan Sima ( silisium magnesium ). Pada awalnya benua berasal dari satu benua yang dinamakan benua Pangaea. Setelah kurang lebih 200 juta tahun yang lalu benua tersebut pecah menjadi dua yaitu benua Gondwana dan Laurasia,
Beberapa hal yang menjadi dasar teori A.L. Wegener adalah sebagai berikut.
Teori Tektonik Lempeng
Adapun pergerakan lempeng tersebut dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
a.    Divergen yaitu pergerakan lempeng yang saling menjauh.
b.    Konvergen yaitu pergerakan lempeng yang saling Bertemu
c.    Transform yaitu pergerakan lempeng yang saling bersimpangan.
a. Dua Lempeng Saling Menjauh/divergen
Fenomena yang terjadi jika dua lempeng saling menjauh adalah sebagai berikut:
(1)  pembentukan tanggul dasar samudra di sepanjang tempat perenggangan antar lempeng;
(2)  perenggangan lempeng  disertai pertumbukan kedua tepi lempeng tersebut
(3)  terjadinya aktivitas vulkanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur bantal
(4)  munculnya aktivitas gempa di dasar laut dan sekitarnya.
b. Dua Lempeng Saling Bertemu/konvergen
Fenomena yang terjadi jika dua lempeng saling bertemu adalah sebagai berikut:
(1) lempeng dasar samudra menunjam ke bawah lempeng benua;
(2) merupakan daerah hiposentra gempa dangkal dan gempa dalam;
(3) terjadinya aktivitas vulkanisme, intrusi, dan ekstrusi;
(4) terbentuk palung laut di tempat tumbukan itu terjadi;
(5) pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan tempat munculnya deretan pegunungan;
(6) timbunan sedimen campuran yang dalam istilah geologi disebut batuan bancuh atau melange;
(7) penghancuran lempeng akibat pergesekan lempeng.
c. Dua Lempeng Saling Berpapasan
Fenomena yang terjadi jika dua lempeng saling berpapasan
(1) terdapat aktivitas vulkanisme yang lemah disertai gempa yang tidak kuat;
(2) gejala pergeseran tampak pada tanggul dasar samudra yang tidak berkesinambungan dan terputus-putus. Lithosfer.
Kulit bumi terdiri dari beberapa lapisan :
  1. Lapisan Inti Bumi ( Barisfer) merupakan bahan padat yang terdiri dari lapisan nife ( niccolum = nikel dan ferrum = besi ), jari jari kurang lebih 3.470 km.
  2. Lapisan Pengantara (Astenosfer/mantel bumi ) : Lapisan ini merupakan bahan cair yang bersuhu tinggi dan berpijar, kurang lebih tebalnya 1.700 km
  3. Lapisan Luar ( lithosfer ) : Lapisan yang terletak bagian luar dari bumi yang terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan sial ( silinsium allumunium )dan lapisan sima (silinsium magnesium ).
Batuan Pembentuk Lithosfer.
Batuan pembentuk Lhithosfer dapat digolongkan menjadi 3 yaitu :
A. Batuan Beku : yaitu batuan yang berasal dari magma yang mengalami pendinginan, terdiri dari :
1). Batuan Beku Dalam ( tubir/ plutonik/ abysis)yaitu batuan beku yang terjadi di dalam lapisan kulit bumi. Contohnya granit, diorit, batolith, laolit, gabro, seynit
2). Batuan Beku Luar ( leleran/efusif ) yaitu batuan beku yang terjadi di luar kuli bumi, contohnya andesit, obsidian, batu apung
3). Batuan Beku Korok ( gang ) yaitu batuan yang terjadi di korok atau gang gunung api, contohnya granit posfir, dan diorite posfir
B.    Batuan Sedimen ( endapan ) : batuan ini terjadi jika batuan beku mengalami pelapikan kemudian bagian bagian yang lepas diangkut oleh tenaga air, angina,es kemudian diendapakan di tempat lain.
Macam macam Batuan Sedimen
1)    Berdasarkan tenaga pembawanya :
Sedimen glacial ; tanaga pembawanya es atau salju yang mencair. Contonya morena
Sedimen aeris : tenaga pembawanya adalah angina. Contohnya tanah los, tanah tuf, tanah pasir.
Sedimen aquatis ; tanaga pembawanya adalah air. Contonya breksi,konglomerat, batu pasir.
2)    Berdasarkan tempat pengendapanya :
Sedimen limnis : diendapkan didasar danau atau rawa
Sedimen teristis : diendapkan di daratan
Sedimen marine : diendapkan di dasar laut
Sedimen fluvial : di endapkan di sungai
3)    Berdasarkan proses pengendapanya
Sedimen Klastis ( mekanik ) : proses pengendapanya hanyut secara mekanik.
Sedimen kimiawi : proses pengendapanya dipengauruhi prosese kimia
c.    Batuan Metamorfosa : Batuan yang terjadi karena batuan beku atau batuan sedimen yang berubah sifat dan  bentuk kerana pengaruh suhu dan tekanan yang sangat besar.
Ada tiga macam batuan Metamorfosa yaitu :
1)    Metamorfosa Kontak (termik ): terjadi karena pengaruh suhu tinggi yang berasal dari magma. Contonya marmer dari batuan kapur, antrasit dari batu bara.
2)    Metamorfosa Pneumatolis : terjadi karena pengaruh tekanan tinggi dari endapan yang tebal diatasnya. Contohnya batu pasir dari pasir.
3)    Metamorfosa Dinamo  Pneumatolis : terjadi karena pengaruh suhu dan tekanan tinggi. Contohnya batu sabak

                                                                           
                             Gambar : sillus batuan                                     Gambar : Bentukan hasil Intrusi magma






































    Tenaga Endogen
A.     Vulkanisme
Intrusi magma adalah keluarnya magma dari dapur magma tetapi sebelum sampai kepermukaan bumi magma sudah membeku menjadi batuan
Intrusi magma dapat dibedakan menjadi lima, yaitu :
1)    Batolith yaitu magma membeku disekitar dapur magma
2)        Lakolith yaitu magma menyusup pada lapisan batuan dan membeku yang membentuk permukaan bumi menjadi cembung
3)    Sill yaitu magma menyusup pada lapisan batuan dan membeku tipis pada lapisan batuan
4)    Gang/Korok yaitu magma menyusup dan membeku pada sela sela  lipata atau pipa/ korok gunung api
5)    Diatrema yaitu pembekuan magma diantara dapur magma dan kepundan gunung api dan berbetuk seperti silinder
Ekstrusi Magma adalah keluarnya magma sampai kepermukaan bumi. Ekstrusi magma akan menyebabkan terjadinya erupsi.
Ada dua macam erupsi magma yaitu :
1)  Erupsi efusif yaitu keluarnya magma melalui lelehan
2)  Erupsi Eksplosif yaitu keluarnya magma melalui ledakan
Berbentuk lubang keluarnya magma eruosi dapat dibedakan menjadi:
1)  Erupsi linier yaitu erupsi melalui celah atau retakan memanjang
2)  Erupsi areal yaitu erupsi yang membuat lubang besar
3)  Erupsi sentral yaitu erupsi yang terjadi jika magma yang keluar melalui lubang yang kecil
Macam macam bentuk Gunung api
1)    Gunung api Perisai/ tameng : gunung api ini terjadi jika magma yamg keluar sangat encer, sehingga magma yang keluar dapat bergerak sangat jauh dari lubang pusat erupsi, akibatnya akan membentuk gunung api yang mempunyai lereng yang landai
2)    Gunung api Maar ; gunung api ini terjadi akibat erupsi eksplosif kemudian gunung api ini mati, akibat dapar gunung api yang dangkal bentuk gunung api ini kecil tetapi mempunyai lereng yang curam
3)    Gunung api Strato : terjadi akibat peristiwa eksplosif ( ledakan )kemudian diselingi lelehan akibatna lereng gunung berlapis lapis

   
 Perisai                                          Maar                                            Strato



Tipe Gunung Api
Tipe gunung api dapat dilihat dari deajat kekentalan magma, tekanan gas, kedalaman magma dan bahan material yang dikeluarkan
Dibawah ini adalah tabel tipe gunung api :
No
Tipe
Lava
Tekanan Gas
Kedalaman lava
Contoh
1
Hawai
Sangat cair
Rendah
Sangat dangkal
Manoa Lea, Kileua
2
Stromboli
Sangat cair
Sedang
Dangkal
Visuvius, Raung
3
Vulkano
Cair
Sedang
Dangkal
Etna, Semeru
4
Perret
Cair
Sangat tinggi
Sangat dalam
St. Helen, Krakatau
5
Merapi
Kurang cair
Rendah
Sangat dangkal
Merapi
6
Pelle
Kurang cair
Sangat tinggi
Dangkal
Pelle
7
St. Vincent
Kurang cair
Sedang
Dangkal
St. Vincent, Kelud



Material yang dikeluarkan gunung api
1.      Bahan padat ( eflata ) : Menurut asalnya eflata di bagi dua yaitu eflata allogen yaiitu eflata yang berasal dari batu batuan sekitar kawah yang ikut terlempar, dan eflata antigen yaitu eflata yang berasal dari magma sendiri atau disebut juga pyroklastika. Sedangkan menurut ukuranya eflata dibedakan atas bom, lapili, pasir dan debu
2.      Bahan Cair yang terdiri : Lava yaitu magma yang keluar ke permukaan bumi.
3.      Lahar yaitu lava yang sudah bercampur dengan air, ada dua macam lahar yaitu lahar panas dan lahar dingin.
4.      Bahan Gas ( ekshalasi ) terdiri : Mofet yaitu gas CO2, fumarol ( uap air/H2O) dan solfator ( H2S)

Peristiwa Post Vulkanisme ( Paska vulkanisme )
Post vulkanisma adalah peristiwa setelah gunung api meletus atau gunung api yang sudah mati. Yang termasuk peristiwa post vulkanisme adalah:
1). Makdani adala air panas yang mengandung mineral
2). Geyser adalah mata air panas yang memancar keatas
3). Tedapat nya  sumber gas fumarol
B.     Tektonisme
Tektonisme adalah perubahan atau gerakan lapisan bumi secara horizontal dan vertikal. Pada umumnya bentuk hasil tenaga tektonisme berupa patahan ( vertikal dan horizontal )dan lipatan ( vertikal )
Ada dua macam gerak tektonisme yaitu :
I.      Gerak epirogenetik
Gerak epirogenetik adalah gerak atau pergeseran kulit bumi yang relatif lamban dan berlangsung dalam wktu lama serta maliputi daerah yang laus
Ada dua macam gerak epirogenetik
a)    Eprigenetik positif adalah gerakan turunya daratan sehingga seolah olah permukaan air laut naik.
b)    Epirogenetik negatif adalah gerakan naiknya daratan sehingga seolah olah permukaan air laut turun.
2. Gerak Orogenetik adalah gerak atau pergesran kulit bumi relatif cepat dan meliputi daerah yang luas. Gerakan ini menyebabakan tekanan horisontal dan vertika pada kulit bumi yang menyebabkan peristiwa dislokasi atau perpendahnya letak lapisan kulit bumi. Peristiwa ini bisa menyebabkan patahan atau lipatan

C.     Seisme (Gempa Bumi)
Macam macam gempa bumi :
Berdasarkan penyebabnya ;
1.    Gempa vulkanik yaitu gempa yang disebabkan oleh aktivitas gunung api,
2.    Gempa tektonik yatu gempa yang disebabkan adanya gerakan lempeng lithosfera, lempeng atau kerak bumi yang begerak suatu saat akan terjadi tumbukan.
3.    Gempa runtuhan yaitu gempa yang disebabkan oleh runtuhnya tanah yang mempunayi volume besar
Berdasarkan jarak episentrumnya ( pusat gempa )
1). Gempa dekat/setempat, jaraknya kurang dari 10.000 km
2). Gempa jauh sekitar 10.000 km
3). Gempa jauh sekali jaraknya lebih 10.000 km
Berdasarkan Kedalamanya
1). Gempa dangkal : kurang dari 100 km dibawah permukaan laut
2). Gempa menengah antara 100 km – 300 km
3). Gempa dalam lebih dari 300 km
Menentukan pusat gempa ( Episentrum ).
Untuk memnentukan pusat gempa ada beberapa cara atau metode yaitu :
1). Metode homoseista.
Metode ini dengan menggunakan tiga tempat yang mempunyai homoseista. Homoseista adalah daerah yang mempunyai waktu getar yang sama.
2). Metode Episentral
Metode Episentral yaitu metode denganmencatat tiga daerah yang merekam waktu gelombang primer dan gelombang sekunder. Metode ini menggunakan rumus laska.
Rumus Laska :
Δ = [ ( S-P ) – 1 ]x 1 megameter
Δ = Jarak pusat gempa ke pencatat gempa
S = Waktu yang tercatat pada gelombang sekunder
P = Waktu yang tercatat pada gelombang primer
1 = 1 menit
1 megameter = 1.000 km
Contoh : Prhatikan tabel di bawah ini
Stasiun Seismograf
Gelombang Sekunder
Gelombang Primer
Daerah A
Daerah B
Daerah C
20.52' 32"
20.51' 56"
20.52' 42"
20.51' 20"
20.50' 47"
20.51' 36"
Menentukan pusat gempa dengan rumus Laska
Daerah A
Δ = [ ( S-P ) – 1 ]x 1 megameter
       [ (20.52' 32"-20.51' 20")– 1’ ]x 1 megameter
    = [ ( 1’12” ) – 1’ ]x 1 megameter
    = 12” x 1.000 km
    = 12/60 x 1. 000 km
    = 200 km
Daerah B
Δ  = 150 km
Daerah C
Δ = 100 km

Istilah istilah dalam gempa bumi :
Seisme                        :  gempa bumi
Seismograf                 :  alat pencatat gempa
Seismogram               :  grafik hasil rekaman gempa
Episentrum                  :  pusat gempa dipermukaan bumi
Hiposentrum               :  pusat gempa didalam bumi
Homoseista                 : garis khayal yang menghubungkan daerah daerah yang mempunyai waktu getar yang sama
Isoseista                      : garis khayal yang menghubungkan daerah daerah yang mempunyai kerusakan yang sama
Plestoseista                 : garis khayal yang menghubungkan daerah daerah yang mempunyai kerusakan paling berat








Tenaga Eksogen /  Tenaga Dari Luar Bumi
a.    Erosi : erosi adalah terkikisnya dan terbawanya batuan oleh tanaga air, angin atau gelombang laut.
Macam macam erosi :
Berdasarkan tenaga penyebabnya
·         Ablasi tenaga penyebabnya air yang mengalir, biasanya terdapat di sungai
·         Abrasi tenaga penyebabnya gelombang laut, biasanya terdapat dipantai
·         Korosi/deflasi : tenaga penyebabnya angin, biasanya terdapat di gurun
·         Ekharasi: tenaga penyebabnya adalah gletser, biasanya terdapat di daerah dingin.
Berdasarkan bentuk erosinya :
  • Flash erosion : erosi percikan
  • Overland erosion ; erosi aliran permukaan
  • Rill erosion : erosi alur
  • Gully erosion : erosi parit
  • Stream bank erosion : erosi tebing
  • Sheet erosion : erosi lembaran
b.    Sedimentasi : merupakan proses pengendapan material hasil erosi dipermukaan bumi.
  • Floodplain : dataran banjir
  • Delta : endapan di muara sungai
  • Delta Bar : endapan yang terdapat di tengah sungai
  • Tombolo : endapan yang menghubungkan dua dartan/pulau *orang Tegal Buleud menyebutnya BUGEL
  • Spit : endapan material akibat sedimentasi marine yang terdapat di teluk dan ujungnya bersatu dengan daratan
  • Bar : endapan yang disebabkan pengerjaan gelombang laut yang arahnya memanjang
  • Tanah loss : endapan debu yang di bawa angin dari gurun dan mengendap disekitarnya
  • Sand dunes :guguk pasir di tepi pantai/gurun yang
  • Barchan : guguk pasir yang berbentuk tapal kuda
  • Beach Ridge : tebing pantai yang berupa gundukan pasir atau puing batu karang disekitar pantai Cliff    ( pantai curam )
c.    Pelapukan
Pelapukan adalah proses penghancuran massa batuan ( bed rock ) yang disebabkan oleh factor cuaca, iklim,topografi,struktur batuan, dan factor biologi ( tumbuhan, hewan, manusia )
Macam – macam Pelapukan :
1.    Pelapukan Mekanik ( phisis ) adalah pelapukannyang disebabkan pengaruh iklim, misalnya suhu curah hujan yang berlangsung terus menerus. Contohnya hancurnya batuan di daerah gurun karena amplitude suhu harian yang besar
2.    Pelapukan kimiawi : adalah pelapukan yang disebabkan karena proses kimia. Cotohnya pelapukan di daerah kapur yang terjadi karena reaksi dengan air, yang berakibat terjadinya Dolina, ovala, stalagtit, stalagmit, tiang kapur,sungai bawah tanah, hujan asam terjadi didarah kapur akibat reaksi antara air dengan kapur
3.    Pelapukan Biologi adalah pelapukan yang disebabkan oleh manusia, hewan dan tumbuhan. Contohnya akar tumbuhan yang menghancurkan batuan, hewan dalam tanah yang menghancurkan batuan, atau aktifitas manusia yang menghancurkan batuan













PEDOSFER
Berubahnya batuan atau zat organic menjadi butir butir tanah dikarenakan oleh beberapa factor, antara lain :
a.    Ampitudo suhu yang tinggi memepercepat pelapukan
b.    Aliran air akan mempercepat pelapukan
c.    Akar tumbuhan yang menerobos tanah memecah batuan
d.    Binatang binatang akan menghancurkan, terutama binatang yang berlindung didalam tanah
e.    Timbunan sisa organic akan membentuk tanah
Komposisi Tanah
a.    Bahan Mineral : mineral berasal dari pelapukan batuan secara fisik dan kimia (45%)
b.    Udara ( 20% - 30 % )
c.    Bahan oganik : bahan yang berasal dari sisa sisa makluk hidup ( 5%)
d.    Air ( 205 – 30%)
Profil Tanah
a.    Horizon O : merupakan lapisan tanah yang terdiri dari unsur unsur organis, sifatnya subur, terdapat pada daerah yang belum di jamah oleh manusia.
b.    Horizon A ( Lapisan tanah atas/top soil )
·      Berwarna gelap                                                                                                                                                                                                                
·      Tebalnya antara 10 – 30 cm
·      Meupkan lapisan yang subur
·      Sangat potensial untuk tumbuhan
c.    Horizon B ( Lapisan tanah bawah/sub soil ).
·         Warnanya lebih cerah
·         Lebih padat dari pada lapisan di atasnya
·         Tebalnya 50 – 60 cm
·         Sering disebut tanag cadas atau keras
·         Kegiatan jasad hidup mlai berkurang
d.    Horizon C ( Batuan Induk terlapuk / regolith )
·         Warnanya hampir sama dengan batuan induk
·         Masih bisa ditembus oleh akar tanaman
e.    Horizon D ( Batuan Induk/ bed rock )
·         Warnanya kemerah merahan atau kelabu
·         Sukar ditembus akar
Kerusakan Tanah
Sebab-sebab erosi tanah
  1. tanah yang gundul/ tidak ada tanaman.
  2. Tanah tidak dibuat tanggul pasangan sebagai penahan erosi
  3. Pada tanah miring pengolahnya tidak dibuat teras
  4. Tanah yang berumput dipergunakan penggembalaan secara liar
  5. Penebangan secara liar menyebabkan hutan gundul.

Pencegahan Erosi
  1. Reboisasi
  2. Membuat saluran air yang di atasnya di tanami rumput
  3. Membuat terasering pada lahan yang miring
  4. Cotour farming : penenaman searah kemiringan lereng
  5. Contour plowing  : membajak searah garis kontur
  6. Contour Strip cropping ; bercocok tanam dengan cara membagi dalam bentuk sempit dan memanjang searah garis kontur
  7. Crop rotation : pergantian jenis tanaman

Polusi Tanah
Polusi tanah merupakan kerusakan tanah yang disebabkan adanya bahan kimia yang larut dalam tanah. Bahan kimia tersebut berasal dari limbah industri,atau limbah rumah tangga.
Pencegahan Polusi tanah
  1. tidak membuang limbah langsung ke sunngai atau lahan pertanian
  2. melengkapi industri dengan penyaringan limbah
  3. tidak mendirikan perumahan dan industri di daerah lahan pertanian
Klasifikasi jenis-jenis tanah pada tingkat tersebut sering digunakan untuk mengelompokkan tanah di Indonesia.
a.    Tanah Organosol atau Tanah Gambut
Tanah jenis ini berasal dari bahan induk organik dari hutan rawa, mempunyai ciri warna cokelat hingga kehitaman, Tanah ini terbentuk karena adanya proses pembusukan dari sisa-sisa tumbuhan rawa. Banyak terdapat di rawa Sumatra, Kalimantan, dan Papua, kurang baik untuk pertanian maupun perkebunan karena derajat keasaman tinggi.
b.    Tanah Aluvial
Bahannya berasal dari material halus yang diendapkan oleh aliran sungai. Oleh karena itu, tanah jenis ini banyak terdapat di daerah datar sepanjang aliran sungai.
c.    Tanah Regosol
Tanah ini merupakan endapan abu vulkanik baru yang memiliki butir kasar. Tanah ini banyak terdapat di daerah Sumatra bagian timur dan barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
d.    Tanah Litosol
Bahannya berasal dari jenis batuan beku yang belum mengalami proses pelapukan secara sempurna. Jenis tanah ini banyak ditemukan di lereng gunung dan pegunungan di seluruh Indonesia.
e.    Tanah Latosol
Latosol tersebar di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 300 mm/tahun, dan ketinggian tempat berkisar 300–1.000 meter. Tanah ini terbentuk dari batuan gunung api kemudian mengalami proses pelapukan lanjut.
f.     Tanah Grumusol
Jenis ini berasal dari batu kapur, batuan lempung, tersebar di daerah iklim subhumid atau subarid, dan curah hujan kurang dari 2.500 mm/tahun.
g.    Tanah Podsolik
Tanah ini berasal dari batuan pasir kuarsa, tersebar di daerah beriklim basah tanpa bulan kering, curah hujan lebih 2.500 mm/tahun. Tekstur lempung hingga berpasir, kesuburan rendah hingga sedang, warna merah, dan kering.


h.    Tanah Podsol
Jenis tanah ini berasal dari batuan induk pasir. Penyebaran di daerah beriklim basah, topografi pegunungan, misalnya di daerah Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Papua Barat. Kesuburan tanah rendah.
i.      Tanah Andosol
Tanah jenis ini berasal dari bahan induk abu vulkan. Umumnya dijumpai di daerah lereng atas kerucut vulkan pada ketinggian di atas 800 meter. Warna tanah jenis ini umumnya cokelat, abu-abu hingga hitam.
j.      Tanah Mediteran Merah Kuning
Tanah jenis ini berasal dari batuan kapur keras (limestone). Warna tanah cokelat hingga merah. Khusus tanah mediteran merah kuning di daerah topografi karst disebut ”Terra Rossa”.
k.    Hidromorf Kelabu
Jenis tanah ini perkembangannya lebih dipengaruhi oleh factor lokal yaitu topografi yang berupa dataran rendah atau cekungan, hampir selalu tergenang air, dan warna kelabu hingga kekuningan
Usaha-usaha Pelestarian tanah :
1.    Metode vegetatif sangat efektif dalam pengendalian erosi
a. Penanaman tanaman secara berjalur tegak lurus terhadap arah aliran (strip cropping).
b. Penanaman tanaman secara berjalur sejajar garis kontur (contour strip cropping).
c.  Penutupan lahan yang memiliki lereng curam dengan tanaman keras (buffering).
d. Penanaman  secara permanen untuk melindungi tanah dari tiupan angin (wind breaks).
2.    Metode mekanik
a. Pengolahan lahan sejajar garis kontur (contour tillage).
b. Penterasan lahan miring (terracering).
c.  Pembuatan pematang (guludan) dan saluran air sejajar garis kontur.
d. Pembuatan cekdam.

ATMOSFER
Atmosfer terdiri dari beberapa lapisan , diantaranya :
a.    troposfer
-          ketinggian 0 – 8 km ( kutub ) dan 0 -6 km di khatulistiwa
-          tempat terjadinya peristiwa cuaca dan iklim : angin, hujan, petir , awan
-          temperatur tidak konstan semakin keatas suhunya semakin turun
-          merupakan lapisan paling dekat dengan bumi
b.    Stratosfer
-          pada lapisan ini terdapat konsentrasi ozon yang berfungsi menyaring sinar ultra violet yang datang dari matahri
c.    Mesosfer.
-          adanya penurunan suhu sampai 100 C
-          tempat terbakarnya benda benda langit ( meteor )
d.    Termosfer.
-          ketinggian termosfer mencapai 80 – 800 km
-          terjadi peristiwa ionisasi
e.    Eksosfer
-          Eksosfer mempunayi ketinggian 800 – 1.000 km dan merupakan lapisan terluas dari lapisan lainya
-          Lapisan ini mempunyai pengaruh gaya berat sangat kecil sehingga benturan antara bagian bagian udara jarang terjadi

      Manfaat lapisan atmosfer ( udara )
a.    pernafasan bagi makluk hidup
b.    perlindungan makluk hidup dari radiasi matahari
c.    perlindungan bumi dari jatuhnya benda benda langit ke permukaan bumi
d.    pemantulan gelombang bunyi untuk komunikasi
e.    pelayaran atau pendorong bagi kapal layar
f.     penyerbukan tanaman
g.    olah raga terutama untuk terbang layang
h.    penyebab hujan
i.      penggerak kincir angin

Cuaca dan Iklim
     




Unsur Unsur Cuaca dan Iklim
a.    suhu ( temperatur )
Besar kecilnya suhu dipermukaan bumi dipengaruhi oleh ;
-          sudut datang dan sudut pantul sinar matahari
-          lama penyinaran
-          jenis permukaan bumi
-          keadaan awan
-          ketinggian tempat
-          letak lintang

b.    Tekanan Udara
c.    Angin
Besarnya  kecepatan angin dapat diukur dengan alat anemometer
Macam -macam angin :
1.    Angin siklon dan angin antisiklon : angina siklon ( menuj upusat ) adalah angin terjadi jika daerah yang mempunyai tekanan rendah yang dikelilingi oleh daerah yang mempunyai tekanan maksimum. Sedangkan angin antisiklon ( meninggalkan pusat ) terjadi jika udara maksimum dikelilingi oleh daerah yang mempunyai tekanan rendah.
2.    Angin Muson barat  : angin yang bertiup pada bulan Oktober sampai bulan April, angin ini berasal dari lautan bersifat basah sehingga menyebabkan musim penghujan di Indonesia.
3.    Angin muson timur : angin ini bertiup pada bulan April sampai bulan Oktober, angin muson timur berasal dari daratan yang menyebabkan musim kemarau di Indoneasia.
      Gambar angin muson barat dan timur
4.    Angin lembah : angin yang bertiup dari lembah menuju ke gunung  pada siang hari.
5.    Angin Gunung : angin yang bertiup dari gunung  menuju ke lembah berlangsung pada malam hari
6.    Angin darat : angina yang bertiup dari darat menuju lautan berlangsung pada malam hari
7.    Angin Laut : angin yang bertiup dari laut menuju daratan berlangsung pada siang hari
8.    Angin Pasat : angina yang berasal dari lintang tengah menuju katulistiwa. angin ini arahnya dibelokkan yang dari utara katulistiwa berbelok kekanan dan yang dari selatan katulstiwa berbelok kekiri

c.  Kelembaban udara
Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang terkandung di udara. Semain besar kelembaban udara semakin banyak uap air yang terkandung di dalam nya. Ada dua macamkelembaban udara yaitu kelembaban mutlak atau absolut dan kelembaban relative. Kelemlbaban mutlak adalah banyaknya uap air di udara dalam satu kubik udara. Sdangkan kelembaban relatif adalah bilangan yang menunjukkan berapa persen perbandingan antara jumlah uap air yang ada di udara dengan jumlah uap air yang dapat ditampung oleh udara

                  Jumlah uap air
Kelembaban relatif = ------------------------ ----------- x 100 %
                                    Jumlah uap air maksimum

d.    Curah Hujan
Hijan terjadi jka konsentarasi awan cukup banyak kemudian mendingin menjadi butiran air yang jatuh dari atmosfer ke permukaan bumi. Alat untuk mengukur curah hujan dinamakan ambrometer
Macam – macam Hujan
1.    Hujan Orografis : terjadi jka udara yang basah melewati pegunungan, mengalami pendinginan dan jatuh menjadi hujan di lereng pegunungan
2.    Hujan  Zenithal  : hujan yang terjadi di daerah katulistiwa karena angina anaik katulistiwa
3.    Hujan Siklon : Hujan yang terjadi karena pengaruh angin siklon
4.    Hujan Muson/Musim : Hujan yang terjadi karena pengaruh angin muson barat, yang berlangsung pada bulan oktober sampai bulan april
5.    Hujan Frontal : hujan yang ter jadi jika pertemuan antara masa udara panas dengan masa udara dingin
          
          Hujan Orografis                              Hujan Frontal                          Hujan Zenithal


e.    Awan
Awan merupakan titik air yang berkumpul dan melayang layang diudara yang cukup tinggi
Macam macam awan
1.    Awan Tinggi : terdapat pada ketinggian 6 km – 12 km. Awan ini selalu terdiri dari kristal kristal es, yang meliputi antara lain :
-          Cirrus ( Ci ) : Awan halus dan berstrukur serat berbentuk seperti bulu burung. Awan ini tidak menimbulkan hujan
-          Cirron status ( Ci-St ) : bentuknya seperti kelambu putih yang halus dan rata mentup seluruh langit sehingga nampak cerah. Awan ini sering menimbulkan halo ( lingkaran bulat ) yang mengelilingi matahari atau bulan. Biasanya terjadi pada musim kering
-          Cirro Cumulus ( Ci- Cu) : awan ini terputus putus dan penuh dengan kristal kristal es berbentuk sekumplan domba dan sering menimbulkan bayangan
2.    Awan menegah terdapat pada ketinggian 3 – 6 km, yang meliputi :
-          Alto Cumullus ( A – Cu ) ; awan ini kecil kecil tetapi banyak, berbentuk bola yang agak tebal berawan putih sampai kelabu. Awan ini bergerombol dan saling berdekatan
-          Alto stratus (A – St ) ; awan ini luas dan tebal berwarna kelabu
3.    Awan rendah ; terdapat pada ketinggian kurang dari 3 km, meliputi :
-          Strato Cumulus ( St – Cu ) : awan ini berbentuk bola yang sering menutupi seluruh bagian langit, sehingga seperti gelombang di lautan. Lapisan awan ini tipis sehingga tidak menimbulkan hujan
-          Stratus ( St ) : Awan rendah yang sangat luas, tingginya dibawah 2000m. Berbentuk lapisan melebar seperti kabut
-          Nimbo Stratus ( Ni – St ) : Awan ini berbentuk tidak menentu, tepinya berbentuk compang camping tidak beraturan. Penyebaranya di langit sangat luas dan menyebabkan terjadinya gerimis.
4.    Awan vertikal : awan yang terjadi karena udara naik
      -    Cumulus : awan yang begumpal gumpal dan menyebabkan hujan
      -    Cumulus nimbus awan yang sangat tebal menimbulkan hujan disertai angin dan badai
Pembagian Iklim
a.Ikim Matahari : pembagian iklim ini berdasarkan banyaknyapanas yang diterima bumi adri   matahari, terdiri dari :
-   Iklim tropis     : 23½ ˚LU – 23½ ˚LS
-   Iklim  Sub tropis         : 23½˚ LU/LS – 66½˚ LU/LS
-   Iklim Dingin    : 66½ ˚LU/LS – 90½˚ LU/LS
b.Iklim Fisis : pembagian ilim ini berdasarkan kenyataan dipermukaan bumi, yang terdiri dari :
-          Iklim Maritim : iklim ni dipengaruhi angina laut , dengan cirri amplitude suhu haian kecil dancurah hujan yang tinggi
-          Ilim continental : iklim ni dipengaruhi angina darat, dengan cirri amplitude suhu haian tinggi dan curah hujan yang kering
-          Iklim dataran tinggi : iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri amplitudo suhu harian dan tahunan tinggi, udara kering, kelembaban udara rendah.
-          Iklim Gunung : dengan ciri terdapat salju, hujan terjadi di lereng sebgaian, amplitudo suhu harian dan tahuanan kecil
-          Iklim Gurun : : dengan ciri amplitudo suhu harrian dan tahunan besar , udara kering
c.Iklim Koppen : pembagian iklim ini berdasarkan suhu dan curah hujan, terdiri dari :
-          Iklim A : iklim hujan tropis
·         Am : terdapat iklim panas dengan musim penghujan dan musim kemarau yang kering, batas peralihan kedua musim jelas, terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, sulawesi Selatan dan pantai selatan Papua
·         Af : Iklim hutan hujan tropis sifatnya panas disertai curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, terdapat di sumatera, Klaimantan, Papua
·         Aw : Iklim panas dengan musim kemmarau sangat panjang dari pada musim penghujan, terdapat di NTT, NTB,Kepulauan Aru
-          Iklim B : ilim kering, dengan ciri penguaapan besar dan tidak ada surplus air
-          Iklim S : Iklim sedang panas, dengan ciri bulan terpanas lebih dari 10˚ C dan bulan terdingin -3˚ C sampai 8˚ C
-          Iklim D : iklim hutan salju sejuk, dengan ciri bulan terpanas lebih dari 10˚ C, bulan dingin suhu rata rata 3˚ C
-          Iklim E : iklim kutub dengan ciri suhu rata rata bulan terpanas kurang dari 10˚ C
d.    Iklim Junghun : pembagian iklim ini berdasarkan ketinggian tempat, iklim ini terdiri dari ;
-          iklim panas : mepunyai ketinggian 0 – 650 m, dengan suhu antara 22˚ C -26,3˚ C
-          Iklim sedang : mepunyai ketinggian antara 650 -1500 m, dengan suhu antara 17˚ C -22˚ C
-          Iklim sejuk : mmempunyai ketinggian antara 1500 – 2500m  dengan suhu antara 10˚C – 17˚ C
-          Iklim dingin : mempunyai ketinggian diatas 2500m, dengan suhu dibawah 11˚ C
e.    Iklim Scmhidt dan ferguson : pembagian iklim ini dengan membandingkan antara jumlah bulan kering dan jumlah bulan basah, yan dinamakan tingkat kebasahan ( Q ). Bulan kering jika curah hujan kurang dari 60 mm/th sedangkan bulan basah jika curah hujan lebih dari 100mm/th
Jumlah bulan kering
 Besarnya Q        = --------------------------------- x 100%
                                 Jumlah bulan basah
Penggolongan iklim Schmidt dan Ferguson antara lain :
Tipe A : 0% < Q < 14,3 %
Tipe B :  14,3 %< Q < 33,3%
Tipe C :  33,3%< Q < 60%
Tipe D : 60%< Q < 100 %
Tipe E : 100 %< Q < 167 %
Tipe F : 167 % < Q < 300 %
Tipe G : 300 %< Q < 700 %
Tipe H : Q lebih dari 700%
Contoh :Perhatikan table rata rata curah hujan di bawah ini :
Bulan
J
P
M
A
M
J
J
A
S
O
N
D
Curah Hujan (mm/th)
130
125
121
101
57
56
55
54
58
110
124
133
 Jumlah bulan kering
 Besarnya  Q     = --------------------------------- x 100%
                                 Jumlah bulan basah
                                5
 Besarnya Q     = -------- x 100 %
                              7
                         =  71 %
      Dari data tersebut termasuk tipe D

Perubahan iklim global, ditandai dengan perubahan suhu dipermukaan bumi yang disebabkan oleh factor lain dan manusia yang membakar bahan bakar dari fosil yang menyebabkan munculnya gas karbon di oksida CO2. Selain itu unsur pemanasan global terjadi yaitu aerosal, cloroflourocrbon/CFC      ( freon ) yang dapat merusak ozon.


                           



HIDROSFER
Siklus air terdiri dari tiga yaitu siklus pendek, sedang dan siklus panjang

Keterangan :
Evaporasi ; penguapan yang terjadi pada laut, danau, rawa atau sungai
Transpirasi : penguapan pada tumbuh tumbuhan
Evapotranspirasi : penguapan yang terjadi pada perairan dan tumbuhan
Kondensasi : perubahan uap air menjadi awan akibat pendinginan
Adveksi : gerakan awan yang disebabkan oleh angin
Presipitasi : curah hujan
Run off : gerakan/ aliran air pada permukan tanah
Infiltrasi : gerakan air didalam tanah


Perairan Darat
a.    Air Tanah
Berdasarkan letaknya air tanah di bagi menjadi dua
-          Air tanah preatis adalah air tanah yang terletak pada lapisan tanah bagian atas
-          Air tanah artesis adalah air tanah yang terletak pada lapisan tanah bagian bawah
Kedua air tanah tersebut dipisahkan oleh batuan permiabel atau batuan pejal, batuan pejal yaitu batuan yang tidak dapat diembus oleh air. Selain itu ada air tanah vados dan juvenil. Air tanah vados adalah air tanah yang berasal dari air hujan, sedangkan juvenil air tanah yang berasal dari magma
b.    Sungai
Sungai di bagi menjadi tiga bagian :
-          Bagian Hulu : bagian yang dekat dengan mata air, mempunyai ciri ciri, aliranya deras,erosi vertikal,palung berbentuk V, terdapat air terjun, hampir tidak ada pengendapan.
-          Bagian tengah : antara bagian hulu dan hilir mempunyai ciri ciri alirannyanya sedang, erosi vertikal dan horisontal, terdapat pengendapan, palung berbentu U
-          Bagian Hilir : bagian yang dekat dengan mura sungai dengan ciri ciri aliranya lambat, banyak terdapat sediman,palung berbentuk U lebar, erosi horisontal, tedapat meandaer atau sungai berkelok kelok

Macam – macam Sungai
1). Berdasarkan asal mata airnya
-  Sungai Hujan : sunagi mata airnya dari air hujan
-  Sungai Gletser : sungai mata airnya dari salju atau es yang mencair
-  Sungai campuran : sungai mata airnya dari air hujan dan gletser atau es yang mencair
2). Berdasarkan besarnya aliran
-  Sungai permanen : sungai yang aliranya tetap sepanjang tahun
-  Sungai periodik : sungai yang aliranya tidak tetap sepanjang tahun
3). Sungai bedasarkan genetiknya atau stadium sungai
-  Sungai konsekuen : sungai yang aliranya searah dengan kemiringan lereng
-  sungai subsekuen : sungai yang aliranya tegak lurus dengan sunagi konsekuen
-  Sungai Obsekuen : sungai yang aliranya berlawanan dengan sungai konsekuen
-  sungai Resukuen : sungai yang aliranya searah dengan sungai konsekuen
-  Sungai insekuen : sungai yang arah aliranya tidak teratur
4). Berdasarkan Pola aliranya
- Pinnate : pola alirang sungai yang membentuk sudut lancip
- Dendritik : pola aliran sungai yang menyerupai bentuk pohon
- Trelis : pola aliran sungai dimana anak sungai membentuk sudut siku siku dengan induk sungai
- Paralel : pola aliran sungai yang hamir sejajar antara sungai satu dengan lainya
- Radial sentripugal : pola alirang sungai yang meninggalkan pusat
- Radial sentripetal : pola aliran sungai yang menuju pusat
- Regtangulair : pola aliran sungai yang membentuk sudut siku siku
- Brided : pola aliran sungai yang diselang seling dengan danau
- Sinkholes : pola aliran sungai yang secara tiba tiba menghilang, terdapat didaerah kapur
c.    Danau
Macam macam danau menurut terjadinya
-          Danau tektonik : danua yang terjadi karena peristiwan tektonisme
-          Danau Vulaknik : danau yang terjadi kaarena peristiwa vulkanisme
-          Danau Tektovulkanik : danau yang terjadi karena peristiwa tektonik dan vulkanik
-          Danau Karst : danau yang terjadi di daerah kapur
-          Danau Gletser : danau yang terjadi di daerah es
-          Danau Buatan : danau yang sengaja dibuat oleh manusia
d.    Rawa
Rawa adalah genagan air yang terdapat di daerah yang landai dan muara sungai besar. Di Indonesia rawa banyak terdapat dipantai utara Jawa, pantai timur Sumatera, pantai Kalimantan, Sulawesi tenggara dan papua. Genagan air rawa berasal dari air hujan,air sungai atau air laut. Oleh karena itu ada rawa yang airnya tawar dan rawa yang airnya asin.

Perairan Laut
a.    Laut
Jenis laut menurut terjadinya
-          Laut transgresi : laut yang terjadi karena naiknya permukaan air laut
-          Laut Ingresi : laut yang terjadi karena dasar laut mengalami penurunan.
Jenis laut menurut kedalamanya :
-          Zona litoral : batas antara pasang surut air laut
-          Zona neretis : laut yang mempunyai kedalaman 0 – 200m
-          Zona batial : laut yang mempunyai kedalaman 200 m – 2.000 m
-          Zona abisal : laut yang mempunyai kedalaman lebih dari 2000 m

Jenis laut menurut letaknya :
-          Laut tepi ; laut yang terletak di tepi benua
-          Laut tengah : laut yang terletak diantara dua benua atau lebih
-          Laut pedalaman : laut yang terletak di tengah benua
Ciri ciri fisik laut
1.    Suhu air laut : suhu air laut dipengaruhi oleh pemanasan matahari dan keadaan angina, semakin kedalam dan semakin ke kutub suhu semskin rendah.
2.    Kadar garam air laut ( salinitas ) : kadar garam air laut berasal dari hasil pelapukan didaratan kemudian di bawa aliran sungai ke laut. Kadar garam laut dipermukaa bumi tidak sama namun kadar garam laut rata rata adalah 35%
Kadar garam laut dipengaruhi oleh :
-          banyaknya sungai yang masuk kelaut
-          besarkecilnya curah hujan
-          banyaknya penguapan pada laut
-          banyaknya gletser yang masuk ke laut.
3.    Warna air laut : warna air laut tergantung dari unsur unsur yang terkandung di dalam air laut.
Macam macam air laut :
-          Biru disebabkan oleh sinar matahari ( biru ) yang dipantulkan lebih banyak dari warna lainya
-          Kuning disebabkan lumpur kuning
-          Hijau disebabkan tumbuhan dan lumpur hijau
-          Putih disebabkan oleh gletser atau salju
-          Ungu adanya organisme yang menngeluarkan sina fosfor, misalnya Laut Ambon
-          Hitam karena pengaruh lumpur hitam, misalnya laut hitam
-          Merah, karena adanya organisme yang berwarna merah, misalnya laut Merah
4.    Arus Laut : adalah gerakan air laut dengan sirkulasi yang tetap
Sebab sebab terjadinya arus laut
-          adanya angin
-          perbedaan kadar garam
-          perbedaan niveau ( beda tinggi permukaan laut )
-          pengaruh pasang surut air laut

Persebaran arus laut di dunia
Samudera Pasifik
Disebelah utara katulistiwa
-          Arus khatulistiwa utara : merupakan arus panas
-          Arus Koroshio : merupaka arus panas lanjutan dari arus katulistiwa utara setelah dekat dengan kepulauan Filipina arahnya menuju ke utara melalui Jepang sampai pesisir Amerika Utara. Arus ini didorong oleh angin barat.
-          Arus Kalifornia : mengalir sepanjang pesisir brat Amerika utara ke arah selatan menuju katulistiwa dan termasuk arus dingin.
-          Arus Oyashio : merupakan arus dingin yang didorong oleh angin timur dan mengali di selat Bering menuju selatan dan berakhir disebelah timur kepulauan Jepang. Di temapt ini oyashio bertemu dengan arus koroshio, ertemuan kedua arus ini menjadi daerah perikanan yang kaya
Disebelah selatan katulistiwa
-          Arus Khatulistiwa selatan : merupakan arus panas menuju ke barat sejajar katulistiwa. Arus ini didorong oleh angin pasat tenggara
-          Arus Humbolt atau arus Peru : merupakan arus dingin lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir kearah selatan sepanjang  barat Amerika Selatan.
-          Arus Australia Timur : merupakan lanjutan arus katulistiwa selatan yang mengalir sepanjang pesisir australia timur
-          Arus angin barat : merupakan lanjutan arus Australia timur yang menuju ke timur sejajar dengan garis katulistiwa
Samudera Atlantik
Disebelah utara Katulistiwa
-          Arus katulistiwa utara : merupakan arus panas yang menuju ke barat sejajar dengan katulistiwa
-          Arus teluk atau Gulfrteam : merupakan arus besar yang panas mengalir sepanjang pantai timur amerika Serikat
-          Arus Greenland timur : merupakan arus dingin yang mengalirdari kutub utara menyusuri pantai timur tanah hijau
-          Arus Labrador : arus dingin yang berasal kutub utara menyusuri pantai timur Labrador, arus ini biasanya membawa gunung es
-          Arus Canari : Merupakan arus dingin mengallir kearah selatan menyusuri pantai barat Afrika selatan
Disebelah selatan katulistiwa.
-          Arus katulistiwa selatan : merupakan arus panas menuju ke barat katulistiwa, sebagian arus ini masuk  ke utara bersama sama arus katullistiwa utara. Sedangkan sebagian membelok ke selatan, arus ini didorong oleh angin pasat tenggara
-          Arus Brazilia : merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir ke arah selatan menyusuri pantai timur amerika selatan
-          Arus Benguela : merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir kearah utara menyusuri pantai barat Afrika Selatan. Arus ini merupakan arus dingin
-          Arus Angin Barat : merupakan arus dingin lanjutan dari sebagian arus Brazilia yang mnegarah ke timur sejajar dengan garis katulistiwa
Samudera Hindia
Disebelah utara Katulistiwa
-          arus Muson Barat Daya : merupakan arus panas menuju ketimur menyusuri laut arab dan teluk Benguela.
-          Arus muson Timur laut : merupakan arus panas menuju kebarat menyusuri teluk Benguela dan laut arab.
Disebelah selatan Katulistiwa
-          Arus Katulistiwa Selatan : merupakan arus panas menuju barat sejajar garis katulistiwa.
-          Arus Makarena dan Arus Agulhas : merupakan arus panas selatan menyusuri pantai pulau Madagaskar barat
r

5) Gelombang Laut
            Gelombang laut adalah gerakan air laut yang ditimbulkan oleh angina atau gepa di dasar laut. Besarnya gelombang laut dipengaruhi oleh kecepatan angin, kedalaman laut, lama gerakan angin, dan luas wilayah.
6). Relief Dasar Laut
  1. Continental shelf : merupakan dasar laut dangkal dan luas, tedapat di tepi benua, kedalamanya tidak lebih dari 200 m.
  2. Ridge : Merupakan dasar laut yang dangkal memanjang dan sempit dikanan kirinya laut dalam
  3. Trench ( palung laut ) : merupakan dasar  laut yang dalam sempit dan curam
  4. Basin ( cekungan laut ) : merupakan dasar laut yang dalam dan berbentuk cekunan
  5. Ambang laut : dasar laut yang berupa bukit dan memisahkan antara laut satu dengan lainya
7). Morfologi Pantai
a.    Cliff  : pantai curam
b.    Relung : pantai curam yang tererosi ke dalam
c.    Fyord : pantai curam yang berlekuk
d.    Skren : pantai Fyord terdapat pulau di depanya
e.    Pantai Ria : Berlekuk yang landai
f.     Liman : teluk yang berada di muara sungai
g.    Haf : danau yang berhubungan dengan laut
h.    Estuaria : pantai di muara sungai yang berbentuk corong
i.      Konkordan : pegunungan yang sejajar dengan pantai
j.      Diskordan : pegunungan yang tegak lurus dengan pantai
k.    Nehrung adalah suatu endapan material pasir dan kerikil, yang diendapkan oleh air laut di pantai
dangkal, sehingga merupakan dinding pemisah antara laut dengan darat.
l.      Tombolo: suatu endapan material pasir dan krikil yg diendapkan oleh air laut dan angin di bibir muara sungai yg menghubungakan dua pulau yg terpisah.

2 komentar:

  1. Jawaban soal
    1.siklus pendek,sedang dan panjang
    2 a.danau tektonik:danau yg terjadi karena peristiwa tektonisme
    b.danau tektovulkanik:danau yg terjadi krena peristiwa tektonik dan vulkanik
    c.danau karst:danau yg terjadi d daerah kapur
    d.danau gelester:danau yg terjadi d daerah es
    e.danau buatan:danau yg sengaja d buat oleh manusia

    BalasHapus
  2. 1.jelaskan siklus air....
    siklus air terdiri dari tiga yaitu siklus pendek,sedang,dan panjang...
    keterangan:
    Evaporasi:penguapan yang terjadi pada laut,danau,rawa,dan sungai.
    Transpirasi:penguapan pada tumbuh tumbuhan
    Evapotranspirasi:penguapan yang terjadi pada perairan dan tumbuhan
    Kondensasi:perubahan uap air menjadi awan akibat pendinginan
    Adveksi:gerakan awan yang di sebabkan oleh angin
    Presipitasi:curah hujan
    Run Off:gerakan/aliran air pada permukaan tanah
    Infiltrasi:gerakan air di dalam tanah...

    2.sebutkan macam macam danau berdasarkan proses terjadinya.......

    Danau tektonik:danau yang terjadi karena peristiwa tektonisme
    Danau Vulkanik:danau yang terjadi karena peristiwa humanisme
    Danau Tektovulkanik: danau yang terjadi karena peristiwa tektonik dan vulkanik
    Danau karst:danau yang terjadi di daerah kapur
    Danau Gletser:danau yang terjadi di daerah es
    Danau buatan: danau yang sengaja di buat oleh manusia

    BalasHapus

Bahan Ajar Geomorfologi